“Kerjasama antara konselor dan katekis sangat diperlukan untuk memaksimalkan layanan kepada masyarakat”
Hal itu disampaikan oleh Kaprodi BK, Dr. Gendon Barus, M.Si., ketika memberikan kata sambutan dalam Dialog dan Studi Banding Program Studi Bimbingan dan Konseling ke Program Studi Ilmu Pendidikan kehususan Pendidikan Agama Katolik (IPPAK) Universitas Sanata Dharma di Kampus V, yang diselenggarakan pada hari Jumat (22/3) dengan tema Pendidikan Karakter di Kampus IPPAK. Kegiatan ini dihadiri oleh 11 dosen IPPAK, 8 dosen BK dan 18 perwakilan mahasiswa BK. Dialog & Studi Banding yang diselenggarakan di kampus IPPAK diawali dengan makan siang bersama, jalan-jalan melihat lingkungan perkuliahan kampus IPPAK dan pembahasan pendidikan karakter di ruang rapat dosen IPPAK.
“Pendidikan karakter memang menjadi salah satu masalah pendidikan di Indonesia” tutur Romo Heryatno, SJ selaku Kaprodi IPPAK. Menurut beliau dengan pendidikan yang dilandasi dengan kekeluargaan dan kebersamaan dapat membantu tercapainya pendidikan karakter yang ingin dicapai. Semangat kekeluargaan yang tampak ialah kebersamaan dosen dan mahasiswa ketika jam istirahat minum teh bersama sambil bercerita-cerita, dan semua nama mahasiswa dikenal sehingga mahasiswa merasa tersapa. Semua nama mahasiswa dapat dihafal dikarenakan nama dan foto siswa dipajang di ruang rapat dosen sesuai dengan angkatannya. “Pengembangan kemampuan softskill yang diberi muatan SKS seperti teater rakyat juga membantu membentuk karakter mahasiswa. Karena mahasiswa sudah meluangkan banyak waktu dan tenaga, kasihan apabila teater rakyat ini tidak diberi muatan SKS.” Menurut Bapak F.X Dapiyanta, SFK.
Sementara itu Romo Ruki, SJ memaparkan “Dengan adanya program spiritualitas, mahasiswa diajak untuk mengenal siapa dirinya.” Mahasiswa biasanya menanti-nanti kegitan di luar kampus yang membawa mereka keluar dari kebiasaan perkuliahan, demikian tegasnya. Beberapa mahasiswa IPPAK yang sharing pengalaman mengenai studi di IPPAK, mereka menyampaikan ungkapan kebahagiaan dan kebanggaannya sebab mereka menerima lebih dari yang diharapkan.
“Perbincangan yang sudah berjalan selama tiga jam lebih ini harus segera diakhiri, karena sudah lewat dari jam yang telah di tetapkan. Pastinya masih ada hal-hal lain yang ingin di sampaikan akan tetapi kita undur lain waktu.” Tutur Wakaprodi IPPAK yang kerap disapa Pak Kris. Acara ditutup dengan nyanyian Pradya Widya lagu kebangsaan Prodi IPPAK. (Sandy A)




