USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Pentas Seni Budaya Prodi BK USD:
Potret Kebersamaan yang Dikemas Simple Nan Menarik

diupdate: 14 tahun yang lalu


“Sing Gedhe Opone, Sing Dowo Opone, Sing Gedhe lan Dowo Semangate.” sepenggal cuplikan yel-yel kemenangan dari para mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Sanata Dharma angkatan 2009 yang berhasil merebut Juara Umum Pentas Seni Budaya Program Studi Bimbingan dan Konseling (PSB Prodi BK).
Sebelum membahas lebih jauh mengenai acara ini, mari kita sekilas melirik pandangan umum tentang Prodi BK. Sebagian besar mahasiswa USD, apabila diminta pendapat mengenai prodi ini, pasti akan berasumsi bahwa Prodi BK merupakan sebuah Prodi yang sedang mencoba beradaptasi dengan lingkungan baru di Kampus III Paingan sehingga belum memiliki banyak kesempatan untuk menunjukkan eksistensi mereka melalui ragam kegiatan kepanitiaan. Namun kesan tersebut berbeda 180 derajat, apabila teman-teman sempat hadir dan menyaksikan malam puncak PSB Prodi BK (24/05/2013) di Hall Selatan Paingan. Malam Puncak PSB Prodi BK berhasil menyuguhkan pertunjukan seni dan budaya yang dilakukan oleh masing-masing perwakilan kelas secara simple namun tetap menarik. Mereka mampu menampilkan sebuah pertunjukkan yang dikemas secara unik dan tidak mainstream. Bahkan sejatinya pertunjukkan malam tersebut merupakan buah kerja keras dan kerja sama antara panitia, mahasiswa, dan para dosen.
Malam Puncak PSB Prodi BK mengusung tema “Tunjukkan Karaktermu, Nyalakan Aksimu.” Tema tersebut dilatarbelakangi oleh keprihatinan atas masalah klasik tentang interaksi mahasiswa antar angkatan di prodi BK dan ingin mengenalkan secara langsung prodi BK kepadakeluarga besar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Beberapa hari sebelum dilaksanakan Malam Puncak PSB, Prodi BK sempat mengadakan kegiatan classmeeting antar kelas yang berlangsung selama 3 hari. Kegiatan tersebut terdiri dari: tarik tambang, lomba estafet, dan balap karung. Di sela-sela aktivitas perkuliahan yang mendekati akhir semester, mereka tetap menyempatkan diri untuk mengikuti beragam kegiatan tersebut demi mengurangi kesenjangan interaksi antar angkatan. Adapun gambaran umum Malam Puncak PSB Prodi BK berisi beberapa performance dari wakil tiap kelas, sedikit selingan hiburan dari Diamond Band dan ditutup dengan pengumuman pemenang lomba classmeeting dan Pentas Seni Budaya. Malam Puncak tersebut mampu merebut hati para mahasiswa dengan cara elegan dan berbeda dari biasanya. Berbagai hal mainstream dan berlebihan yang seringkali muncul pada setiap pergelaran malam puncak tidak tampak pada malam hari itu. Seluruh performer yang tampil merupakan mahasiswa dari prodi BK itu sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa esensi acara tersebut sebenarnya merupakan sebuah penghargaan dari Prodi BK, oleh BK, dan untuk keluarga besar Prodi BK itu sendiri. Prodi BK mampu menampilkan sajian malam puncak yang dikemas secara sederhana namun tetap mampu memuaskan para peserta yang hadir pada malam hari itu. Hal ini terlihat dari peralatan dan dekorasi yang sederhana namun tidak mengurangi kemeriahan acara, bahkan menambah nilai estetika dan menunjukkan esensi acara yang sebenarnya.


Dengan menampilkan beberapa performance atraktif berbalut berbagai kebudayaan khas Indonesia, penonton bahkan beberapa dosen prodi BK pun ikut larut dalam kemeriahan. Salah satunya adalah Ketua Program Studi BK, Dr. Gendon Barus M.Si. yang tampak bersemangat dan antusias menikmati setiap performance yang ditunjukkan oleh mahasiswa didiknya. Bapak Barus, begitu panggilan akrabnya sempat menyanyi secara solo membawakan sebuah lagu untuk menghibur para mahasiswa yang hadir pada malam hari itu. Tidak mau ketinggalan, bapak Juster Donal Sinaga, M.Pd ikut meramaikan acara dengan berduet bersama Sisil, mahasiswa BK angkatan 2009 untuk melantunkan tembang kenangan. Bahkan Bapak Barus dan Bapak Donal tidak segan-segan untuk ikut maju ke panggung bersama dengan para mahasiswa yang sedang tampil menyanyi dan menarikan lagu-lagu khas daerah Batak. Hindari pemikiran bahwa dosen senantiasa bersikap jaim dengan mahasiswanya. Kesenjangan status antara mahasiswa dan dosen benar-benar hilang. Segenap dosen beserta mahasiwa melebur dalam pesta kemeriahan. Bukan semata demi kesenangan pribadi melainkan lebih kepada bentuk perayaan atas jerih payah bersama. Malam Puncak Pentas Seni Budaya tidak hanya menjadi sebuah ajang hiburan bagi penonton tapi juga ajang kompetisi setiap performer untuk mendapatkan nilai dari empat dosen BK. Nilai yang didapatkan dari empat dosen BK tersebut kemudian diakumulasikan dengan nilai classmeeting sehingga dapat menentukan pemenang yang layak untuk rangkaian kegiatan Prodi BK tersebut. Kompetisi tersebut tidak bertujuan untuk memecah tiap angkatan tetapi justru dapat meningkatkan totalitas tiap angkatan untuk menunjukan hasil kerja keras mereka selama ini.
Menurut Pius, selaku Ketua Panitia rangkaian kegiatan tersebut,“Acara ini merupakan acara terbesar kedua yang pernah diadakan oleh Prodi BK”. Selanjutnya, ia berharap bahwa acara ini dapat diadakan kembali di tahun berikutnya. Pada dasarnya, acara ini memiliki banyak hal positif yang jarang kita temui di acara-acara serupa. Acara tersebut merupakan potret kebersamaan yang harmonis antara mahasiswa dan dosen.
Akhir kata, acara ini layak kita jadikan sebagai referensi malam puncak yang menarik, bahkan layak untuk kita jadikan barometer dinamika aktivitas perkuliahan mahasiswa sehari-hari. PROFICIAT BK !! (san & put)

  kembali