Universitas Sanata Dharma : www.usd.ac.id

Lembaga Penelitian dan Pengabdian
Kepada Masyarakat

Loading
HOMEPROFILEPENELITIANPENGABDIANPUSATPUBLIKASI USDBERITAKONTAK

  Penelitian


+ Ilmu Sejarah
 - Ekonomi
     - Sedang berlangsung
     - Selesai
         - Seminar
         - Jurnal
         - Buku
         - Laporan
+ Farmasi
+ Psikologi
+ Pendidikan Ekonomi
+ Teknik
+ Bimbingan Konseling
+ Sastra
+ Fisika
+ Pendidikan Biologi
+ Matematika
+ Pendidikan Akuntansi
+ Pendidikan Bahasa Inggris
+ Pasca Sarjana
+ PGSD
+ Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia
+ Pendidikan Matematika
+ Pendidikan Fisika
+ IPPAK
+ Pendidikan Sejarah
+ Teologi
Bidang Ilmu Ekonomi --> status Laporan

Model Data Panel Dinamis-Analisis Kebijakan Pariwisata, Keembagaan dan Pasar Terhadap Kunjungan Wisatawan Negara-NEgara ASEAN ke Indonesia.

>> oleh :
Drs. Tiberius Handono Eko Prabowo, M.B.A
Venantius Mardi Widyadmono, S.E.,M.B.A
 
.: status penelitian : kelompok
.: dilaksanakan : January s/d November 2017
.: sumber dana : KEMRISTEK DIKTI

Abstraksi :

Penelitian ekonomi wisata terdahulu belum terakomodasi tentang pentingnya kelembagaan ekonomi sebagai faktor yang menetukan permintaan wisata mancanegara di Indonesia. Permintaan ini fokus pada permintaan wisata dari negara negara ASEAN. Hal ini mengingat pentingnya pasar ASEAN bagi wisata Indonesia dan integrasi komunitas pasar ASEAN yang memungkinkan kita untuk mengambil manfaatnya. Secara internal, penelitian ini perlu memeriksa effektivitas kebijakan RIPPARNAS dalam mendukung pembangunan wisata. Secara eksternal kajian ini akan melihat harga, nilai tukar efektif real, teknologi internet dan penduduk kota sebagai pasar potensial untuk melihat hubungan negara asal dengan permintaan wisata di Indonesia. Hubungan kualitas eksternal tersebut diatas akan mencerminkan masyarakat ASEAN. Melihat daya kompetisi, kualitas wisata dan effektivitas promosi via internet. Integrasi komunitas dan pasar ASEAN juga sangat ditentukan oleh sejauh mana kelembagaan pasar yang diukur dari drajat kebebasan ekonomi yang juga berpotensi mempengaruhi kunjungan wisata. 
   Keseluruhan analisis permintaan wisata menggunakan data panel dinamis diharapkan menjawab kepentingan penelitian ini. Pertama, KAjian ini akan mengevaluasi dan merekomendasikan kebijakan pemerintah, terutamanya pembangunan wisata internasional. Kedua, pentingnya menjaga stabilitas ekonomi makro untuk mendukung pembangunan wisata nasional. Ketiga, penelitian ini juga dalam rangka meningkatkan daya saing dan strategis dalam memanfaatkan peluang liberalisasi pasar ASEAN.  Keempat, mengembangkan ilmu ekonomi pembangunan untuk menjawab berbagai tantangan bangsa di tengah arus kuat globalisasi. 
  Kajian ini menemukan sejumlah persamaan dengan penelitian terdahulu, terutamanya penguatan teori harga permintaan. Harga wisata yang cenderung makin effisien akan meningkatkan jumlah kunjungan wisata. Akses infrastruktur, komunikasi dan proporsi penduduk kota/urban dinegara asal meningkatkan permintaan wisata ke Indonesia. Aspek kelembagaan pasar meliputi aturan, regulasi kekuatan fiskal dan keterbukaan pasar akan mendorong percepatan wisata. namun, penelitian ini menemukan bahwa jasa wisata di Indonesia direspon negatif sejalan dengan meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat dunia. Hal ini menunjukan bahwa jasa wisata Indonesia cenderung inferior. Selain itu penelitian ini memandang penting modernisasi pedesaan dan penguatan kebijakan yang relevan terkait pelaksanaan rencana induk priwisata untuk meningkatkan optimalisasi kunjungan wisata. Sejalan dengan temuan diatas, kajian ini merekomendasikan: (a) Penetapan dan kebijakan yang memastikan harga wisata effisien perlu untuk dilakukan; (b) akses infrastruktur ke kawasan destinasi tidak bisa ditawar lagi; (c) Pembenahan kelembagaan pasar meliputi aturan-aturan, regulasi, keterbukaan pasar, dan peningkatan fiskal perlu dilakukan: (d) Kebijakan teknologi informasi yang semakin informatif dan akses yang makin luas meningkatkan layanan wisata: (f) Destinasi yang dipandang inferior membutuhkan kebijakan yang mendorong "mutu layanan" , pengetahuan destinasi dan "pemasaran yang tepat sasaran". (g) Penguatan rencana induk pengembangan pariwisata harus diperkuat untuk memastikan pengembangan destinasi wisata semakin berkembang. 

<< back
 
© 2019 - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - Universitas Sanata Dharma Yogyakarta  |  Kontak Kami   |  1 user(s) online