Universitas Sanata Dharma

Fakultas Psikologi

Loading
HomeProfileBeritaAgendaFasilitasAkademikInfo AkademikDownloadPuskalokaKontak

BERITA KEGIATAN

DIALOG LINTAS IMAN : “ Dua Jiwa, Satu Cinta Terpisah Agama “
F.PSI | 01 October 2019
DIALOG LINTAS IMAN : “ Dua Jiwa, Satu Cinta Terpisah Agama “ :: Fakultas Psikologi USD Yogyakarta

Dialog Lintas Iman atau disingkat menjadi DLI merupakan salah satu program kerja dari Bada Eksekutif Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang telah dilaksanakan pada hari Jumat, 20 September 2019 di Ruang Drost Kampus III Paingan Universitas Santa Dharma. Dialog Lintas Iman tahun ini memilih tema Cinta Beda Agama dengan tagline “Dua Jiwa, Satu Cinta, Terpisah Agama”. Tema ini diangkat karena dewasa ini banyak pasangan beda agama yang kebingungan untuk menentukan arah hubungan mereka. Harapannya melalui kegiatan Dialog Lintas Iman ini, peserta dapat lebih memahami pandangan berbagai agama tentang cinta beda agama. Dialog Lintas Iman tahun ini dimoderatori oleh A. Harimurti, S. Psi., M. Hum. selaku salah satu dosen Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma dan menghandirkan enam pembicara dari enam agama besar yang ada di Indonesia, yaitu Romo Nikolas Kristiyanto, S.J., S.S., S.S.L. selaku pembicara dari Agama Katolik, Ir. Ngakan Ngurah Mahendrajaya, MT, IPMd. selaku pembicara Agama Hindu, Js. Cucu Rohyana, S.T. selaku pembicara Agama Konghucu, Pdt. Sri Handoko Prawirohandoko, S.T. selaku pembicara Agama Kristen, Totok Tejamano, S. Ag., M. Hum. selaku pembicara Agama Buddha, dan Dr. Sri Wahyuni, M. Ag., M. Hum. selaku pembicara Agama Islam.

Acara dimulai dengan sambutan ketua panitia oleh Dimas dan pembukaan dari Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang diwakilkan oleh Bapak Y. Agung Santoso, Ph. D. Dalam sambutannya Bapak Agung menyampaikan bahwa tema Dialog Lintas Iman tahun ini sesuai dengan kehidupan pribadinya yang sempat mengalami hubungan beda agama. Pembukaan acara kali ini cukup berbeda karena Bapak Agung membukanya dengan persembahan nyanyian, “untuk membuka cara pada hari ini saya tidak akan mengetuk mic ataupun memukul gong, tetapi saya akan membukanya dengan sebuah nyanyian”. Bapak Agung kemudian mulai menyanyikan sepenggal lagu dari Marcell Siahaan yang berjudul Peri Cintaku, “aku untuk kamu, kamu untuk aku, namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda. Tuhan memang satu, kita yang tak sama, haruskan aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi”, yang kemudian mendapatkan sambutan yang meriah dari peserta.          

Dialog Lintas Iman kemudian dilanjutkan dengan penampilan dari Teater Seriboe Djendela yang menampilkan visualisasi tentang cinta beda agama. Diskusi dibagi ke dalam tiga sesi. Pada sesi pertama, setiap pembicara kemudian memberikan penjelasan tentang apa itu cinta dan hubungan bersarkan pandangan agama tertentu. Pandangan yang disampaikanpun cukup bervariasi, namun para pembicara mengungkapkan bahwa hubungan beda agama erat kaitannya dengan hukum negara dan kondisi sosial masyarakat, sehingga perlu untuk mempertimbangkan kedua faktor tersebut. Dari hasil diskusi dalam sesi ini, dapat disimpulakan bahwa hubungan cinta beda agama tidak sepenuhnya dilarang karena terdapat beberapa agama yang tetap melayani pernikahan beda agama, namun semua tergantung pada kesiapan pasangan dalam menanggung risiko yang dapat ditimbulkan.

Sesi kedua dilakukan setelah ishoma dan memdatangkan seorang narasumber yang sedang menjalani pernikahan beda agama, yaitu Grace Melia. Pada pernikahan ini Grace Melia yang menganut Agama Kristen dan suaminya yang beragama Islam telah menjalin hubungan pernikahan selama kurang lebih tujuh tahun. Grace Melia menceritakan bahwa di awal saat akan memutuskan untuk menikah sempat mendapat penolakan dari keluarga, namun Grace tidak menyesali keputusan ini. Grace sempat menyebutkan bahwa “everytime we fight, let’s try again!”, baginya setiap hari adalah perjuangan, jadi setiap hari pula harus dicoba. Pada sesi ini juga diadakan tanya jawab dari peserta yang menanyakan tentang tata cara pernikahan beda agama, meminta saran untuk hubungan beda agama, dan risiko yang muncul tentang penikahan beda agama.

Pada sesi terakhir, yaitu sesi ketiga, dari masing-masing pembicara memberikan closing statement tentang cinta beda agama yang kemudian disampaikan ulang oleh moderator. Kegiatan Dialog Lintas Iman ditutup dengan penampilan terakhir dari Teater Seriboe Djendela untuk memberikan visualisasi lebih jelas tantang cinta beda agama.

----- Puspa / Student Staff Lab. Psi -------

Dosen
Lowongan Kerja
Kemahasiswaan
Info Alumni
Beasiswa
Gallery
hal. 1  2  3  4  5  ...  17
 
© 2020 - Fakultas Psikologi - Universitas Sanata Dharma Yogyakarta  |  Kontak Kami  |  2 user(s) online