Diabetes mellitus merupakan penyakit tidak terkontrolnya gula dalam darah yang salah satunya diakibatkan konsumsi gula yang berlebihan. Kelainan ini sudah sangat umum ditemui di kalangan masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri terdapat perkumpulan para penderita diabetes dinamakan PERSADIA (Persatuan Diabetes Indonesia). Perkumpulan ini tersebar di seluruh Rumah Sakit di Indonesia, salah satunya Rumah Sakit Jogja, Yogyakarta.
Seorang yang positif diabetes mellitus tetap memerlukan konsumsi makanan atau minuman yang manis, sehingga dibutuhkan alternatif pemanis non kalori yang aman dan membantu terkontrolnya kadar gula darah. Di lain pihak, kebanyakan masyarakat belum mengetahui alternatif pemanis non kalori beserta pengolahannya yang aman bagi penderita diabetes mellitus. Berlandaskan permasalahan tersebut, Tim Pelaksana PKM-M (Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat) Universitas Sanata Dharma (USD) yang lolos didanai DIKTI Tahun 2013, dengan dukungan pendanaan dari DIKTI (Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi) dan kerja sama dengan pihak PERSADIA Rumah Sakit Jogja Yogyakarta, tergerak untuk melakukan kegiatan pelatihan penggunaan dan penanaman Stevia (Stevia rebaudiana) sebagai bahan pengganti gula tebu. Tim Pelaksana PKM-M USD 2013 ini terdiri dari Lukas Surya W (Farmasi 2010), Brigitta Lynda R (Farmasi 2010), R. Kenny C (Farmasi 2010), Edward C (Farmasi 2012), dan Angky Glori (Farmasi 2011, salah satu mahasiswa penerima Beasiswa Unggulan dari Kemdikbud). Stevia ini aman dan bermanfaat, maka perlu diperkenalkan kepada para anggota PERSADIA Rumah Sakit Jogja, Yogyakarta sehingga diharapkan mengetahui dan menggunakan Stevia sebagai alternatif pemanis pada makanan dan minuman. Selain itu di harapkan para anggota PERSADIA dapat mengolah Stevia menjadi pemanis cair yang mudah digunakan serta menanamnya di rumah masing-masing.
Stevia atau “daun manis” merupakan tanaman yang berasal dari Amerika Selatan. Berdasarkan keputusan FDA (Food and Drug Administration) pada tahun 2008, Stevia telah dinyatakan aman secara umum. Stevia memiliki kandungan steviosida yang rasa manisnya 30-400 kali lebih dari gula tebu. Stevia ini tidak memiliki kalori sama sekali (nol kalori), sehingga dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes tanpa mengkhawatirkan naiknya kadar gula darah. Tetapi Stevia ini bukanlah obat karena hanya memberikan rasa manis pada makanan atau minuman, tanpa menghasilkan kalori, dan penggunaan Stevia harus berdampingan dengan konsumsi makanan pokok.
Sosialisasi ini dilakukan di Rumah sakit Jogja di jalan Wirosaban No 1 Yogyakarta, dan kemudian dilanjutkan ke rayon-rayon PERSADIA sekitar Wirosaban, dengan total peserta berjumlah 106 orang anggota PERSADIA. Kegiatan ini dilakukan setiap Jumat tanggal 1 Maret 2013 sampai dengan 12 April 2013, dilaksanakan melalui beberapa tahapan yakni: sosialisasi berupa penyuluhan mengenai Stevia, pengolahan dan penanamannya; pelatihan pengolahan Stevia menjadi pemanis non kalori; serta penanaman dan pembagian bibit Stevia kepada masyarakat sasaran yaitu anggota PERSADIA. Evaluasi dan monitoring yang merupakan pemantauan mengenai pengetahuan dan penggunaan Stevia ini masih akan dilakukan oleh mahasiswa Tim Pelaksana PKMM hingga akhir bulan Mei.
Dari kegiatan ini, Tim Pelaksana PKMM USD mendapatkan pengalaman yang sangat berharga. Dengan menjalankan program ini Tim Pelaksana PKMM dapat menerapkan secara langsung ilmu yang dipelajari dalam perkuliahan untuk membantu masyarakat sehingga ilmu tersebut menjadi lebih berguna. Selain itu melalui program ini, kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat luas lebih terasah. Tim Pelaksana PKMM berharap program PKMM yang berjudul “Pelatihan PenggunaanDan PenanamanStevia (Stevia rebaudiana) Sebagai Bahan PenggantiGula Tebu Yang Aman KepadaPara Anggota PERSADIA Rumah Sakit Jogja Yogyakarta” ini membawa manfaat besar bagi para PERSADIA, khususnya PERSADIA Rumah Sakit Jogja Kota Yogyakarta dan membawa inspirasi dalam membangun pola hidup sehat bagi masyarakat, khususnya masyarakat Yogyakarta. (angky)




