USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Misa Awal Semester Genap TA 2012/2013: "Beriman dengan Bersolidaritas"

diupdate: 14 tahun yang lalu


Universitas Sanata Dharma pada tanggal 11 Februari 2013 di kapel St. R. Bellarminus mengadakan misa dengan tema "Beriman dengan Bersolidaritas" dipimpin oleh Romo Rukiyanto, SJ (dosen Pendidikan Agama Katolik USD). Misa ini diikuti oleh mahasiswa, karyawan, dan dosen Universitas Sanata Dharma yang akan memulai aktivitas di Semester Genap Tahun Akademik 2012/2013 agar Allah selalu menyertai dan bersama kita.
Romo Rukiyanto, SJ dalam homilinya mengingatkan salah satu jasa Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid yang sering disapa Gus Dur atas jasanya yang menjunjung tinggi pluralisme, atas jasanya itu Gus Dur dipanggil sebagai “Bapak Pluralisme”.  Gus Dur  pula  yang menetapkan Tahun Baru China/Imlek sebagai hari besar nasional. Oleh karena itu, saat ini kita dapat merasakan suasana kemeriahan teman-teman Tionghoa merayakan Imlek. Berkat jasa Gus Dur tersebut, kita semua saat ini dapat merasakan kebersamaan di tengah keberagaman/perbedaan.
“Iman merupakan rahmat yang diberikan kepada manusia untuk menanggapi wahyu Allah. Dalam bacaan sabda, kita melihat bahwa Iman menuntut solidaritas. Iman tanpa perbuatan adalah iman yang mati. Kita, manusia diciptakan oleh Allah untuk saling menolong satu dengan yang lain. Setiap manusia diciptakan oleh Allah sebagai pribadi seturut citraNya. Hari ini Yesus mengajak kita untuk melihat sekaligus mengingatkan bahwa mengasihi Tuhan dan sesama merupakan hukum utama. Dengan adanya pengertian ini, marilah kita mensyukuri perbedaan yang ada, menumbuhkan kasih dan mulai bersatu padu untuk menyongsong hari baru dan masa depan cerah.” demikian pengertian dari “Beriman dengan Bersolidaritas” yang tertulis dalam Teks Warta Iman.
Pada saat yang sama, misa awal semester juga diadakan di hall kampus Paingan. Misa ini dipimpin Romo C. Kuntara Adi, SJ dan Rm Priyono Marwan, SJ. Terkait tema"Beriman dengan Bersolidaritas", bacaan Injil diambilkan dari kisah tentang orang kaya dan Lazarus yang miskin. Para mahasiswa yang mengikuti misa duduk di tikar, memenuhi hall kampus Paingan. Dalam kesempatan ini, panitia membagikan pembatas buku yang di dalamnya bertuliskan "Yesus Kristus menjadi miskin sekalipun Ia kaya supaya oleh karena kemiskinanNya kamu menjadi kaya".
Dalam homilinya Romo Kuntara mempersilakan seorang mahasiswi dari prodi Manajemen yang berasal dari Flores, Endang, yang mulai Oktober 2012 s/d Januari 2013 di Taize, Perancis. Taize adalah sebuah kota kecil di mana banyak orang datang untuk berdoa dalam keheningan. Endang tidak menguasai bahasa Inggris dengan baik, tetapi justru dari kelemahan itu dia belajar untuk banyak mendengar sharing orang lain tanpa banyak berbicara. Disampaikan oleh Rhintan, mahasiswi Psikologi, satu hal yang menarik adalah meski banyak orang di Taize berbeda aliran agama, tetapi mereka tetap memiliki keyakinan yang sama dalam menyapa Tuhan, yaitu dengan keheningan. (bca)

  kembali