USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

MEMBANGUN KARAKTER TANGGUH SEBAGAI SEORANG CALON KONSELOR, SIAPA TAKUT?

diupdate: 14 tahun yang lalu

 

 

 

Senin (11/2) Program Studi Bimbingan dan Konseling mengadakan kuliah umum bagi seluruh mahasiswa prodi BK. Kuliah umum diselenggarakan di Ruang Drost, Kampus III Paingan dengan tema “Membangun Karakter Tangguh Sebagai Calon Konselor” dan mengundang Dra. Lanny Anggawati sebagai pembicara. Kuliah umum juga dihadiri oleh 12 guru BK sebagai tamu undangan dari berbagai sekolah yang ada di DIY.

Ibu Lanny, sapaan akrab Dra Lanny Anggawati, mengawali kuliah umum dengan mengajak peserta membangun sikap bangga sebagai calon konselor. “Konselor itu profesi yang sangat mulia. Kalian itu semestinya bangga membimbing orang lain, kalau tidak bangga berarti anda yang perlu dibimbing” tutur Bu Lanny, kemudian disambut tawa gemuruh peserta.

Selanjutnya, Ibu Lanny  membangun rasa menghargai. Sikap menghargai dicontohkan dengan sikap hormat ketika menyayikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. “Penghormatan itu perlu, tetapi hormatilah orang lain sebelum kamu dihormati seperti kamu berusaha menghormati negaramu” kata Bu Lanny. Sebagai konselor penting untuk memiliki sikap hormat atau menghargai orang lain. Ada lima hal yang perlu diperhatikan ketika memberikan sikap hormat dan menghargai orang lain, yaitu 1) menunjukkan gestur tubuh yang siap dan hormat, 2) memberikan senyum, 3) eyes contact, 4) jabat tangan yang hangat, dan 5) kecondongan tubuh yang relatif menunjukkan sikap hormat.

            Karakter tangguh dapat dibangun melalui kebiasaan untuk berkomitmen, disiplin, menghargai orang lain dan kemampuan untuk memberi. Sharing pengalaman yang diberikan Ibu Lanny dalam memberikan bantuan kepada orang yang datang kepadanya memberikan peneguhan bagi peserta bahwa selalu ada jalan memberi dengan usaha yang tulus dan ikhlas.  “Bangga dan berterimakasihlah Anda sebagai mahasiswa calon konselor yang kelak akan menanamkan kebaikan kepada orang lain”. Sebagai penutup, Ibu Lanny mengajak peserta membangun diri menuju ke kesempurnaan diri yang disebut dengan paramitha dalam bahasa sang sekerta.

Pengalaman kuliah umum yang didapat dari setiap peserta, kini dipadukan menjadi nilai-nilai hidup yang mau dicapai oleh tiap-tiap kelas. Setiap kelas diminta untuk mempunyai karakter tersendiri bagi kelasnya sebagai calon konselor dalam satu semester. Kehadiran dosen pembimbing akademik dalam diskusi tiap kelas membantu membawa arah tujuan yang diharapkan oleh kelas. Hasil refleksi mahasiswa yang menjadi nilai hidup dari tiap kelas diaplikasikan dalam membuat yel-yel kelas yang menjadi buah persembahan bagi kelas dan Prodi BK USD. (Sandy A)
 
 
 

  kembali