USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

UKM Grisadha Raih Juara I dalam Lomba Tari se-DIY dalam Rangka Dies Natalis UPN ke-54

diupdate: 14 tahun yang lalu


“Regane mung rong ewu. Ora marake lesu. Awak gagah prakoso lan lemu. Jamu… jamu.. jamune mas. Sing dodol ayu-ayu tur kemayu”. Pernyataan tersebut yang diungkapkan sebelum tarian JaGoNes (Jamu Gendong Kenes) dari Unit Kegiatan Mahasiswa Gerak Tari Sanata Dharma (UKM Grisadha) dimulai dalam penampilan UKM Grisadha pada Lomba Tari se–Daerah Istimewa Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Universitas Pembangunan Nasional (26/01).
Dalam rangka memperingati Dies Natalis Universitas Pembangunan Nasional (UPN) ke-54, salah satu Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan UPN mengadakan “Lomba Tari tingkat Regional Daerah Istimewa Yogyakarta”. Lomba tari tersebut diselenggarakan di Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949 yang terletak di jalan Malioboro Yogyakarta. Dalam sambutannya pada saat membuka acara lomba tari tersebut, Ir. Anton Sudyanto, MT (Kepala Program Studi Teknik Pertambangan UPN) mengatakan  bahwa “Kegiatan ini dibuat sebagai sebuah usaha dalam menjaga  keamanan dan kelestarian dari setiap tarian budaya di Indonesia, dan diharapkan masyarakat juga lebih memahami nilai-nilai tarian kebudayaan tersebut”. Sementara kenyataan yang ada sekarang ini,  kebudayaan Indonesia sering kali diakui oleh Negara lain. Hal ini menjadi pelajaran bahwa kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia seharusnya minimal dikenal oleh semua masyarakat Indonesia.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara lansung dengan memanfaatkan tempat yang strategis, yaitu tempat wisata Malioboro, yang merupakan salah satu tempat kebanggaan dari masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal itu menghasilkan banyaknya apresiasi dari masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta yang datang untuk melihat langsung acara tersebut, ditambah lagi acara tersebut dibuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Dengan dilengkapi fasilitas-fasilitas hiburan yang ada, acara tersebut berjalan dengan lancar dan dimaksudkan agar masyarakat tetap dapat menikmati keanekaragaman budaya khususnya tarian yang ada di Indonesia yang ditampilkan dengan menarik. Tarian-tarian yang telah diciptakan oleh beberapa peserta dengan inovasi-inovasi yang baru membuat masyarakat yang datang untuk menyaksikannya menjadi lebih terhibur dan memaknai tarian – tarian adat dari setiap budaya di Indonesia. Dan terbukti, suasana di Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949 menjadi meriah, karena masyarakat juga dilibatkan untuk ikut bersama-sama menari dan memaknai dari setiap penampilan peserta lomba tari tersebut.
Setelah para peserta yang terdiri dari 6 kelompok/sanggar tari yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarya menampilkan tarian-tarian adat dari berbagai daerah di Indonesia, maka salah satu juri yaitu Titik Putraningsih, M.Hum(Dosen Universitas Negeri Yogyakarta) memilih 3 kelompok/sanggar tari yang menjadi pemenang dalam lomba tari tersebut, antara lain Juara I diterima oleh UKM Grisadha (Perwakilan dari Universitas Sanata Dharma), Juara II diterima oleh Sanggar Tari Kalimantan Timur, dan Juara III diterima oleh Sanggar Tari Kalimantan Barat. Penilaian juri tersebut didasarkan oleh beberapa hal, antara lain kekompakan dari kelompok/sanggar dalam menampilkan tarian tersebut dan Inovasi-inovasi baru yang digunakan untuk membuat agar tarian tersebut lebih mudah untuk dinikmati dan menghibur penonton tanpa menghilangkan nilai-nilai dari setiap tarian kebudayaan di Indonesia. Dari kedua hal tersebut dapat menimbulkan point-point penilaian dari setiap juri lomba tari tersebut.
Lomba tari dari UKM Grisadha diwakilkan oleh Tirza Yoga Nugroho (Psikologi), Veronika Mei Diana (BK), Dessiana Adityawati (PBI), Tiara Pawestri (PBI), Fransiska Dhean Meilani (PGSD), dan Lukita Purnamasari (PBSID) menjadikan Universitas Sanata Dharma menjadi salah satu Universitas di Yogyakarta yang sangat peduli dalam melestarikan budaya Indonesia. Tanggapan Agus Susanto(Pelatih Grisadha) mengungkapkan “kemenangan ini menjadi salah satu motivasi untuk mahasiswa Universitas Sanata Dharma agar tetap memiliki sikap rendah hati, mau terus berlatih, dan berusaha untuk menciptakan karya-karya yang spektakuler. (@Carolus_Benny)

  kembali