Sebagai bentuk syukur dan permohonan doa restu dalam menjalani proses kegiatan belajar mengajar selama satu semester genap ini, Senin 13 Februari 2017 pukul 07.15 WIB Campus Ministry Universitas Sanata Dharma menyelenggarakan Misa Awal Semester Genap Tahun Akademik 2016/2017.
Misa awal semester tersebut diadakan di dua tempat yaitu di Kapel Bellarminus Kampus USD Mrican dipimpin oleh Romo D. Bismoko Mahamboro, Pr dan di Lantai
Dasar Gedung Utama Kampus 3 USD Paingan dipimpin oleh Romo Antonius
Sumarwan, SJ. Misa yang mengambil tema “Atas Karunia Tuhan, Terpanggil Untuk Berkarya” ini diikuti oleh segenap Sivitas Akademika USD. Seperti yang diungkapkan oleh Via selaku koordinator Perayaan Ekaristi, tema ini diangkat untuk melihat dan menghayati Karunia yang diberikan oleh Tuhan kepada kita dan bagaimana memanfaatkan Karunia yang diberikan untuk berkarya bagi sesama dalam setiap aktivitas yang dilakukan.
Mengawali homili pada Perayaan Ekaristi yang bertempat di Kampus 3 USD, Romo Antonius Sumarwan, SJ memberikan pertanyaan “Kapan dan di mana anda paling sering mengalami Tuhan?”. Pertanyaan tersebut mengantarkan kita untuk mengingat kembali apa yang diajarkan oleh St. Ignatius mengenai Contemplative in Action. Contemplative berarti mengalami, menemukan, melihat, dan merasakan Tuhan, in action berarti dalam segala aktivitas/kegiatan. Seperti St. Ignatius, yang cita-citanya ingin mengalami Tuhan tidak hanya saat bahagia, tidak hanya saat berdoa, tetapi ingin mengalami Tuhan dalam segala kegiatan dalam seluruh aspek hidup termasuk dalam kesedihan, ujian, dan sebagainya.
St.Ignatius juga membantu kita untuk bisa melakukan Contemplative in Action. Hal itu ditunjukkan melalui cara berdoa yang khas, berdoa bukan hanya soal memohon, atau bersyukur ketika bahagia, ketika diberi banyak anugrah. St. Ignatius mempunyai cara berdoa yang terstruktur dalam 5 langkah. Langkah pertama persiapan, kedua doa pembuka, ketiga mohon rahmat, keempat pokok doa, dan kelima percakapan. Apabila kita melakukan aktivitas dengan kerangka 5 langkah doa tersebut, kiranya kita mampu menjalani aktivitas sehari-hari secara Contemplative in Action sehingga kita mampu menghayati dan mengalami Tuhan dalam setiap aktivitas yang dijalani.
Di akhir homili, Romo Antonius Sumarwan, SJ memiliki harapan jika kita sungguh-sungguh tekun melaksanakan saran dari St. Ignatius itu, kita mampu melihat tanda-tanda dari Tuhan, dan semoga kita juga dapat mempersembahkan aktivitas kita kepada Tuhan tanpa harus melihat yang lain sebagai pesaing yang harus disingkirkan melainkan sebagai sahabat yang saling menolong. (ASN)




