Universitas Sanata Dharma : www.usd.ac.id

Lembaga Penelitian dan Pengabdian
Kepada Masyarakat

Loading
HOMEPROFILEPENELITIANPENGABDIANPUSATPUBLIKASI USDBERITAKONTAK

  Penelitian


+ Ilmu Sejarah
+ Ekonomi
+ Farmasi
 - Psikologi
     - Sedang berlangsung
     - Selesai
         - Seminar
         - Jurnal
         - Buku
         - Laporan
+ Pendidikan Ekonomi
+ Teknik
+ Bimbingan Konseling
+ Sastra
+ Fisika
+ Pendidikan Biologi
+ Matematika
+ Pendidikan Akuntansi
+ Pendidikan Bahasa Inggris
+ Pasca Sarjana
+ PGSD
+ Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia
+ Pendidikan Matematika
+ Pendidikan Fisika
+ IPPAK
+ Pendidikan Sejarah
+ Teologi
Bidang Ilmu Psikologi --> status Laporan

Interpretasi Isu-Isu Stratejik: Peran Persepsi terhadap Ketersediaan Informasi, Organizational Collective Efficacy dan Cognitive Complexity

>> oleh :
Minta Istono, S.Psi.,M.Si.
 
.: status penelitian : pribadi
.: dilaksanakan : March s/d December 2015
.: sumber dana : dikti disertai doktor

Abstraksi :

Studi dari penelitian menemukan bahwa proses interpretasi isu korupsi lebih banyak dipengaruhi oleh apakah isuk korupsi tersebut terjadi dilingkungan kerja atau diluar lingkungan kerja. Isu korupsi yang terjadi dilingkungan kerja akan diinterprtasi sebagai suatu yang urgrnt dibanding dengan isu korupsi yang terjadi diluar lingkungan kerja. Ketersediaan informasi menjadi kurang relevan memengaruhi interpretasi responded terhadap isu korupsi karena setiap responded yang memiliki jabatan sebagai eselon 3 di pemerintahan kota harus sudah tersertifikasi sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Sedangkan konteks organisasi yang memengaruhi bagaimana interpretasi isu korupsi adalah iklim silence yang ada di pemerintahan kota, sehingga variable organizational collecitive efficacy tidak banyak diungkap pada stusi satu ini.

Interpretasi pejabat publik terhadap urgrncy dan feasibility suatu isu di pemerintahan masih belum banyak diteliti, penelitian yang telah dilakukan lebih banyak meneliti interpretasi isu stratejik oleh manager, oleh karena itu penelitian ini penting untuk dilakukan. Konsep tentang interpretasi isu dapat didefinisikan sebagai proses menterjemahkan data menjadi pengetahuan dan pemahaman (Thomas & McDaniel, 1990). Konsep feasibility dan urgency dikemukakan oleh banyak ahli seperti Dutton dan Duncan(1987); Ginsberg dan Venkatraman(1995); Julian dan  Ofori-Dankwa(2008). Penelitianan dilaksanakan dalam setting lapangan oleh karena itu untuk interpretasi isu menggunakan pendekatan Feasibility dan Urgency (FU). Hal ini didasarkan dari hasil penelitian Julian dan Ofori-Dankwa (2008) yang mengindikasikan bahwa pendekatan FU lebih baik dalam memprediksi intensi untuk merespon isu startejik dibanding dengan Threat dan Opportunity. Ginsberg dan Venkatraman (1995)juga menemukan bahwa FU berkolesi dengan komitmen untuk merespon.

Analisa kualitatif studi satu pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang banyak memengaruhi interpretasi isu korupsi oleh pejabat publik dipemerintahan kota dan pemerintahan daerah di Indonesia. Wawancara dilakukan terhadap 13 pejabat publik dengan jabatan eselon 2 dan 3 baik yang terkena kasus korupsi maupun yang masih menjabat sebagai kepala bidang atau kepala dinas.

Kata kunci: Interpretasi isu Feasibility dan Urgency (FU), perceived organizational collective efficacy, congnitive complexity


<< back
 
© 2019 - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - Universitas Sanata Dharma Yogyakarta  |  Kontak Kami   |  1 user(s) online