Seminggu pasca bencana alam gempa bumi, tepatnya mulai hari Senin (5/6), pendaftar PMB mulai berdatangan. Sampai hari Rabu (8/6) jumlah pendaftar mencapai 808. Jumlah ini masih bisa bertambah pada hari terakhir pendaftaran Kamis (9/6). “Rata-rata perhari dalam seminggu terakhir bisa mencapai 150 pendaftar’, kata Lira mahasiswa petugas PMB dari Jurusan Sastra Inggris. Dari pengamatan di lapangan 3 minggu pertama jumlah pendaftar masih sedikit, yaitu berkisar 300-an. Apalagi diperparah dengan adanya gempa bumi. Selain itu para siswa SMA juga baru mengikuti ujian akhir nasional dan belum dinyatakan lulus. Menurut Kepala BAA, L. Bambang Harnoto, target jumlah pendaftar gelombang satu berkisar 500 peserta. “Jumlah 500 ini saya targetkan mengingat Jogja sedang dilanda dua bencana alam, yaitu Merapi dan gempa bumi”, kata Bambang. “Tetapi saya bersyukur bahwa sampai hari Kamis (8/6) pendaftar mencapai 1020”, paparnya. Ketika diwawancarai salah seorang calon mahasiswa Yakob Adi Nugroho dari SMA Fransiskus Lampung mengatakan bahwa dia sama sekali tidak terpengaruh oleh bencana alam di Jogja. Dia tetap mendaftar di USD karena memang USD telah dinyatakan aman, bahkan dia melihat dengan mata kepala sendiri. “Saya memang berniat masuk USD karena memiliki ikatan agama”, tegasnya. “Gempa gumi dan Merapi bukan alasan untuk tidak masuk Farmasi USD karena bencana alam itu kan kehendak Tuhan”, tambahnya. Dari data yang diperoleh di BAA, jumlah pendaftar PMB Non-reguler sebanyak 2370, yang meliputi Jalur Prestasi (tanpa tes, hanya dengan nilai rapor, red) sebanyak 676 dan Jalur Kerjasama (Tes di Sekolah) 1694. Sampai hari Rabu (8/6) calon mahasiswa yang tealah melakukan daftar ulang berjumlah 779 sedang yang mengundurkan diri sebanyak 16 peserta.




