USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

BAKTI SOSIAL EDUKATIF PRODI BK DI DESA DAWUNG, GUNUNG KIDUL

diupdate: 14 tahun yang lalu


Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling (HMPS BK) dan Guidance and Counseling (GnC) Ministry mengadakan Bakti Sosial Edukatif di Desa Dawung, Gunung Kidul pada hari Minggu (28/4) pukul 09.00 WIB. Kegiatan bakti sosial yang bertema “Cerdas Dan Semangat Dalam Kesederhanaan” dihadiri oleh 73 orang peserta dan 27 orang panitia serta 1 orang dosen pendamping. Kegiatan  baksos yang dihadiri oleh 73 peserta ini, ternyata terdiri dari siswa-siswi SD, SMP, dan SMA. Mereka semua berkumpul bersama untuk berdinamika dan belajar bersama sabagai satu keluarga.
Kegiatan bakti sosial edukatif sebenarnya dimaksudkan untuk menanamkan rasa percaya diri pada diri peserta dengan pertimbangan keadaan yang kurang menguntungkan, mereka mempunyai cita-cita dan harapan yang sama dengan anak seusia mereka.   “Tema yang diambil dalam kegiatan baksos ini, setidaknya bisa mencapai harapan kami agar anak-anak Dawung cerdas dan semangat dalam hidup mereka meskipun dalam keadaan yang sederhana.” Kata Rino selaku koordinator bakti sosial.
Saat sesi materi, team  GnC Ministry membagi anak-anak dalam dua kelompok besar yaitu, kelompok siswa SD dan kelompok siswa SMP dan SMA. Hal ini dimaksudkan agar pemberian materi tepat sasaran sesuai dengan tingkat perkembangan usia para peserta. Materi yang disampaikan oleh Team GnC Ministry adalah penggambaran simbol diri dan cita-cita yang ingin dicapai oleh peserta. Pastinya Team GnC memiliki tuntutan lebih yakni, peserta dapat berbagi pengalaman dan cita-citanya pada semua peserta yang ada di sana.
Poniman seorang siswa kelas 2 SMP menggambar sebuah pohon kelapa sebagai simbol dirinya. “Saya ini mau jadi pohon kelapa karena kalau pohon kelapa itu dari akar sampai daunnya bermanfaat. Jadi saya juga mau bermanfaat.” Ujar Poniman ketika diminta membagikan pengalaman tentang simbol dirinya.
Lain halnya dengan  pengalaman yang terjadi dalam pendampingan pada kelompok anak-anak SD. Ari seorang siswa kelas 5 SD menggambar sebuah bangunan gereja pada kertas gambarnya dan dengan tersipu malu dia berkata “Aku gambar gereja, aku mau gambar gereja karena aku  mau jadi romo. Soalnya kalo aku jadi  romo aku bisa bantu umat.” Meskipun  Ari masih duduk di bangku kelas 5 SD, Ari dapat melihat korelasi yang terjadi antara gambar dan cita-citanya.
Sesi materi yang diakhiri dengan makan siang membawa seluruh peserta kembali duduk bersama untuk  menyaksikan beberapa film yang disediakan oleh panitia. Seusai makan siang para peserta kembali diajak untuk bermain bersama dalam  games yang telah dirancang oleh team GnC.  Games yang terdiri dari 3 permainan, mengharuskan  anak Dawung untuk dipisahkan. Teriakan, rasa geram, senyuman, candatawa dan kegelisahan mewarnai acara games dari tiap kelompok. Pemenang selalu medapat hadiah. Hadiah berupa buku, alat tulis dan makanan kini sudah berada di tangan masing-masing pemenang. Kini mereka semua bersiap untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.
Waktu menunjukkan pukul 15.10 WIB inilah saatnya untuk mengakhiri sesi bakti sosial edukatif dengan anak-anak Dawung. Kesan dan pesan dari Bapak Juster Donal Sinaga, M. Pd. Selaku dosen pembimbing akhirnya menutup segala rangkaian acara kegiatan bakti sosial edukatif. “Bakti sosial yang dilakukan mahasiswa kami tidak membangun jembatan atau fasilitas yang lainnya. Kami hadir menemani anak-anak Dawung untuk bisa menjadi  pribadi yang lebih baik, khususnya dalam menatap masa depannya”Tandas Pak Donal. (Sandy A)

  kembali