Seseorang yang banyak belajar, pastinya akan memiliki wawasan yang meluas dan juga daya pikir yang kreatif. Agar hal tersebut mewujud, syarat utamanya adalah seseorang harus memiliki keteguhan hati dalam belajar. Keteguhan hati akan mendorong seseorang untuk tidak mudah berhenti belajar sebelum maksud dari kegiatan belajarnya tercapai. Bagaimana menumbuhkan keteguhan hati dalam belajar? Seseorang perlu menyadari bahwa ada cita-cita, tujuan, dan target yang hendak dicapai. Kedasaran akan cita-cita tersebut idealnya ‘memaksa’ seseorang untuk tertarik dan mencintai terhadap apa yang dipelajari, memiliki rasa percaya diri, muncul keinginan untuk mewujudkan yang terbaik, serta mencoba untuk terus menerus mencari teknik-teknik belajar yang efektif.
Agar berhasil, seseorang perlu membiasakan diri belajar secara teratur dan disiplin karena keduanya akan membuat seseorang memiliki kecakapan belajar dengan baik, yang pada akhirnya memiliki pola pikir dan watak/kepribadian yang baik. Dalam konteks tersebut memang setiap orang memiliki caranya sendiri-sendiri untuk dapat mewujudkannya. Demikian kiranya intisari studium generale bertema “Kiat Menjadi Alumni Bernilai Plus” yang diselenggarakan oleh Prodi Pendidikan Akuntansi & Ekonomi dan HIMAPENSI Universitas Sanata Dharma pada Sabtu, 8 Desember 2012, pukul 11.00 – 13.00 WIB di Aula USD Kampus I Mrican.
Ada 2 tujuan pokok penyelenggaraan studium generale yang sudah bersifat rutin tahunan ini, yaitu: (1) menjadi sarana saling belajar bagi mahasiswa-alumni selama menjalankan proses pembelajaran di Perguruan Tinggi; (2) menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antara alumni dengan para mahasiswa program studi. Hadir sebagai nara sumber dalam acara ini adalah 4 alumni (fresh graduate) dari Pendidikan Akuntansi, FKIP, USD, yaitu: Hery Prasetyo, S.Pd. (Bank BRI, Temanggung), Stevani Elia Indrayanti, S.Pd. (Bank CIMB Niaga, Salatiga), Dimas Duwung Prastowo, S.Pd. (Hotel Novotel-IBIS, Solo), dan Tri Hartati, S.Pd. (PT. Gudang Garam, Tbk). Sementara, peserta yang hadir dalam kegiatan ini sejumlah 154 mahasiswa.
Menurut para alumni, belajar secara formal di kampus idealnya terencana. Ada tujuan, ada rencana kegiatan dan target pencapaian, ada eksekusi kegiatan yang jelas, ada evaluasi belajar, dan baik jika ada waktu untuk melihat kembali apa yang telah terjadi. Tanpa rencana yang jelas, mungkin belajar bagi seorang mahasiswa akan menjadi suatu tugas yang berat untuk diselesaikan. Konteks belajar yang dimaksud di sini tentulah memiliki cakupan yang luas, tidak hanya di kelas, tetapi juga di luar kelas yakni mengikuti kegiatan-kegiatan sesuai dengan hoby/bakat. Tanpa disadari bahkan belajar dapat diperoleh dari siapapun yang dijumpai di kampus (dosen, teman, karyawan, dll). Namun demikian, apapun informasi yang didapat semestinya masih perlu dipilah, dipilih (diputuskan), dan dimaknai. Hal ini penting mengingat seseorang telah bekerja pun, mau tidak mau/suka tidak suka, mesti perlu terus belajar dari siapa pun: atasan, orang-orang di sekelilingnya, dan juga dari apa yang dikerjakannya. Seseorang mungkin tidak akan memperoleh manfaat segera dari belajarnya. Namun di suatu hari nanti, saat seseorang menghadapi berbagai persoalan pekerjaan dan ketidakpastian hidup, seseorang mau tidak mau harus mengambil suatu keputusan dan tindakan. Tinggi/rendahnya kualitas keputusan dan tindakan seseorang, sedikit banyak akan ditentukan oleh kualitas hasil belajar yang diperoleh sebelumnya. (Espete-P.Ak)




