USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

SEMINAR " DUNIA PENDIDIKAN DALAM PERUBAHAN REVOLUSI 4.0"


 

 

 

 

TERM OF REFERENCE (TOR)

SEMINAR NASIONAL

“Dunia Pendidikan dalam Perubahan Revolusi Industri 4.0” Latar Belakang Gagasan Revolusi Industri 4.0 sedang megawali jejaknya di jaman ini. Dalam bukunya yang berjudul The Fourth Industrial Revolution, Schawab (2017) menjelaskan revolusi industri 4.0 telah mengubah hidup dan kerja manusia secara fundamental.  Revolusi industri generasi ke-4 ini memiliki skala, ruang lingkup dan kompleksitas yang lebih luas. Kemajuan teknologi baru yang mengintegrasikan dunia fisik, digital dan biologis telah mempengaruhi semua disiplin ilmu. Revolusi Industri 4.0 sebagai gelombang keempat dalam perkembangan industri akan menandai lompatan besar sekaligus tantangan pada berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Fenomena Revolusi Industri 4.0 menjadi dilematis bila menyinggung posisi tenaga kerja manusia berhadapan langsung dengan pemutakhiran teknologi. Kemajuan teknologi telah menciptakan kopentensi-kompetensi yang harus dimiliki setiap orang yang ingin menjadi bagian dari kemajuan tersebut. Itupulalah yang mendorong setiap orang mengakselerasi dirinya mendapatkan berbagai kompetensi tersebut dengan harapan pasar menerima keahlian mereka. Keadaan yang serba cepat pada zaman ini membuat manusia terlena. Kemudahan yang semakin lama dirasakan dalam mengakses suatu sumber daya, tidak disadari sebagai sebuah sinyal lembut. Persainganpun disadari semakin tak kasat mata. Secara tiba-tiba terjadi penurunan di satu sisi, tetapi di sisi lain terjadi peningkatan.  Perkembangan teknologi menjadi pemicu utamanya. Kehadirannya membuat semua bisa diakses, hingga akhirnya kita baru mengetahui bahwa itulah bagian dari disruption. Disrupsi juga menandakan adanya hal-hal yang berubah. Hal-hal yang tidak sama lagi dengan sebelumnya sehingga membutuhkan cara-cara baru untuk dapat menaklukkannya. Menghadapai semua perubahan tersebut, siapkah sumber daya manusia Indonesia menjadi pemain di era ini? Ketika berbicara tentang tenaga kerja manusia tidak bisa lepas dari lembaga pendidikan sebagai salah satu mata rantai yang membentuk kompetensi sumber daya manusia. Pendidikan merupakan salah satu aspek kehidupan  yang berada dalam arus perubahan yang cepat, yang ikut terkena dampak revolusi industri 4.0. Siapkah lembaga pendidikan, khususnya lembaga pendidikan tinggi menyambut era ini? Strategi apa yang harus dimiliki oleh lembaga pendidikan tinggi? Sementara itu, dunia pendidikan mendapat pesaing nyata yang bernama Massive Open Online Courses (MOOCs). Pengajaran online (daring) itu memiliki daya jangkau yang luas, melewati batas-batas fisik kampus dan negara. Sudah banyak perguruan tinggi terkemuka di dunia yang memberikan mata kuliah dengan memanfaatkan teknologi internet tersebut. MOOCs inilah yang mengawali disrupsi perguruan tinggi dan, bahkan, keseluruhan sistem pendidikan tinggi. Tantangan yang lain adalah kurikulum. Lapangan pekerjaan di era revolusi 4.0 menagih sumber daya manusia dengan  kompetensi-kompetensi yang berbeda di era sebelumnya. Kurikulum pendidikan tinggi yang selama ini ada tentu harus dibenahi. Seberapa siap pendidikan tinggi mengkonstruk ulang kurikulumnya untuk menjawab kebutuhan jaman? Sejalan dengan perubahan kurikulum, metode pembelajaran pun harus berubah. Pembelajaran yang melibatkan siswa sebagai pusat pembelajaran menjadi orientasi setiap metode pembelajaran. Guru atau dosen yang selama ini mendapat tempat terhormat sebagai pusat informasi dan pengetahuan bergeser karena diganti siswa sebagai pelaku utama. Sumber informasi dan pengetahuan sekarang menjadi beragam yang ditawarkan teknologi informasi yang canggih. Dengan perkembangan teknologi, cara mengajar dan belajar dimungkinkan melewati batas-batas fisik ruang kuliah, kampus, bahkan negara. Liberal Arts Education dan General Education menjadi bagian yang penting untuk mahasiswa perguruan tinggi. Satu permasalahan yang sedang dihadapi oleh umat manusia didekati, dianalisis, dan diselesaikan dari berbagai perspektif keilmuan secara terpadu-terintegrasi. Lembaga pendidikan, terutama perguruan tinggi menjadi fokus perhatian dan sorotan terkait sejauh mana dapat menyediakan kebutuhan kompetensi dalam menopang era di atas. Diperkirakan, sistem pendidikan tinggi Indonesia pun akan menghadapi perubahan disruptif -menjungkirbalikkan sistem yang berlaku hingga akhirnya terjadi perubahan mendasar dalam keseluruhan sistem pendidikan kita. Oleh karena itu, Indonesia harus menyempurnakan sistem pendidikan tingginya untuk menjawab tantangan zaman. Di masa mendatang, keterampilan yang akan membuat mahasiswa bertahan dan unggul adalah kemampuan berpikir tingkat tinggi,kemampuan menganalisis, kemampuan menyelesaikan permasalahan. Si tuasi tersebtu di atas di satu sisi adalah peluang bagi pendidikan tinggi, di sisi lain menjadi tantangan yang siap mendisrupsi. Kementerian Ristek Dikti telah menyusun rekomendasi Pengembangan Iptek Dikti dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 dalam berbagai hal: kelembagaan, bidang studi, kurikulum, sumber daya, serta pengembangan cyber university, risbang dan inovasi. Senada dengan itu, Universitas Snata Dharma telah menjadikan isu tersebut sebagai salah satu isu strategis yang tertuang dalam Renstra USD 2018-2022, yaitu sistem pendidikan yang tanggap zaman. Artinya, USD perlu meningkatkan relevansi dan keunggulan program studi yang sesuai dengan tuntutan zaman. Secara khusus, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikannya merasa penting menganggapi isu-isu tersebut. Ada panggilan yang cukup kuat untuk menyiapkan diri menghadapi era tersebut. Perubahan paradigm harus segera dilakukan. Perubahan tersebut pertama-tema terhadap padangan akan kompetensi-kompetensi yang diperlukan oleh lapangan di era digital, manajemen pendidikan, sistem kelola pendidikan, dan metode pembelajaran. Salah satu bentuk respon FKIP USD terhadap perubahan ini adalah melakukan sharing gagasan tentang perubahan ini melalui seminar nasional. Tujuan

