USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Mahasiswa Timor Leste di Universitas Sanata Dharma Peringati Hari Kemerdekaan

diupdate: 14 tahun yang lalu


Telah banyak komunitas yang hadir di Universitas Sanata Dharma (USD). Komunitas-komunitas tersebut hadir dengan bentuknya masing-masing, dan tidak sedikit di antara komunitas itu yang mengutamakan corak persamaan latar belakang geografis, etnisitas, dan tanda identifikasi lain yang menjadi tali pengikat dasar kebersamaannya. USD sendiri dalam hal ini menjadi tempat di mana komunitas–komunitas itu lahir atau mendapatkan bentuk-bentuk awal dari keberadaan mereka. Kehadiran dan posisi USD dalam hal ini menjadi cukup penting dan memiliki peran yang dapat mempengaruhi keberadaan komunitas-komunitas tersebut.
Salah satu peran kampus kepada komunitas-komunitas di dalamnya adalah dengan memberikan dukungan dalam hal berkegiatan. Hal ini dapat terlihat dalam kegiatan kelompok ETIS (East Timor Students Community in Sanata Dharma University), yang pada tanggal 28 November 2012 di Beringin Sukarno, mengadakan kegiatan peringatan hari kemerdekaan negara termuda di Asia Tenggara tersebut. Acara yang diberi nama "Refleksaun Independensia: Komemora Loron Independensia Timor-Leste 28 Novembru", adalah peringatan kemerdekaan Timor Leste secara de yure berdasarkan proklamasi pada 28 November 1975. Selain dimaksudkan sebagai bentuk peringatan hari bersejarah, acara ini juga diposisikan sebagai kesempatan dalam bentuk ruang perkenalan tentang negara Timor Leste untuk umum khususnya dari segi budaya dan sejarah. Kegiatan ini terdiri dari  beberapa acara, antara  lain pameran foto, diskusi tentang bahasa Tetum, dan panggung pertunjukan. Ketiga acara tersebut diselenggarakan secara berurutan pada hari yang sama.
 Bene Savio, mahasiswa prodi Ilmu Sejarah’06 yang merupakan koordinator umum panitia kegiatan mengungkapkan bahwa pada intinya kegiatan ini bertujuan ganda yaitu sebagai bentuk menjaga kesadaran sejarah di kalangan anggota ETIS, serta bentuk perkenalan tentang budaya Timor Leste kepada lingkungan sekitar, dalam hal ini USD dan Yogyakarta secara umum. Bene menambahkan bahwa ETIS tidak bergerak sendiri, kegiatan ini adalah bentuk kerja sama antara ETIS dan MEDIA SASTRA, sebuah komunitas dari Fakultas Sastra USD yang dalam kegiatan ini hadir sebagai partner kerja yang memberikan sumbangan yang cukup besar terutama dalam hal teknis dan perlengkapan.
Bene menekankan bahwa pihak USD mendukung penuh kegiatan ini. Hal ini ditunjukkan dengan adanya bantuan dana, serta bantuan dalam kepengurusan teknis yang diterima kelompok ETIS dari pihak kampus, berupa sejumlah bingkai foto untuk pameran foto, serta pemakaian tempat. Menurut Bene, USD selalu terbuka dan menyambut baik setiap kegiatan dan permohonan perihal dukungan yang diajukan oleh kelompok ETIS. Kampus telah berperan dengan baik dalam hal dukungan tersebut. Contoh lainnya adalah dengan adanya ijin untuk pemakaian ruangan bagi program pembelajaran bahasa Portugis yang pernah dicanangkan ETIS, serta undangan atau ajakan dari USD untuk melibatkan ETIS dalam kegiatan bertema budaya seperti acara tahunan pekan budaya di USD. (Armando-IRB)

  kembali