
USD – Sabtu, 21 September 2024, tiga dosen dari tiga fakultas (Ekonomi, Sastra, dan Psikologi) USD melakukan pengadian kepada masyarakat di Asrama Putri St.Angela Sedayu. Tim melakukan edukasi tentang kesadaran dan tanggung jawab lingkungan bagi para remaja.
Isu tentang lingkungan hidup memaksa kita semua untuk ikut bergerak ambil bagian, karena memang bumi yang kita huni sedang tidak baik-baik saja. Bumi yang semakin mendidih dari hari ke hari menuntut aksi nyata dari penghuninya agar semua dapat terselamatkan. Berangkat dari fenomena tersebut tiga dosen dari tiga disiplin ilmu di Universitas Sanata Dharma memilih untuk melakukan pengadian kepada masyarakat yang secara khusus ditujukan bagi remaja mengenai kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan memberikan penyuluhan bagi kelompok remaja putri yang diadakan pada Sabtu, 21 September 20204 di Asrama Putri St.Angela Sedayu. Pada kesempatan tersebut disebutkan bahwa kita harus benar-benar peduli terhadap kondisi alam yang kita huni, terminologi “perubahan iklim”rasa-rasanya sudah harus diganti dengan “krisis iklim” mengingat keadaaan yang semakin mendesak dari hari ke hari.


Hal tersebut selaras dengan ajakan Paus Fransiskus yang sejak tahun 2015 telah mengeluarkan Ensiklik ‘Laudato si’ (bahasa Italia yang berarti “Puji Bagi-Mu”) dengan subjudul On the care for our common home (dalam kepedulian untuk rumah kita bersama). Dalam ensiklik ini Paus mengritik konsumerisme dan pembangunan yang tak terkendali, menyesalkan terjadinya kerusakan lingkungan dan pemanasan global, serta mengajak semua orang di seluruh dunia untuk mengambil “aksi global yang terpadu dan segera”. Para remaja tersebut juga disadarkan kembali bahwa Paus Fransiskus menekankan ajaran Katolik yang menuntut kepedulian terhadap ciptaan Tuhan dan kaum miskin serta menyerukan tanggung jawab moral manusia untuk merawat lingkungan.
Pemaparan penyuluhan diperdalam dengan sudut pandang dosen yang terlibat dari tiga disiplin ilmu yaitu Januari Ayu Fridayani, M.M. dari Fakultas Ekonomi, Dr. Minta Istono dari Fakultas Psikologi dan Anindita Dewangga Puri, S.S., M.A dari Fakultas Sastra. Kegiatan juga dikemas secara menarik dengan bantuan dua mahasiswa dari Program Studi Manajemen yaitu Aloysius Noven Pratama Putra dan Kurnia Kiki Darmawan, sehingga peserta yang saat ini duduk di bangku SMA tersebut tidak merasa bosan dan semangat dalam mengikuti.

Pada akhir sesi peserta diminta untuk mensharingkan pengalaman yang didapat dan juga memberikan pendapat mengenai langkah kecil apa yang bisa mereka lakukan untuk ambil bagian dalam merawat bumi. Hasil dikusi peserta mengerucut pada dua langkah nyata yang bisa dilakukan, yaitu: Pertama, konsumsi pangan yang berkelanjutan (sustaianable food consumption). Dengan memperbanyak makan sayur, utamanya dari hasil tanam sendiri dan mengurangi konsumsi makanan olahan karena selain faktor kesehatan juga akan menimbulkan sampah. Kedua, mengenai konsumsi fashion yang berkelanjutan (slow fashion) secara sederhananya dapat dilakukan dengan tidak sering membeli baju dan tidak membuang baju, karena akan mengakibatkan sampah tekstil.
Kegiatan penyuluhan ditutup dengan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta sangat tertarik dan memberikan tanggapan serta refleksi yang positif terhadap kegiatan pengabdian ini. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa materi mengenai kesadaran lingkungan mendapatkan respon yang positif dari remaja putri. Semoga materi dan dinamika yang terjadi saat kegiatan pengabdian berlangsung memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi peserta, dan pada akhirnya mereka dapat menjadi agen-agen yang menggerakkan masyarakat luas untuk peduli terhadap lingkungan.
(JA)




