www.usd.ac.id
www.usd.ac.id
  Cerdas & Humanis
English Version  English Version
Loading
HOME TENTANG USD PENERIMAAN MAHASISWA BARU AKADEMIK
  Mail USD      Kontak
 :: Liputan Khusus
Lokakarya BenAR (Benedict Anderson Readers) II
           Lokakarya BenAR (Benedict Anderson Readers) II :: usd.ac.id
~~~


Lokakarya BenAR (Benedict Anderson Readers) II

ANARKISME GLOBAL & IMAJINASI ANTIKOLONIAL

Kamis-Jumat, 30-31 Agustus 2018

Lembaga Studi Realino - Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Lokakarya BenAR II berikut ini adalah gerakan berkelanjutan dari Konferensi “Reviving Ben Anderson Imagined Cosmopolitan Communities” 16-17 Januari 2017.

Banyak salah kaprah mengenai kenyataan, gagasan dan kata “ANARKISME” dalam masyarakat dan kebudayaan global. Membaca secara cerdas buku Ben Anderson “Di Bawah Tiga Bendera: Anarkisme Global dan Imajinasi Antikolonial” (Marjin Kiri, 2015; diterjemahkan dari “Under Three Flags: Anarchism and The Anti-colonial Imagination”, Verso, 2005) akan memberi pandangan dan semangat baru bagi nasionalisme kosmopolitan. Anarkisme bukan sekadar terorisme, radikalisme, dan kekerasan atau kekejian berdasar diskriminasi atas kelas Sosial, Agama dan Ras.

* * *

Beberapa hal dan masalah menarik, penting dan mendesak dari globalisasi kata, gagasan, dan kenyataan anarkisme Tiga Bendera bisa dikaji ulang, misalnya:

  1. Tentang beragam nasionalisme yang sebanding dengan astronomi bintang-bintang, Ben menulis, “Tak ada yang menghubungkan bintang antar bintang ini selain gelap malam dan imajinasi. Keindahannya yang syahdu begitu mencekam sampai butuh tekad kuat untuk menyadarkan diri sendiri bahwa bintang bintang ini sesungguhnya bergerak kalap terus menerus, didorong kian kemari oleh kekuatan medan gravitasi tempat mereka menjadi bagian aktif yang tak terpisahkan (Marjin Kiri, hal. 1). Tepatkah imajinasi itu?
  2. Ben berharap para pembaca bukunya  “kena sihir dari gaung imajinasi anarkisme sastrawi tulisan pejuang revolusi nasionalisme  Filipina, Jose Rizal. Ben sempat membuat perbandingan tentang demo di kota New York ketika tahun 2004 berlangsung Konvensi pemilihan kandidat presiden dari Partai  Republik. Departemen Kepolisian New York menjelaskan kepada para  wartawan bahwa “ancamannya bukan berasal dari orang-orang komunis, bukan pula dari kaum fanatik Muslim, melainkan dari kalangan anarkis.” (Marjin Kiri, hal. 13). Mungkin dan benarkah penjelasan itu?
  3. Pada buku ber-bahasa (Marjin Kiri, hal. 252) ada ilustrasi foto hukuman mati Jose Rizal; dengan caption  “Pada subuh 30 Desember 1896, Rizal dibawa ke Bagumbayan (Taman Luneta) dan dieksekusi dari belakang oleh regu tembak.” Pada halaman berikutnya, Ben memberi “renungan” untuk para pembaca bukunya, “Rizal secara keliru menganggap diri sebagai guru politik bangsanya, tetapi kekuatannnya bukan berasal dari pidato atau artikel-artikel kritisnya  - yang bakal tak terlampau berbeda dari buah tangan kaum terpelajar Filipino lainnya - melainkan berasal dari novel-novelnya.” (Marjin Kiri, hal. 253). Betulkah renungan itu?
  4. Dari kesan beberapa sahabat, kolega dan muridnya, sebenarnya Ben tidak terang-terangan memberi arti tunggal tentang  “anarkisme.” Tetapi, satu hal yang cukup jelas yaitu: justru gagasan, komentar, pertanyaan dll. dari  Ben sendiri yang sering begitu jeli, “nakal,” liar, janggal, aneh, dll. yang bikin dia waspada, peka, dan jeli menangkap topeng kehadiran dari sebuah politik pemangkiran dan pengabaian terhadap kemanusiaan dan keadilan sosial.

* * *

Dalam konferensi “Reviving Ben Anderson” Januari 2017, muncul gagasan akan perlunya kegiatan dan gerakan membaca secara lintas ilmu untuk menangkap dan memperkembangkan gaung sejarah revolusi dan nasionalisme Indonesia.
LSR-USD mengusulkan tiga acara tentang bagaimana lokakarya BenAR II mendatang dapat berjalan baik:

  1. DISKUSI PANEL tiga pakar (politik, sastra, dan sejarah) yang sudah membaca secara mendalam – dengan tiga sisi gagasan/pandangan berlainan – tentang manfaat membaca buku Tiga Bendera. Ada moderator, hadirin sebagai pendengar.
  2. OPEN  TALK berdasar buku Tiga Bendera, ada moderator. Perbincangan tentang hal dan masalah globalisasi anarkisme dalam konteks anti-kolonialisme Filipina – khususnya melalui novel-novel Jose Rizal – mungkin baik dan berguna untuk demokratisasi masyarakat Indonesia dan/atau Thailand. Betulkah dan bagaimana mungkin bahwa selama ini negara-negara Asia Tenggara – yang melahirkan Jose Rizal dkk. di Filipina – semakin condong ke politik seperti di Amerika Serikat akhir-akhir ini.
  3. PEMBICARA KUNCI diundang dalam BenAR II, untuk mengungkap jejak-langkah atau sejarah aksi dan gerakan “an-arkisme” Indonesia yang mampu menyebar secara nasional, kosmopolitan dan global. Gagasan dan aksi anarkisme dalam masyarakat plural yang tanpa membawa intoleransi, menopang proses demokratisasi dan menegakkan keadilan yang tak perlu dikait(kait)kan dengan diskriminasi SARA (kelas Sosial, Agama dan RAs).                                        

Ketiga acara di atas gratis dan terbuka untuk umum. Seluruh hadirin dapat mengikuti ketiganya. Namun khusus untuk yang ingin berpartisipasi aktif (bertanya & berpendapat) dalam acara OPEN TALK, dipersyaratkan mengirimkan komentar (cukup satu halaman!) terkait KELEBIHAN dan/atau KETERBATASAN dari gagasan Ben dalam buku Di Bawah Tiga Bendera. Komentar harap di-email-kan ke realino@mail.usd.ac.id paling lambat20 AGUSTUS 2018.

* * *

Informasi Teknis

Transportasi, akomodasi, konsumsi, dll., selama lokakarya mohon disiapkan dan ditanggung sendiri oleh para peserta.
Transportasi untuk penerbangan internasional langsung menuju dan dari Yogyakarta tersedia di Bandara Internasional Adisucipto, antara lain: Air Asia, Silk air, MAS, Garuda, dsb.).
Akomodasi terdekat dengan berjalan kaki ke lokasi lokakarya, di antaranya:

Jogjakarta Plaza Hotel, 3 menit, harga Rp 800.000

Yellow Star Gejayan Hotel, 5 menit, harga Rp 700.000

Puri Chorus Hotel, 10 menit, harga Rp 400.000

EMBE ENEM Homestay, 5 menit, harga Rp 200.000

Midtown Xpress Demangan Jogja Hotel, 10 menit, harga Rp 300.000
The Edelweiss Hotel Yogyakarta, 10 minutes, harga Rp 500.000

Akomodasi gratis disediakan di penginapan Lembaga Studi Realino dengan 16 kamar, 2 ranjang, hanya terbatas untuk 32 orang. Mohon mengontak sesegera mungkin ke Sophia Wahyu Widiati paling lambat 20 AGUSTUS 2018 di:

Lembaga Studi Realino - Universitas Sanata Dharma

Jalan STM Mrican, Gejayan, Yogyakarta 55002
Tel.                  : +62-274-565751
WA                  : +62-857-28018254
E-mail                : realino@mail.usd.ac.id

 