  1. Terpahaminya dengan baik dan tepat Revolusi Industri 4.0 dalam konteks pendidikan tinggi.
  2. Terpahaminya dengan baik dan tepat berbagai dampak dan implikasi Revolusi Industri 4.0 dalam pendidikan tinggi di Indonesia.
  3. Terpetakan berbagai implikasi pedagogis dan manajemen pendidikan tinggi di Indonesia dalam era Revolusi Industri 4.0
  4. Terekplorasi berbagai gagasan kreatif dan inovatif dalam pendidikan menghadapi gelombang Revolusi Industri 4.0
Sasaran Sasaran forum ini adalah para guru, dosen, pemerhati pendidikan dan para mahasiswa. Para peserta yang menghadiri kegiatan ini ditargetkan berjumlah 200 peserta. Pembicara Dalam forum ilmiah ini FKIP USD mengundang tokoh-tokoh yang kompeten dalam bidang dan pengalamannya. Adapun para pembicara dalam forum ini  adalah sebagai berikut:
  1. 1. Prof Intan Achmad, Ph.D (Dirjendikti Belmawa)
“Kebijakan Pendidikan Tinggi dalam Menghadapi Revolusi Industry 4.0” Dalam menghadapi revolusi industry 4.0, pemerintah mersepon dengan menyusun road map revolusi industry 4.0 di Indonesia. Kebijakan tersebut tidak hanya berkaitan dengan Kementerian Perindustrian tetapi juga terkait dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. Berkaitan dengan hal tersebut muncul beberapa pertanyaan penting yang perlu dibahas yaitu:
  1. Bagaimana visi dan kebijakan pendidikan pada umumnya dan pendidikan tinggi pada khususnya terkait dengan revolusi industry?
  2. Apakah ada perubahan-perubahan yang signifikan terkait dengan penyelengaraan pendidikan tinggi?
  3. Apakah yang perlu disiapkan bagi pendidikan tinggi khususnya LPTK dalam mengakomodasi perubahan tersebut?
 
