Tanggal 31 Maret s.d. 2 April 2006, 50 mahasiswa-mahasiswi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta mengadakan retret tahunan di Rumah Retret Santa Maria, Tawangmangu, Jawa Tengah. Retret ini dirasakan sungguh mengena dan membantu para mahasiswa karena peserta berkesempatan untuk merefleksikan tujuan hidupnya. Dionisia mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris 2005, mengungkapkan, “Retret ini merupakan kesempatan berahmat bagi saya. Di tengah kesibukan studi, seringkali saya terjebak dalam rutinitas dan aktivitas kampus tanpa memiliki arah hidup yang jelas. Melalui retret ini, saya berkesempatan menata dan merancang hidup.” Retret ini diselenggarakan oleh Campus Ministry Universitas Sanata Dharma Yogyakarta (CM USD). CM USD memandang mahasiswa-mahasiswi USD masih perlu mengolah kedewasaan hidup dalam banyak aspek kehidupan, misalnya saja penentuan atas pilihan-pilihan tindakan yang mereka buat. Bahkan, tidak jarang ada sejumlah mahasiswa-mahasiswi yang belum mampu menentukan arah dan tujuan hidupnya. Keadaan tersebut seringkali berdampak pada tingkah laku mahasiswa-mahasiswi yang tidak mendukung pencapain tujuan hidupnya, misalnya saja cuek, tidak peduli pada hidupnya sendiri, orang lain, lingkungan sekitar dan sebagainya. Pihak lain, mereka mengejar impian yang tampaknya semu belaka, mengejar uang, prestise, nilai dan popularitas. Keadaan semacam itu tentunya tidak dapat dibiarkan saja karena dapat berdampak atas timbulnya pembusukan dan kematian jiwa secara perlahan tapi pasti akan terjadi bila mereka tidak segera menyadarinya. Melalui retret ini, mahasiswa-mahasiswi USD diharapkan memiliki habitus baru untuk merefleksikan situasi hidup mereka. Dengan habitus baru tersebut diharapkan mahasiswa-mahasiswi USD dapat menemukan arah tujuan hidupnya. Dengan demikian Mahasiswa-mahasiswi USD sebagai pengikut Kristus dapat berperan memperbaiki tatanan kehidupan yang lebih baik. Selama pelaksanaan retret ini, CM USD bekerja sama dengan anggota Komunitas Hidup Kristiani (KHK) sebagai pendamping. Para pendamping menawarkan metode sharing dalam kelompok kecil dan refleksi pribadi. Dengan metode sharing per kelompok kecil, peserta diharapkan dapat saling berbagi dan mendukung dalam perjalanan hidupnya. Sedangkan sebagai sarana pengolahan, pendamping mengambil manfaat dari Latihan Rohani St. Ignatius. Dengan Latihan Rohani St. Ignatius, pendamping mengajak peserta untuk menyadari dirinya sebagai pribadi yang dicipta dan dikasihi Allah. Selanjutnya, peserta diajak untuk menemukan arah dan tujuan hidupnya. Setelah menemukan arah dan tujuan hidupnya, peserta senantiasa diajak meneladan dan berjuang bersama Tuhan Yesus dalam karya penyelamatan dunia. Akhirnya, dengan rahmat kebangkitan, peserta diundang untuk mengobarkan semangat cinta Tuhan dalam hidup studi, rohani, dan pergaulan demi meraih masa depan yang lebih baik. Komunitas Hidup Kristiani sendiri merupakan sebuah perkumpulan/gabungan dari pria dan wanita, muda dan dewasa, dari berbagai latar belakang yang ingin mengikuti Kristus lebih dekat dan bekerja dengan-Nya dalam membangun kerajaan-Nya. KHK bukanlah organisasi, tetapi dipandang sebagai cara hidup untuk membangun persaudaraan sejati dengan Spiritualitas Ignatian sebagai pilar-pilarnya. Melalui Latihan Rohani St. Ignatius, anggota KHK berusaha menjalin relasi intim dengan Kristus dan Maria sebagai teladan hidup penuh solidaritas terhadap kaum miskin. Dengan spritualitas yang mendalam, anggota KHK berusaha berkarya demi penegakan keadilan di dunia saat ini melalui jalan hidup masing-masing. Secara internasional KHK dikenal dengan nama Christian Life Community. Bagi yang tertarik dapat mengunjungi milis KHK Indonesia: khk-Indonesia@yahoogroups.com Hingga kini, Universitas Sanata Dharma masih konsisten menyelenggarakan retret bagi anggota civitas akademinya (mahasiswa, karyawan, dan dosen). USD meyakini bahwa retret merupakan sarana yang baik untuk berefleksi agar anggota civitas akademi dapat tumbuh bersama dengan saling melayani, mengembangkan diri dalam bidang intelektual dan humanis. Untuk itu, USD perlu memikirkan lebih lanjut agar program ini sungguh dapat dialami oleh seluruh anggota civitas akademi dengan lebih maksimal lagi.