~~~

FAKULTAS

Fakultas Ekonomi
Fakultas Farmasi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Fakultas Psikologi
Fakultas Sains dan Teknologi
Fakultas Sastra
Fakultas Teologi
Program Pasca Sarjana

BIRO

Biro Administrasi Akademik
Biro Kerjasama dan Hubungan Internasional
Biro Layanan Umum
Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi
Biro Keuangan
Biro Personalia
Biro Sarana dan Prasarana
Biro Hubungan Masyarakat

LEMBAGA

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Lembaga Bahasa
Lembaga Penjaminan Mutu dan Audit Internal

PROGRAM KURSUS BERSERTIFIKAT

English Extension Course
Pel. Kom. Interaktif Bhs Inggris P 60 Jam
Indonesian Language & Culture Intensive Course

LINK

Lembaga Studi Realino
ExeLSa
MonEvIn
Oriental Scholar
Politeknik Mekatronika Sanata Dharma
 

KONTAK

humas@usd.ac.id

USD WEB BADGE

WebBadge USD

JEJARING SOSIAL

Facebook Sanata Dharma Twitter Sanata Dharma Instagram Sanata Dharma
© 2018 - Universitas Sanata Dharma Yogyakarta  |  54.147.142.16: - 6429.9 ms  |   19 user(s) online