  1. 2. Drs. Tarsisius Sarkim M.Ed., Ph.D (Dosen Universitas Sanata Dharma)
“Peluang dan Tantangan Pendidik dalam Pembelajaran Menghadapi Revolusi Industry 4.0”. Pembelajaran dalam menghadapi revolusi industri 4.0 tidak hanya memunculkan tuntutan baru tentang kompetensi lulusan tetapi juga menuntut cara belajar yang baru. Berkaitan dengan hal tersebut muncul pertanyaan-pertanyaan penting sebagai berikut.
  1. Manusia seperti apakah yang akan dibentuk dalam menghadapi revolusi industry 4.0?
  2. Bagaimana peran guru dan dosen dalam pemebalajaran saat ini?
  3. Bagaimanakan teknologi yang sesuai dengan konteks pemeblajaran di Indonesia?
  4. Bagaimanakah penyiapan guru yang dilakukan oleh LPTK?
  1. 3.Prof. Ir. Tian Belawati, Med., PhD.,
“Karakteristik dan Model-Model Pembelajaran Dalam Jaringan”. Banyak model pembelajaran yang dapat dipilih dalam konteks pembelajaran saat ini. Pembelajaran jarak jauh dan secara online merupakan salah satu cara yang nampaknya akan semakin meluas penggunaannya. Universitas Terbuka memiliki sejarah panjang mengelola pembelajaran jarak jauh. Contoh-contoh praktik penyelenggaraan pendidikan tersebut perlu diungkap. Berkaitan dengan hal tersebut muncul pertanyaan-pertanyaan penting sebagai berikut.
  1. Bagaimanakah penyelenggaraan pembelajaran secara online yang baik?
  2. Apa saja karakteristik pembelajaran online?
  3. Apakah pembelajaran online efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran?
  4. Apakah kendala-kendala yang dihadapi dalam pembelajaran online?
  1. 4. H.J. Sriyanto, S.Pd (Guru SMA Kolose De Britto)
 “Praktik Pembelajaran dengan Idealisme” Pembelajaran di sekolah memiliki komplesitas yang tinggi. Banyak pihak berkepentingan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang dilakukan oleh guru. Dalam kondisi yang demikian guru perlu mengakomodasi berbagai kepentingan dengan tidak mengorbankan idealisme pembelajaran. Berkaitan dengan hal tersebut muncul beberapa pertanyaan.
  1. Bagaimana guru dapat mewujudkan idealisme dalam pembelajaran?
  2. Apakah tantangan terbesar dari pembalajaran saat ini?
  3. Bagaimana guru dapat mengorganisasikan sumber-sumber belajar bagi siswa?
  4. Bagaimana guru guru dapat menarik perhatian siswa dan guru dapat memperhatikan pribadi-pribadi siswa ?
 

  kembali