“Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma tengah mengembangkan Program Paket Indonesian Cultural Studies yang akan menjadi salah satu program unggulan fakultas. Indonesian Cultural Studies dipandang paling tepat dikembangkan karena sesuai dengan core keilmuan fakultas, yaitu ilmu sejarah, ilmu sastra, dan ilmu linguistik. Ketiga bidang ilmu ini memberikan landasan yang kuat bagi studi Cultural Studies,” demikian antara lain disampaikan Dr. F. X. Siswadi, Dekan Fakultas Sastra, dalam pembukaan Seminar Internal Pengadaan Bahan Ajar Indonesian Cultural Studies bertemakan “Melihat Representasi Indonesia dari Perspektif Alternatif.
Paket kuliah unggulan yang terdiri dari Introduction to Indonesian Cultural Studies, Indonesian Literature, Indonesian Newspaper, Indonesian Music, Indonesian Television,dan Indonesian Film and Culture akan menjadi mata kuliah wajib fakultas dan akan diajarkan dengan menggunakan bahasa Inggris, yang setara dengan ‘kelas internasional’. Seminar yang dilaksanakan di Ruang Driyarkara, 8 Februari 2013 itu, dihadiri dosen dan mahasiswa Fakultas Sastra, dosen dan mahasiswa IRB, serta mahasiswa Fakultas Filsafat dan Teologi USD.
Tiga Landasan
“Ketetapan Fakultas Sastra USD untuk mengembangkan Indonesian Cultural Studies dan memilih cara berpikir kritis sangat tepat karena didukung oleh tiga landasan pokok,” demikian diungkapkan Dr. St. Sunardi, Lic yang hadir sebagai pembicara kunci dalam seminar tersebut.
“Pertama, landasan ideologis. Pada masa sekarang ini, hubungan antar-manusia semakin tereduksi oleh birokratisasi (bukan hanya birokrasi negara tetapi juga birokrasi di lembaga akademis), komodifikasi (pasar dan modal), dan homogenisasi (penyeragaman). Kedua, landasan sipirual. Universitas Sanata Dharma dibangun dalam tradisi humaniora, seperti dalam tradisi pendidikan Jesuit. Ketiga, alasan keilmuan. Dari sudut pandang sejarah perkembangan ilmu-ilmu sosial, bidang Indonesian Cultural Studies sangat tepat dikembangkan,” tegas Dr. Sunardi. (y2t)




