USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Membangun Karakter Tangguh Sebagai Calon Konselor

diupdate: 14 tahun yang lalu


Senin, 11 Februari 2013 Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Sanata Dharma membuka kegiatan perkuliahan hari pertama semester genap tahun akademik 2012/2013 dengan Studium General. Dengan tema “Membangun Karakter Tangguh Sebagai Calon Konselor”, Studium General ini diselenggarakan di ruang Drost Kampus III Universitas Sanata Dharma, Paingan. Pembicara studium general adalah Dra. Lanny Anggawati, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sanata Dharma.
“Apapun yang kita tanam, itu pula yang kita tuai” demikian kata Ibu Lanny.  Mahasiswa BK sebagai calon konselor atau guru BK perlu menjadi teladan bagi siswa-siswa, klien, ataupun orang-orang di sekitarnya. Menjadi teladan berarti sebagai calon konselor, mahasiswa perlu untuk memiliki sikap yang bertanggung jawab, bijaksana, sopan, dan empati. Seorang konselor atau guru BK yang memiliki sikap empatik terlihat dari postur tubuhnya yang tegak, senyum, kontak mata, jabat tangan yang hangat, dan badannya yang agak condong ke depan saat memberi sapaan. Ibu Lanny juga menekankan bahwa profesi sebagai guru BK merupakan profesi yang mulia karena guru BK mampu membimbing generasi muda menjadi pribadi yang berkualitas. Oleh karena itu, mahasiswa Prodi BK USD harus bangga dan menghormati profesinya sendiri. Ibu Lanny menambahkan bahwa ada 10 paramita yang perlu dimiliki mahasiswa BK agar mampu menjadi konselor atau guru BK yang kuat dan tangguh. Sepuluh paramita itu antara lain: 1) kedermawanan, 2) moralitas, 3) kejujuran, 4) meninggalkan egoisme, 5) tekad, 6) semangat, 7) kesabaran, 8) kebijaksanaan, 9) cinta kasih, dan 10) ketenang-seimbangan.
Dalam studium general inijuga diisi dengan sharing dari Ibu Ning (Guru BK SMA Bopkri 2 Yogyakarta) dan Bapak Aan (Kepala Sekolah IPEKA). Dua alumnus ini berharap mahasiswa BK sebagai calon konselor atau guru BK memiliki kemauan untuk melayani dan berani menghadapi tantangan yang ada dalam dunia kerja. Saat ini sangat dibutuhkan generasi penerus sebagai konselor yang handal, berkompeten, dan berkualitas.
Studium general ini diisi juga dengan diskusi mahasiswa tiap angkatan yang dibimbing oleh DPA (Dosen Pembimbing Akademik) masing-masing angkatan. Mahasiswa diajak untuk merumuskan nilai-nilai, strategi, dan komitmen bersama. (Ren)

  kembali