Keajaiban tidak selalu datang dalam waktu yang tiba-tiba. Seringkali Tuhan membuat keajaiban yang tidak disadari oleh manusia. Kuasa Tuhan dapat muncul pada orang-orang biasa, bahkan yang kelihatan lemah dan tak berdaya.
Dari 810 mahasiswa yang diwisuda Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta tanggal 13 April 2013 lalu, Tuhan berkenan menyertai Audris Evan Utomo. Di antara ratusan wisudawan, dia terlihat berbeda dari lainnya. Audris, salah satu lulusan dari program studi Teknik Informatika sejak lahir tidak dapat tumbuh seperti layaknya teman-teman seangkatannya. Dia mengidap multiple sclerosis, suatu kelainan peradangan yang terjadi pada otak dan sumsum tulang belakang. Sebagian besar pengidap multiple sclerosis mengalami kelemahan otot dalam ekstremitas dan kesulitan dengan koordinasi dan keseimbangan seperti yang dialaminya. Audris mengalami kesulitan berbicara dan menggerakkan anggota badan.
Walaupun memiliki keterbatasan fisik, Audris berhasil lulus dengan predikat cumlaude dengan indeks prestasi kumulatif mencapai 3,81. Dia berhasil menyelesaikan studi dalam jangka waktu studi 3,5 tahun. Dengan prestasi ini, dia berhasil menjadi lulusan terbaik program studi Teknik Informatika USD.
Dalam keseharian, Audris dikenal sebagai mahasiswa yang rajin, pandai dan pekerja keras. Keterbatasannya dalam berbicara tidak membuat patah semangat untuk menuntut ilmu dan berusaha menjadi yang terbaik layaknya teman-teman seangkatannya. Walaupun mempunyai kelemahan tertentu, Audris mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki sebagian besar orang. Semangat dan kerja kerasnya membuahkan hasil cemerlang dengan menyabet lulusan terbaik se-Teknik Informatika USD. Audris sangat tekun dengan apa yang dia hadapi dan mampu menuntaskan studinya dengan Indeks Prestasi yang menakjubkan. Teman-teman seangkatan, bahkan adik-adik angkatan sering bertanya tentang materi kuliah kepadanya. Hal ini sungguh membanggakan karena teman-teman di program studinya menerimanya dengan sangat baik. Banyak teman dan adik angkatan menjadikannya sebagai sumber inspirasi jika mereka merasa tidak bisa melakukan sesuatu. Kesulitan gerak Audris juga tidak menyurutkan semangatnya untuk belajar bermain organ.
Ciputra, salah seorang teman seangkatannya sering mendapat peneguhan dari keadaan Audris. “Dia selalu menjadi sumber inspirasi ketika aku putus asa, males-malesan. Dia yang mempunyai keterbatasan fisik saja bisa, kenapa kita yang normal tidak melakukan semaksimal mungkin. Kita kurang bersyukur dengan apa yang kita punya dan dapat dari Tuhan entah menyenangkan kita entah tidak. Semua yang diberikan Tuhan harus disyukuri karena dapat membentuk kita menjadi lebih dewasa” demikian kesaksian Ciputra.
Keajaiban tidak selalu berarti sesuatu yang muncul dengan tiba-tiba. Keajaiban juga berarti perjuangan panjang dan kerja keras untuk mendapatkan kesuksesan. Tuhan menyertai anak-anakNya yang tekun dan rela bekerja keras. Di dalam kelemahan dan kekurangan kita, Dia akan menyempurnakan dengan kuasaNya. (Humas)




