Jumat (17/5) POLDA DIY bersilaturahmi ke Universitas Sanata Dharma untuk saling sharing masalah ketertiban generasi muda. Bertempat di Ruang Driyarkara, lantai 4 ,Gedung Pusat Kampus 2 USD, jajaran pejabat dari POLDA DIY disambut oleh Dr. Ir. Paulus Wiryono Priyotamtama, S.J. selaku Rektor USD, Dr. C. Kuntoro Adi, S.J., M.A., M.Sc. selaku Wakil Rektor III USD, para Ketua Program Studi di lingkungan USD, dan Humas USD.
Di awal pertemuan, Rektor USD yang sering disapa Romo Wir menjelaskan bahwa USD tidak mudah untuk mendampingi anak-anak yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan kasus-kasus yang berhubungan dengan HIV dan narkoba.
Kemudian dilanjutkan oleh Bapak Stephen selaku perwakilan dari POLDA DIY yang memaparkan fungsi POLRI yang bermasyarakat, sehingga dapat berinteraksi secara langsung terhadap peristiwa yang sedang menjamur di masyarakat. Oleh karenanya, POLDA DIY memulainya dengan cara bekerjasama dengan universitas-universitas di Yogyakarta, salah satunya Universitas Sanata Dharma. Sesuai dengan tema yang diangkat oleh POLDA DIY pada acara ini, yakni "Kegiatan Silaturahmi Kamtibmas Ditbinmas POLDA DIY ke Universitas Sanata Dharma Yogyakarta". POLDA DIY dalam hal ini diwakili oleh Bapak Stephen, merasa senang dapat menjalin hubungan yang erat dengan USD karena beliau merasa seperti di rumah sendiri, berawal dari pertemuan dengan putra dan putri yang berasal dari NTT di USD beberapa saat yang lalu.
Lebih lanjut Bapak Stephen menjelaskan bahwa program yang akan di lakukan di tingkat universitas adalah SATMABARA (Satuan Mahasiswa Bhayangkara). Dalam program ini, anggota terdiri dari mahasiswa-mahasiswa yang akan dilatih oleh POLDA dalam rangka membantu tugas polisi dalam area kampus. Tetapi tidak menutup kemungkinan dapat ditugaskan ke Sekolah-sekolah yang membutuhkan pendampingan. Satuan Mahasiswa Bhayangkara adalah program baru dari POLRI yang anggotanya merupakan mahasiswa dari kampus-kampus yang bekerjasama dengan POLDA. Program ini dibuat oleh POLDA dengan tujuan agar mahasiswa dapat menjadi perpanjangan tangan dari dosen-dosen pembina. Dampak positifnya adalah akan ada asas Equal = kesetaraan. Bila ada masalah di kampus, pengelola universitas dapat langsung menanggapi karena informasi lebih cepat sampai ke pengelola universitas.
Di akhir pertemuan, bapak Stephen menyampaikan pernyataan yang sangat menyentuh “Kami butuh kekuatan dari kampus-kampus dan juga doa agar Indonesia khususnya Yogyakarta kita yang tercinta ini dapat aman, nyaman, dan sejahtera dari gangguan-gangguan yang dapat memecah belah kita. Hal utama buat kami adalah menjaga hubungan baik dengan kampus ini dan kami berharap program baru kami ini dapat membantu para dosen/pengelola kampus untuk membina para generasi muda”. (Oscar & Leza)




