Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sanata Dharma (USD) pada hari Sabtu, 23 September 2017 mengadakan Forum Diskusi Nasional 2017. Forum diskusi yang baru diadakan perdana ini berlangsung di Ruang Seminar Auditorium Driyarkara USD dengan mengangkat tema “Berpikir Kritis Membangkitkan Manusia Humanis”. Tiga pembicara yang diundang adalah Alois Wisnuhardana selaku Kepala Pusat Krisis Media Sosial Kantor Staf Presiden Republik Indonesia; Dr. YB. Cahya Widiayanto, M.Si. Dosen Psikologi USD; dan M.M. Isti Handayani, M.Pd. yang merupakan Independent Teachers Trainer; serta Nasarius Sudaryono, S.Pd., M.Si. selaku moderator.Sekitar 120 peserta dan beberapa perwakilan universitas dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan luar DIY turut berpartisipasi di forum diskusi ini, di antaranya adalah Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Universitas Soegijapranata Semarang, Universitas PGRI Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dan Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta.
Acara ini diadakan dengan beberapa tujuan tertentu. Yang pertama, bangkitnya kesadaran peserta Forum Diskusi Nasional akan pentingnya pola pikir kritis dalam membangun keadilan di berbagai segmen kehidupan berbangsa dan bernegara. Yang kedua, terciptanya perspektif sosial pada peserta Forum Diskusi Nasional dalam menghadapi permasalahan di sekitarnya. Yang ketiga, terhimpunnya gagasan peserta Forum Diskusi Nasional yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dalam menanggapi fenomena dehumanisasi yang terjadi di masyarakat. Serta, tersebarluaskannya pola berpikir kritis melalui Forum Diskusi Nasional dan propaganda di media sosial yang dilakukan oleh peserta Forum Diskusi Nasional.
Diskusi dibagi menjadi tiga sesi dengan topik pembicaraan, yaitu (1) “Kesenjangan Sosial, Akar Perpecahan Persatuan Bangsa” yang dibahas oleh Dr. YB. Cahya Widiayanto, M.Si., (2) “Pendidikan yang Humanis dan Implementasinya” yang dibahas oleh M.M. Isti Handayani, M.Pd., dan (3) “Peran Media Online dalam Penerapan Pendidikan Sebagai Solusi dari Kesenjangan” yang dibahas oleh Alois Wisnuhardana. Peserta forum diskusi begitu antusias menanggapi topik-topik yang dibicarakan pada semua sesi diskusi. Para peserta selalu merespon dengan berbagai macam tanggapan atas topik pembicaraan, di antaranya adalah bertanya akan hal yang lebih kritis, menyetujui, dan menambahkan pernyataan dari pembicara, atau sekedar berbagi pengalaman serta pandangan terhadap hal yang diangkat ditopik pembicaraan.
(ID & ATP)




