USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Mahasiswa Penerima Beasiswa Unggulan, Bidik Misi, dan Perluasan Akses Pendidikan USD Ikuti Pelatihan Jurnalistik

diupdate: 14 tahun yang lalu


“Tidak ada yang baru di bawah matahari, kecuali mata dan hati kita”, sepenggal kalimat motivasi yang diucapkan oleh St. Kartono kepada para mahasiswa di kelas penulisan feature. Sabtu, 6 April 2013 kampus II Mrican tampak lengang, beberapa mahasiswa sedang berkumpul di area student hall dengan berbagai macam aktivitasnya. Hari Sabtu merupakan hari libur akademik bagi Universitas Sanata Dharma, namun tidak bagi mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi, Beasiswa Unggulan, dan Perluasan Akses Pendidikan. Mereka meluangkan waktu liburnya mulai dari pagi hingga siang untuk mengikuti pelatihan jurnalistik yang diadakan oleh Kantor Wakil Rektor 4 USD.
“Dengan adanya pelatihan ini kita ingin memfasilitasi potensi mahasiswa supaya berkembang, supaya bisa menulis dan mengungkapkan gagasannya”, ujar Wakil Rektor IV Universitas Sanata Dharma, Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D. selaku pendamping pelatihan jurnalistik. Pelatihan ini dibagi menjadi empat kelas dan setiap kelas penulisan diampu oleh dosen yang berpengalaman di bidangnya.  Bapak R. Kunjana Rahardi mengampu kelas artikel opini dan kolom, Bapak St. Kartono mengampu kelas feature, Romo J. Praptadiharja, S.J. mengampu kelas artikel ilmiah popular, dan Ibu Yuliana Setiyaningsih mengampu kelas resensi. Mereka tergabung dalam tim pengampu pelatihan jurnalistik tersebut.  Mahasiswa peserta pelatihan jurnalistik diberi fasilitas berupa modul berjudul “Pelatihan Menulis di Media Massa Untuk Para Mahasiswa Penerima Beasiswa Unggulan, Bidik Misi, dan Perluasan Akses Pendidikan” yang disusun secara khusus oleh tim pengampu pelatihan.
Pelatihan jurnalistik ini memiliki tujuan akhir supaya mahasiswa penerima ketiga jenis beasiswa tersebut mampu mempublikasikan karya tulisnya di media massa. “Saya berharap mahasiswa itu bisa konsisten, terlibat mengikuti ini sampai menghasilkan dua buah tulisan bagus dan layak dipublikasikan. Jadi kemampuan mahasiswa tadi lebih terasah, indikatornya ya tulisan tadi itu”, tandas Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D. Beberapa mahasiswa yang mengikuti pelatihan ini memiliki tanggapan yang berbeda-beda. FX. Adeng Sucipto, penerima beasiswa Bidik Misi dari Prodi Akuntasi angkatan 2012, menyatakan bahwa pelatihan jurnalistik ini tergolong bagus, bisa untuk melatih ke depannya dalam tata cara menulis. Selain itu ia berharap dengan kegiatan ini, beasiswa bidik misi dapat disosialisasikan ke teman-teman dari pelosok negeri karena masih banyak yang belum tahu tentang beasiswa ini. Berbeda dengan Christy Margareth, penerima Beasiswa Unggulan dari Prodi Psikologi angkatan 2010, menyatakan bahwa pelatihan ini secara tidak langsung mengejar kita agar bisa membuat tulisan dengan menyiapkan satu hari tertentu yaitu Sabtu untuk menulis dan setelah itu diajarkan dasar-dasarnya. Tapi menurutnya pelatihan ini belum terlalu mendalam karena ia mengaku masih bingung mencari bahan untuk menulis serta waktu yang disediakan masih terasa kurang.    
Sampai dengan hari Sabtu, 6 April 2013 peserta telah mengikuti pelatihan jurnalistik sebanyak empat kali terhitung sejak tanggal 9 Maret 2013 (terpotong satu kali pertemuan karena libur Paskah). Setelah empat kali pertemuan diberi materi dan teknik penulisan, mulai empat minggu ke depan peserta akan diberi kesempatan untuk konsultasi mengenai tulisannya kepada dosen di kelasnya masing-masing. Semoga dengan kegiatan ini, mahasiswa akan semakin lebih kritis dan peka terhadap konteks situasi sosial mereka melalui tulisan-tulisan di media massa. (lsw)

  kembali