Universitas Sanata Dharma : www.usd.ac.id

Lembaga Penelitian dan Pengabdian
Kepada Masyarakat

Loading
HOMEPROFILEPENELITIANPENGABDIANPUSATPUBLIKASI USDBERITAKONTAK

  Penelitian


+ Ilmu Sejarah
+ Ekonomi
+ Farmasi
+ Psikologi
+ Pendidikan Ekonomi
 - Teknik
     - Sedang berlangsung
     - Selesai
         - Seminar
         - Jurnal
         - Buku
         - Laporan
+ Bimbingan Konseling
+ Sastra
+ Fisika
+ Pendidikan Biologi
+ Matematika
+ Pendidikan Akuntansi
+ Pendidikan Bahasa Inggris
+ Pasca Sarjana
+ PGSD
+ Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia
+ Pendidikan Matematika
+ Pendidikan Fisika
+ IPPAK
+ Pendidikan Sejarah
+ Teologi
Bidang Ilmu Teknik --> status Laporan

SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENATAAN GURU SEKOLAH DASAR NEGERI DI LINGKUP DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN SLEMAN.

>> oleh :
Paulina Heruningsih Prima Rosa, S.Si.,M.Sc
Drs. Haris Sriwindono, M.Kom
Njoo Kiem Lan Alias Agnes Maria Polina, S.Kom.,M. Sc
 
.: status penelitian : kelompok
.: dilaksanakan : January s/d November 2017
.: sumber dana : KEMRISTEK DIKTI

Abstraksi :

Salah satu kebijakan yang ditetapkan Pemeritah untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah melalui penataan dan pemerataan guru. Sejumlah perundangn, peraturan serta petunjuk teknis terkait penataan dan pemerataan guru Pegawai Negeri Sipil telah diterbitkan oleh pemerintah, diantaranya Peraturan Bersama 5 Menteri tahun 2011 tentang penataan dan pemerataan guru PEgawai Negeri Sipil. Dalam peraturan bersama lima menteritersebut, disebutkan bahwa pemerintah kabupaten/kota memiliki beberapa tugas diantaranya adalah: (1) penyediaan Peta Guru yang menginformasikan tentang kelebihan dan/atau kekurangan guru PNS di wilayah kabupaten/kota, dan (2) Pemindahan guru PNS antarsatuan pendidikan. Pelaksanaan tugas tersebut dilakukan dengan memperhatikan aturan perhitungan kebutuhan guru dalam peraturan bersama lima menteri tersebut.
   beberapa satu faktor yang menjadi pertimbangan  tentang perhitungan kebutuhan guru adalah rasio guru dan siswa, jumlah siswa dalam rombongan belajar, serta pemenuhan kewajiban jam kerja guru tersertifikasi. Dalam Stabdar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota, ditetapkan rasio guru: siswa yang disebut ideal adalah 1:32. Sedangkan jumlah jam mengajar minimal bagi guru tersertifikasi adalah 24 jam per minggu.
   Dengan menggunakan acuan tersebut, berdasar dari data dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga ( Dikpora) KAbupaten Magelang yang berjumlah 555 memiliki rasio guru siswa di bawah standar, kebanyakn karena jumlah siswa yang terlalu sedikit. Sebagai akibatnya antara lain terdapat fasilitas sekolah yang tidak termanfaatkan secara optimal, pengelolaan sekolah tidak efisien, dan terkadang tidak mudah bagi guru tersertifikasi untuk memenuhi jam mengajar minimal sehingga menimbulkan akibat lanjutan tidak dapat dicairkannya dana sertifikasi guru.
   secara teoritis, situasi tersebut akan teratasi dengan melakukan penataan guru maupun regrouping sekolah. Namun demikian, persoalan penataan guru tidakah sederhana. banyak faktor yang harus dipertimbangkan terkait penataan guru diantaranya rasio guru siswa, jumlah siswa pada setiap tingkatan, jarak antar sekolah maupun jarak jarak tempat domisili guru dengan sekolah jika diperlukan penataan guru yang mengakibatkan guru harus mengajar dibeberapa sekolah sekaligus, serta kualifikasi guru berdasar hasil Uji Kompetensi Guru (UKG). Tidak mudahnya implementasi Peraturan Bersama lima Menteri tentang penataan dan pemerataan guru PNS telah menjadi bahan kajian beberapa peneliti sebelumnya. Hal itu juga menjadi salah satu fokus perhatian Dinas Dikpora Kabupaten Magelang.
   Berdasarkan masalah tersebut, dalam penelitian ini dikembangkan suatu sistem pendukung pengambilang keputusan untuk membantu Dinas Dikpora Kabupaten MAgelang mempertimbangkan berbagai faktor tersebut dalam penataan guru SD Negeri di Kabupaten Magelang. Pada tahun pertama dikembangkan purwarupa model pengambilang keputusan penataan guru yang tepat dengan menggunakan algoritma genetika. Pada tahun kedua purwarupa tersebut dikembangkan menjadi perangkat lunak yang diimplementasikan di lingkungan sesungguhnya. Sedangkan pada tahun ketiga perangkat lunak yang telah dioprasikan di lingkungan sesungguhnya dan dievaluasi hasilnya dengan berdasarkan kriteria CLEAR ( Communicative, reLiable, Easy to Acces, and Relevant) dan Es usabillity (Effective, effecient. Error Tolerant, Enganging, dan Easy to Use).
   Dalam laporan kemajuan ini dipaparkan hasil penelitian tahun yang sudah mencapai 100% dari tahapan yang direncanakan untuk tahun pertama.

<< back
 
© 2019 - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - Universitas Sanata Dharma Yogyakarta  |  Kontak Kami   |  1 user(s) online