USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Prof. Soepomo pada pengukuhan guru besar, Perubahan Tata Bahasa: Penyebab, Proses dan Akibatnya

diupdate: 21 tahun yang lalu

Senyum haru dan bangga tidak hanya terpancar dari Prof. Soepomo, tapi justru membanggakan seluruh civitas akademika Universitas Sanata Dharma, karena sejak tanggal 18 Maret 2006 yang lalu USD menambah koleksi guru besarnya. Melalui sidang terbuka Senat Universitas Sanata Dharma yang diawali dengan pembacaan Surat Keputusaan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia, berlangsung di lantai IV gedung pusat kampus III USD Paingan, Prof. Dr. Soepomo Poedjosoedarmo dikukuhkan sebagai guru besar ketiga di Fakultas Sastra sekaligus guru besar kelima di USD. Soepomo, putera dari Bapak Ibu Poedjosoedarmo, lahir di Wonosari, Yogyakarta, 6 Desember 1933. Memiliki riwayat pendidikan yang cukup panjang, mengenyam pendidikan SR pada tahun 1947 dan SMP di Wonosari tahun 1950, tahun 1953 SGA Negeri Yogyakarta, B-1 Bahasa Inggris, B-1 Negeri Yogyakarta tahun 1958, tahun 1961- 1964 memperoleh gelar BA dan Drs. dari Keguruan Bahasa dan Sastra Inggris IKIP Sanata Dharma, Yogyakarta. Selanjutnya tahun 1967menempuh pendidikan tingkat MA dan Ph.D dengan kajian utama General Linguistics, kajian minor Cultural Anthropology dan Austronesian Lingusitics di Cornell University, A.S, dan tamat tahun 1970. Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul Perubahan Tata Bahasa : Penyebab, Proses dan Akibatnya. Pak Pomo, begitu beliau akrab disapa, menyajikan uraian tentang perubahan tata bahasa (grammar). Yang dimaksud dengan perubahan ialah bergantinya wujud dari wujud yang satu ke wujud yang lain. Yang dimaksud dengan tata bahasa ialah aturan yang menata komponen bahasa menjadi kalimat yang terstruktur. Dalam tulisannya Pak Pomo meliput perubahan yang ada pada tata bunyi (fonologi), tata bentuk kata (morfologi) dan tata kalimat (sintaksis). Pembahasannya mencakup berapa masalah, yaitu apa yang menjadikan tatanan itu berubah, bagaimana proses perubahannya, ke mana arahnya, apa akibatnya, dan apa dampaknya kepada pemahaman kita terhadap hakikat tata bahasa pada umumnya. Proses perubahan tata bahasa sebetulnya sangat erat hubungannya dengan hakikat tata bahasa. Jadi pemahaman yang baik tentang proses perubahan ini dengan sendirinya akan memperbaiki pemahaman kita terhadap hakikat tata bahasa itu sendiri. Menurut tokoh yang pernah mengajar di Universiti Brunei Darussalam, University Of Michigan, Ann Arbor As dan Johan – Wolfgang – Goethe Universitaet, Frankfurt Germany ini, tulisan beliau tersebut merupakan hasil pengamatan terhadap sikap dan penggunaan bahasa dari beberapa masyarakat bahasa, di Jawa, di Indonesia, di Brunei, di Jerman dan di Amerika Serikat, dan hasil pemikiran dan analisis rekan-rekan beliau ahli bahasa di luar negeri. “Proficiat Pak Pomo”.

  kembali