USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Peningkatan Kompetensi Guru Tunarungu

diupdate: 16 tahun yang lalu


Pusat Studi Individu Berkebutuhan Khusus, sedang punya “gawe” yaitu, pelatihan “calon trainer dan calon mentor” bagi guru tunarungu. Pelatihan ini dilaksanakan antara tanggal 18 sampai dengan 22 Oktober 2010. Sebagai langkah awal pelatihan selama dua hari, yaitu tanggal 18 dan 19 Oktober 2010 diadakan sosialisasi yang bersifat umum. Acara sosialisasi ini dibuka langsung oleh Rektor Universitas Sanata Dharma Dr. Paulus Wiryono Priyotamtama, SJ. Dalam sosialisasi ini dihadiri sekiitar 60 peserta, yang terdiri dari dinas pendidikan, pemuda dan olahraga devisi Pendidikan Luar Biasa, Organisasi Tunarungu, Pemerhati Tunarungu, Unit Layanan Difabel Universitas Islam Sunan Kalijaga, UNY, UGM, dan keluarga tunarungu.
Pelatihan ini melibatkan dosen-dosen FKIP dan Psikologi Universitas Sanata Dharma, serta dosen Psikologi Universitas Gadjah Mada, sebagai calon-calon trainer dan guru-guru dari SLB-B Santi Rama, SLB-B Pangudiluhur, SLB-B Negeri Semarang, SLB-B Dena-Upakara, SLB-B Don Bosco, SLB-B Karna Mannohara, SLB-B Wiyata Dharma, SLB-B Karya Bakti. Seluruha sekolah SLB-B tersebut tersebar, dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Masing-masing SLB-B diwakili oleh dua orang guru terpilih.
Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Tunarungu ini bekerjasama dengan Kentalis International The Nederlands. Model pelatihan ini berbeda dengan model pelatihan yang sering digunakan di Indonesia. Peserta pelatihan berjumlah sedikit agar kualitas optimal bisa dicapai, waktu pelatihan pun berdurasi panjang, yaitu dua tahun. Peserta pelatihan dalam waktu tertentu dihadirkan di Universitas Sanata Dharma, setelah itu mereka kembali ke sekolah masing-masing untuk menerapkan pengetahuan baru  yang diperolehnya, kemudian setelah beberapa bulan mereka akan kembali lagi mengikuti pelatihan untuk mendapatkan pengetahuan baru lainnya. Di samping itu dalam model pelatihan ini para guru juga dibekali dengan kemampuan refleksi yang langsung dipraktekkan oleh mereka.
Diharapkan dengan model tersebut para guru tunarungu dapat meningkatkan kompetensinya dan melalui pengajarannya di kelas dapat semakin memberdayakan murid-murid tunarungu. (pw)

  kembali