USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

PKMM USD BANTU BANGUN KEMATANGAN EMOSI DENGAN METODE SENAM KETAWA, REFLEKSI DAN OUTBOND BAGI REMAJA

diupdate: 14 tahun yang lalu


Hari Sabtu sampai Minggu,  27-28 April 2013, di Aula Panti Asuhan Taman Bina Anak Bangsa Wonosari terlihat lebih meriah dari pada biasanya. Hal ini dikarenakan tim pelaksana Program Kreatifitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat Universitas Sanata Dharma (PKMM USD) yang beranggotakan Prisca Anindya Dewi (BK 2010), Rima Taradhintawati (BK 2010), Michael Gilang P.S (BK 2010), Rosa Delima K.J.A.K (BK 2011), dan Heribertus Kharisma E.J (Teologi 2009) dengan judul “BANGKE KRIBO” (Membangun Kematangan Emosi dengan Metode Senam Ketawa, Refleksi Diri, dan Outbond) mengadakan kegiatan yang bertajuk “Bangke Kribo” yaitu, kegiatan Dinamika Kelompok yang berupa Metode Senam Ketawa, Refleksi Diri dan Outbond, serta pengaplikasian kegiatan pendukung yang membangun kematangan emosi para remaja dengan kegiatan Lomba Memasak.Kegiatan tersebut dilaksanakan sejak awal Maret hingga akhir Mei secara rutin setiap hari Sabtu dan Minggu dari pagi hingga malam hari.
Penghuni Taman Bina Anak Bangsa Wonosari adalah remaja berusia 12-22 tahun yang merupakan korban jajak pendapat di Timor Leste tiga belas tahun yang lalu. Mereka mengalami trauma berkepanjangan, karena saat kecil mereka melihat tragedi kekerasan, berupa penjarahan rumah beserta harta bendanya, pembunuhan, pemerkosaan, dan pembantaian secara besar-besaran. Hal tersebut mengakibatkan perkembangan emosional mereka menjadi tidak optimal, adapun contohnya : mereka mudah marah, membantah perkataan orang lain, ingin menang sendiri, kurang mampu menghargai waktu serta kurang mampu dalam memanajemen diri. Pendampingan yang terbatas di panti selama ini belum dapat menjamin kematangan pribadi setiap penghuni panti, karena pendampingan tersebut bersifat membatasi kegiatan dan perkembangan individu sebagai remaja.
Masa remaja merupakan masa transisi atau  peralihan dari anak-anak menjadi dewasa yang seringkali dianggap sebagai periode “badai dan tekanan,” yaitu suatu masa di mana ketegangan emosi dapat dengan mudah meninggi  akibat tekanan sosial yang dihadapi. Hal tersebut terjadi karena pada masa anak-anak, seseorang kurang dipersiapkan untuk menghadapi keadaan-keadaan tertentu yang akan terjadi di masa yang akan datang. Karena itulah tim PKMM USD melaksanakan pedampingan dengan judul “Bangke Kribo” (Membangun Kematangan Emosi dengan Metode Senam Ketawa, Refleksi Diri dan Outbond) bagi Remaja di Panti Asuhan Taman Bina Anak Bangsa Wonosari.
Setiap pertemuan, tim mencoba membangun kematangan emosi setiap remaja melalui kegiatan-kegiatan yang baru, namun tidak lepas dari program inti, yaitu Senam Ketawa, Refleksi Diri dan Outbond. Program ini telah berlangsung selama empat kali pertemuan. Kegiatan ini bertujuan agar para remaja di panti tidak bosan dengan kegiatan yang monoton. Tim selalu bersemangat untuk memberikan inovasi baru dalam melaksanakan Program Kreatifitas Mahasiswa. Pendampingan yang kami berikan pun berbuah manis, diawali dengan tiga remaja panti yang kini berani untuk mengungkapkan perasaan yang mereka rasakan, baik kepada ibu pendamping maupun tim PKM-M USD. Tidak hanya itu, kini remaja panti yang lain sudah berani mengungkapkan perasaan maupun pengalaman yang mereka alami dalam ulasan cerita pada buku harian yang tim bagikan untuk mereka. Walau sekedar ulasan singkat, tetapi hal tersebut sungguh membantu mereka untuk 'menumpahkan' apa yang menjadi 'ganjalan' cerita dalam alur peristiwa yang mereka alami sehari-hari.
Program pendampingan yang bertajuk “Bangke Kribo” mendapat sambutan hangat dari Ibu Wardio, Ibu Yus, dan Ibu Darto selaku pengelola dan pembina Panti Asuhan Taman Bina Anak Bangsa. Sejauh ini program pendampingan oleh tim PKM-M “Bangke Kribo” telah berhasil mengubah para remaja menjadi lebih mandiri, lebih mampu dalam membina hubungan sosial yang baik dengan orang lain, serta mengungkapkan emosi yang mereka rasakan. Energi positif tidak hanya muncul dari remaja panti saja, tetapi juga dirasakan oleh tim PKM-M USD. Secara keseluruhan, TIM PKM-M “Bangke Kribo” merasa bahwa PKM-M ini tidak saja bermanfaat untuk membantu para remaja di Panti Asuhan Taman Bina Anak Bangsa, tapi juga membantu tim PKM-M USD “BANGKE KRIBO” dalam proses pembelajaran dan pendewasaan diri. (progo)

  kembali