USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Webinar Sanata Dharma Berbagi 2021
“Antisipasi Penuaan Dini dengan Bahan Alam”

diupdate: 1 bulan yang lalu




Universitas Sanata Dharma (USD) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) kembali melaksanakan Webinar Sanata Dharma Berbagi Tahun 2021, kali ini dengan tema “Antisipasi Penuaan Dini dengan Bahan Alam”. Webinar yang digelar pada tanggal 8 Oktober 2021 ini dilaksanakan secara luring di Kampus II USD dan secara daring melalui aplikasi Zoom, serta disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Humas USD.  Diundang sebagai narasumber, dua dosen Fakultas Farmasi yaitu Dr. Jeffry Julianus, M.Si. dan apt. Christofori Maria Ratna Rini Nastiti, M.Pharm., Ph.D., serta dimoderatori oleh Dr. apt. Dewi Setyaningsih, M.Sc. Melalui aplikasi Zoom, webinar diikuti oleh 139 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.

Webinar dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Farmasi USD, Dr. apt. Yustina Sri Hartini, yang mengatakan bahwa tiap hari setiap individu akan mengalami pertambahan usia dan tentunya memiliki perbedaan dalam menyikapi hal tersebut. Dalam menyikapinya, kita perlu masukan dan diskusi sehingga kita bisa menyikapinya dengan tepat. Dilaksanakannya webinar ini untuk menyikapi bertambahnya usia setiap individu dan memanfaatkan limpahan berkat dari Tuhan berupa kekayaan alam yang ada di Indonesia.

Dr. Jeffry Julianus, M.Si. mengawali webinar ini dengan pemaparannya mengenai “Peranan Antiosidan yang Bersumber dari Bahan Alam untuk Menghambat Penuaan Dini”. Disebutkannya penuaan merupakan proses yang terjadi secara perlahan, konsisten dan dalam waktu yang lama. Proses ini dimulai dari bagian sel, tidak dapat terhindarkan dan tidak dapat diharapkan kembali lagi seperti saat masih muda. Selain yang terlihat secara fisik, salah satu tanda terjadi penuaan yaitu rasa mudah lelah ketika beraktivitas. Pemicu terjadinya penuaan yaitu radikal bebas, meski senyawa ini dibutuhkan untuk proses pembelahan sel tetapi jika jumlahnya berlebihan akibat paparan dari luar misalnya polusi udara dan sinar matahari maka akan menambah potensi terjadinya penuaan. Solusi pengatasan radikal bebas berlebihan diperlukan zat penangkalnya yaitu antioksidan. Antioksidan ini bisa didapatkan dari konsumsi buah dan sayur seperti tomat, wortel, stroberi, dan jeruk serta penggunaan masker kunyit. Diberikan pula tips untuk yang sudah berumur dengan makan makanan sehat, banyak buah dan sayur, minum air putih yang cukup, sering berolahraga, menghindari stress, dan menghindari faktor-faktor pemicu terbentuknya radikal bebas. Tips tersebut dapat mengaktifkan mesin sel yang disebut sebagai mitokondria sehingga menjadi lebih berenergi dan tetap glowing.

Pada kesempatan ini apt. Christofori Maria Ratna Rini Nastiti, M.Pharm., Ph.D. melanjutkan webinar dengan topik “Formulasi Sediaan Topikal Antioksidan Bahan Alam” di mana pada kesempatan ini beliau menyatakan bahwa kolagen dan elastin merupakan protein yang berfungsi penting sebagai kekuatan fleksibilitas dan elastisitas kulit sehingga kulit tampak kenyal, elastis, dan tidak berkerut. Manifestasi penuaan pada kulit akibat kolagen dan elastin mengalami kerusakan sehingga tidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik, akibatnya kulit menjadi kering, keriput dan kusam. Disampaikan pula beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk menjaga kolagen dan elastin itu dapat kembali menjalankan fungsinya dengan baik yaitu menjaga kelembaban kulit menggunakan moisturizer, melakukan skin rejuvenation atau peremajaan kulit untuk memicu produksi kolagen dan membuat kulit terlihat cerah yang biasa dilakukan dengan peeling atau pengelupasan sel kulit mati dan laser treatment, penggunaan vitamin, penggunaan collagen boosting contohnya retinol dan vitamin c, medical treatment contohnya injeksi filler, injeksi botox, dan menggunakan stem cell, dan penggunaan antioksidan topikal.

Formulasi sediaan topikal antioksidan yang dioles pada kulit ini bersumber dari bahan alam berupa buah anggur merah, buah beri, dan kacang-kacangan. Ekstrak dari buah-buahan tersebut mengandung senyawa resveratrol yang berfungsi sebagai antioksidan untuk mencegah penuaan. Terkait dengan berbagai sifat resveratrol, apt. Christofori Maria Ratna Rini Nastiti, M.Pharm., Ph.D. mengembangkan formula dengan teknologi nanoemulsi. Ditujukan agar senyawa dapat menembus lapisan tanduk (stratum corneum) dengan lebih baik, dilakukan penambahan chemical penetration enhancer. Dalam penggunaan, diharapkan senyawa dapat terpenetrasi hingga epidermis sehingga kekuatan antioksidan dari resveratrol bisa cukup kuat berada di dalam epidermis dan dermis.

(NZR & KLM)

  kembali