USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

USD Terima Tim Evaluator dari MISEREOR

diupdate: 12 tahun yang lalu


Bertempat di Kampus 2 USD, Yayasan Sanata Dharma dan Universitas Sanata Dharma menerima kunjungan Tim Evaluator dari MISEREOR, kunjungan ini berlangsung pada tanggal 6-9 September 2014. MISEREOR merupakan organisasi wali gereja di Jerman, yang berkomitmen untuk memerangi kemiskinan di Afrika, Amerika Latin, dan Asia. MISEREOR tersedia untuk setiap manusia yang membutuhkan, terlepas dari agama, suku atau jender.
Salah satu penerima beasiswa MISEREOR adalah Mahasiswa dan Dosen Universitas Sanata Dharma sebagai salah satu anggota APTIK (Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik) di Indonesia, sekitar 18 Mahasiswa untuk program S1, 46 Dosen untuk program S2, dan 9 Dosen untuk program S3. Tujuan kunjungan Tim Evaluator dari MISEREOR ke Universitas Sanata Dharma adalah untuk mengetahui impact/dampak adanya MISEREOR bagi para penerima beasiswa. Tim Evaluator MISEREOR yang berkunjung ke USD adalah Barbara Jantzen sebagai perwakilan dari MISEREOR Jerman dan Lucia Retno Mursitolaksmi Royanto sebagai perwakilan dari MISEREOR APTIK. Untuk mengetahui impact/dampak tersebut, Tim Evaluator interview/wawancara Dosen dan Mahasiswa USD yang menerima beasiswa MISEREOR, juga interview Rektor USD.
Rektor USD Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. mengungkapkan bahwa ketika beliau diwawancara oleh Barbara Jantzen dari Jerman, pihak MISEREOR ingin mengetahui sejauh mana program beasiswa yang mereka berikan masih relevan dan ingin mengetahui program Universitas Sanata Dharma untuk memberikan pendampingan lanjutan ketika penerima beasiswa lulus dari studinya. MISEREOR juga ingin mengetahui persoalan yang ada di USD. Kemudian dalam kesempatan wawancara tersebut Rektor menyampaikan “Gambaran persoalannya adalah hal yang menyangkut kualitas perguruan tinggi, sebagai perguruan tinggi yang dikatakan masih kecil di persaingan dunia, USD belum dapat banyak bergerak karena tergantung dari kualitas input, dari kualitas input yang ada tersebut harus terus diupayakan nilai tambah tertentu, yang akhirnya output dapat dikatakan berkualitas dan relevan”.
Sementara itu Dr. Yuliana Setiyaningsih Dosen Tetap USD sebagai salah satu penerima beasiswa MISEREOR APTIK yang diwawancara oleh Tim Evaluator mengatakan bahwa dalam wawancara ini, pihak pemberi beasiswa ingin menggali informasi baik selama perjalanan menempuh studi dan setelah menyelesaikan studi, pengajaran dan pengabdian masyarakat seperti apa yang dilakukan.
Lebih lanjut ibu Yuli menyampaikan bahwa pada saat wawancara ada pertanyaan yang menarik dari pihak pemberi beasiswa yaitu “apakah perlu adanya pertemuan rutin bagi para penerima beasiswa”. Dari pertanyaan tersebut, Ibu Yuli mengatakan bahwa sangat tertarik, karena dari pertemuan itu kita dapat merefleksikan kembali untuk membangun kepedulian dan kesadaran kita terhadap orang lain.
“Saya sebagai penerima beasiswa MISEREOR APTIK merasa sangat senang dan sangat bangga. Saya mendapat anugerah, Tuhan memberikan kemudahan jalan agar dapat menyelesaikan studi. Kemudian saya juga mempunyai tanggungjawab untuk menyelesaikan studi tepat waktu dan menggunakan sebaik-baiknya apa yang telah saya terima.” demikian ungkap Ibu Yuli saat ditanya kesan sebagai salah satu penerima beasiswa MISEREOR APTIK. (AYM)

  kembali