USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Workshop Konseling Keluarga: from Holes, to Poles, to Roles.

diupdate: 14 tahun yang lalu


“Konseling keluarga tidak hanya melulu tentang penguasaan teknik konseling, namun juga merupakan sarana untuk berbagi dalam layanan yang menyembuhkan”. Demikian disampaikan Fr Teodulo Gonzales SJ, Ph.D. dalam Workshop Konseling Keluarga yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi dan Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP USD. Workshop Konseling Keluarga ini merupakan workshop ketiga dari rangkaian workshop yang mengangkat tema konseling persiapan perkawinan, konseling perkawinan, dan konseling keluarga. Workshop diselenggarakan pada tiga kali Hari Sabtu, tanggal 27 April, 4 Mei dan 11 Mei 2013. Narasumber dalam workshop ini adalah Romo Teodulo Gonzales, SJ, MA, MS, Ph.D. yang telah memiliki pengalaman puluhan tahun sebagai konselor keluarga. Rm Ted, panggilan akrab beliau, saat ini selain tercatat sebagai dosen di School of Theology di Ateneo de Manila University (ADMU), Manila, Filipina; juga menjabat sebagai Program Director di Center for Family (CEFAM) yang merupakan salah satu unit layanan untuk keluarga di ADMU.
Workshop bertujuan untuk membantu peserta mengembangkan keterampilan untuk mendampingi keluarga, terutama saat berada pada situasi sulit. Dalam pemaparannya, Romo Ted menyebutkan tahapan dalam konseling keluarga, yaitu: bela rasa, klarifikasi, dan kolaborasi. Penting bagi konselor untuk dapat berempati pada kepedihan yang dialami keluarga, membantu keluarga melihat kekuatan mereka, dan meneguhkan keluarga sebagai tim yang harus bekerjasama dalam menghadapi permasalahan. Relasi antar anggota keluarga digambarkan seperti halnya perhitungan aritmetika, dimana hal positif dalam keluarga perlu ditingkatkan, hal buruk dikurangi, dan pekerjaan dibagi antar anggota keluarga. Adanya kerjasama antar anggota keluarga akan menghasilkan hasil yang berlipat dibandingkan bila dikerjakan sendiri. Dalam konseling keluarga, setiap anggota keluarga diajak untuk mengenali kekosongan/kebutuhan keluarga (holes), lalu menentukan arah (poles), serta mengambil peran (roles) masing-masing dalam keluarga.
Dalam ketiga workshop tersebut, Romo Ted secara langsung mendemontrasikan keahlian beliau dalam memberikan sesi konseling. Sesi demontrasi konseling memberikan gambaran jelas kepada peserta workshop tentang bagaimana sesi konseling dilakukan, baik untuk persiapan pernikahan, untuk konseling perkawinan dan untuk konseling keluarga. Para peserta workshop juga mendapat kesempatan untuk melakukan praktek konseling melalui kegiatan role play yang dilakukan dalam kelompok kecil. Selain diikuti para mahasiswa S1 dari USD, workshop ini juga diikuti oleh para mahasiswa S1 dan S2 dari beberapa universitas di Yogyakarta, psikolog puskesmas, guru Bimbingan dan Konseling, dan para pendamping kursus perkawinan dari beberapa paroki di Yogyakarta.
Berperan sebagai moderator dan translator adalah Bapak C. Siswo Widyatmoko, M.Si. dari Fakultas Psikologi,USD yang secara jitu membahasakan kembali penjelasan Rm Ted kedalam Bahasa Bahasa Indonesia. Workshop dimeriahkan oleh Diamond Band dari Prodi Bimbingan dan Konseling yang menghibur peserta workshop pada waktu rehat makan siang.
Para peserta mengatakan belajar banyak tentang konseling keluarga dari workshop ini karena selain teori juga diajarkan dan dipraktekkan secara langsung keterampilan dalam konseling keluarga. Selain dapat mengasah keterampilan konseling, para peserta juga memetik manfaat secara pribadi, terutama terkait dengan persiapan kehidupan berkeluarga, untuk lebih memahami relasi dengan pasangan dan untuk lebih memahami kehidupan dengan keluarga. Kedepan para peserta berharap masih akan diselenggarakan lagi workshop-workshop sejenis. Terimakasih Romo Ted! (set)

  kembali