“Publish or Perish!” demikian semangat yang coba ditularkan oleh Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum ketika membuka Workshop Jurnalistik dengan tajuk “Menulis Psikologi, Psikologi Menulis”, pada Sabtu (11/5) di Ruang Meeting II Gedung Pusat Kampus III Paingan, USD. Kalimat tersebut memberikan semangat yang luar biasa bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia jurnalistik di era globalisasi dan teknologi yang berkembang pesat dewasa ini.
Berawal dari keprihatinan mengenai kurangnya budaya menulis pada anak-anak Psikologi, workshop yang diikuti kurang lebih 22 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma ini bertujuan untuk melatih teknik penulisan berita langsung (hard news atau straight news) dan berita ringan (soft news, feature),serta menumbuhkembangkan rasa kepedulian mahasiswa Psikologi untuk mengembangkan budaya menulis di dunia jurnalistik.
Selain itu, pelatihan ini telah menginspirasi peserta untuk dapat belajar menulis dengan tidak hanya bermodal ide tetapi juga dengan menggunakan teknik menulis yang baik dan benar. Acara dimulai dengan sambutan dan pengantar dari Bapak Yoseph kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi mengenai sejarah jurnalistik, seluk beluk, dan teknik penulisannya. Beberapa contoh juga disebutkan sebagai pelengkap materi untuk semakin mempermudah kita memahami materi.
Menulis Feature di Dunia Venus
Materi pokok yang disampaikan dalam workshop ini adalah menulis feature. “Dunia sudah menjadi Venus,” kata Yoseph Yapi Taum, “Dunia Venus adalah dunia yang lebih emosional, sentimental, dan interaktif. Bukan lagi isi berita (content) yang penting tetapi cara penyampaian (context). Di sinilah karya-karya feature ditunggu-tunggu masyarakat pembaca!” Para penulis feature dalam menulis perlu lebih mengedepankan otak kanan, sisi perasaan dan emosi yang menginspirasi dalam konteks beritanya. Diharapkan para penulis di dunia venus lebih peka dalam melihat suatu peristiwa. Tidak hanya melihat isi dari berita, misalnya tentang “perbudakan di Tangeran” tetapi bagaimana konteks berita tersebut dapat menyentuh hati dan perasaan dan dapat membangkitkan minat untuk membaca berita tersebut.
Menurut Yoseph Yapi Taum, tulisan feature dibangun di atas fakta, jika tidak akan menjadi fiksi. Dengan demikian enam jurus sakti berita yaitu 5W + 1H mutlak diperlukan. Bentuk pengembangan dari lead, kita bisa mempertimbangkan tiga cara, yaitu menggunakan otak kanan sebagai sumber perasaan dan emosi, mind mapping, dan keterikatan/keterlibatan penulis dalam materinya. Sesi diakhiri dengan pemberian tugas penulisan feature pada masing-masing peserta mengenai sosok seorang tokoh sebagai latihan pengaplikasian teori yang diberikan.
Pelatihan yang diadakan ini berjalan dengan lancar dan para peserta menunjukkan antusiasme yang baik saat mengikuti workshop pelatihan menulis dan jurnalistik ini. Band dari fakultas psikologi, Vertigostik menjadi band penghibur dan sekaligus band penutup untuk workshop ini. Semoga pembelajaran baru ini dapat menjadi oase di tengah keringnya semangat untuk menulis di Fakultas Psikologi USD kita tercinta. (Sk,At,Na,Ign. Red)




