USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

USD Resmikan Pusat Studi Lingkungan

diupdate: 14 tahun yang lalu


Jumat (15/3) USD meresmikan pengoperasian lahan dan bangunan serta pengembangan aktivitas Pusat Studi Lingkungan Universitas Sanata Dharma (PSLUSD) di Soropadan, Condong Catur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Peresmian  yang dilakukan oleh Rektor USD Dr. P. Wiryono Priyatamtama, SJ ini juga dihadiri oleh Yayasan Sanata Dharma, Senat Universitas, jajaran Dekan di USD, perwakilan dari Kantor Konservasi dan Sumber Daya Alam (KSDA) Yogyakarta, unsur Muspika Depok Sleman, segenap mitra PSLUSD, dan masyarakat setempat.
“Kami sangat bersyukur akan adanya sarana PSL di Soropadan ini, yang merupakan salah satu wujud komitmen kami untuk terus bergerak mengembangkan pendidikan lingkungan yang mampu mentransformasi masyarakat menuju kehidupan yang berkelanjutan,” kata Rektor USD.
“Kami berharap sarana yang disediakan dan dikembangkan ini dapat menjadi ‘centrum’ atau pusat yang dapat mengundang sekaligus memicu kegiatan-kegiatan yang mengedepankan pendekatan lintas disiplin ilmu dan menciptakan sinergi antara unsur regulasi, akademik, dan masyarakat yang mampu menggerakkan keberlanjutan sosio-ekonomi dan kelestarian tradisi masyarakat yang berwujud sebagai kearifan lokal,”, kata Drs. P. Sunu Hardiyanto, SJ, M.Sc. salah satu pendiri PSLUSD.
Dr. Enade Perdana Istyastono, M.Sc. selaku  Kepala PSLUSD menjelaskan bahwa di area tanah seluas 6.080 m2, yang sekitar 75% luasan lahannya ditanami tegakan pohon jati dan mahoni ini, telah berdiri sebuah bangunan utama yang menggunakan kayu jati bekas bangunan Wisma Sanata Dharma. Bangunan modern dengan konsep joglo ini sebagai kantor sekretariat, pelatihan, sarasehan, bengkel, dan ruang pameran. Ke depannya akan dibangun pula bangunan pesanggrahan untuk peserta pelatihan serta lahan pelatihan wirausaha mahasiswa khususnya di bidang agro yang berupa demplot kolam, pertanian organik sayuran, biogas terintegrasi kandang ternak, energi terbaharui sederhana, dan budidaya lobster air tawar.
Lebih lanjut Kepala PSLUSD menjelaskan, area dengan tegakan pohon yang dapat digunakan untuk kegiatan outbond serta praktikum ekologi mahasiswa pendidikan biologi ini juga telah menarik minat komunitas-komunitas yang bergerak dalam konservasi lingkungan. Pembentukan kerja sama dengan berbagai organisasi dan jejaring dari dalam maupun luar negeri telah dimulai melalui beberapa inisiasi program. PSLUSD bersama Wahana Alam Lestari dan Andini Birdfarm mulai mengembangkan konservasi burung paruh bengkok dengan target menjadi rujukan konservasi nasional untuk 10 tahun ke depan. Program Pengelolaan sampah berbasis masyarakat juga telah berhasil dijalankan atas kerjasama Journalist Community Care di wilayah Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh Kota Bukittinggi melalui serangkaian penelitian tindakan berbasis komunitas di Soropadan dan Serut Kabupaten Bantul. Program terkini yang sedang dirintis adalah pengembangan bentuk pendidikan lingkungan dalam konsep sister school antara USD dengan Loyola University of Chicago dengan fokus konservasi air dan ketahanan pangan. Kurikulum yang dikembangkan untuk program ini mengacu pada buku teks “Healing a Broken World (Menyembuhkan Dunia yang Sakit)” untuk sekolah menengah maupun perguruan tinggi.
“PSLUSD juga menerapkan konsep ramah energi dengan biaya perawatan rendah, yang memungkinkan kami untuk tidak terlalu banyak mengkonsumsi energi penerangan dan sirkulasi udara. Kami sedapat mungkin memanfaatkan kolam dan tanaman sebagai penyejuk udara, sementara aliran limbah dari setiap ruangan melewati beberapa instalasi pengolahan biologik sederhana berupa biogas, komposter, serta kolam sedimentasi,” lanjut Dr. Enade Perdana Istyastono, M.Sc. (epi)

  kembali