Universitas Sanata Dharma : www.usd.ac.id

Lembaga Penelitian dan Pengabdian
Kepada Masyarakat

Loading
HOMEPROFILEPENELITIANPENGABDIANPUSATPUBLIKASI USDBERITAKONTAK

  Penelitian


+ Ilmu Sejarah
+ Ekonomi
+ Farmasi
+ Psikologi
+ Pendidikan Ekonomi
 - Teknik
     - Sedang berlangsung
    + Selesai
+ Bimbingan Konseling
+ Sastra
+ Fisika
+ Pendidikan Biologi
+ Matematika
+ Pendidikan Akuntansi
+ Pendidikan Bahasa Inggris
+ Pasca Sarjana
+ PGSD
+ Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia
+ Pendidikan Matematika
+ Pendidikan Fisika
+ IPPAK
+ Pendidikan Sejarah
+ Teologi
Bidang Ilmu Teknik --> status Sedang Berlangsung

STRATEGI PENGEMBANGAN E-GOVERNMENTYANG KONTEKSTUAL MEMAKAI TEORI JEJARING AKTOR UNTUK MENUNJANG TATA KELOLA PEMERINTAH DAERAH

>> oleh :
Johanes Eka Priyatma, M.Sc.,Ph.D
Njoo Kiem Lan Alias Agnes Maria Polina, S.Kom.,M. Sc
 
.: status penelitian : kelompok
.: dilaksanakan : March s/d December 2016
.: sumber dana : DIKTI HIBAH BERSAING

Abstraksi :

E-government adalah sistem komputer yang digunakan pemerintah untuk mendukung peningkatan kualitas layanan publik. Hadirnya teknologi internet mendorong pengembangan e-goverment sedemikian rupa layanan pemerintah kepada publik dapat berlangsung dengan cepat,mudah, murah dan tak tergantung lokasi. Selain itu, e-government juga mendorong terjadinya transparansi pengelolaan pemerintah yang pada akhirnya akan mengurangi praktek korupsi dan manipulasi. Lebih lanjut e-government juga memberikan sarana dan fasilitas untuk meningkatkan partisipasi publik dalam pemerintahan.

Namun demikian, pengembangan e-government tidak pernah mudah khusunya di negara berkembang seperti Indonesia karena adanya berbagai keterbatasan dan kendala. Salah satu kendalah yang sangat mempengaruhi pengembangan e-government adalah susahnya mengelola perubahan. Hal ini karena e-government akan berhasil jika diawali dengan serangkaian perubahan baik itu menyangkut tatakerja, struktur kewenangan, perundang maupun mentalitas kerja. Kompleksitas pengembangan e-government ini hanya dapat dikenali apabila proses dan strategi pengembangannya dilihat lebih dari sekedar penyediaan teknologi perangkat keras dan lunak tetapi lebih sebagai hasil tarik-ulur kepentingan berbagai pihak dalam sebuah jejaring yang rumit.

Penelitian ini akan mencari pola strategi pengembangan e-government yang terjadi di setiap kabupaten/kota di DIY. Supaya pencarian strategi tersebut berhasil maka proses pencarian akan dilakukan dengan memakai kerangka Teori Jejaring Aktor (TJA). Kerangka teori ini dipilih karena teori ini mempunyai berbagai asumsi dan pendekatan  dalam memahami pengembangan e-government secara lebih mendasar. Hal ini karena TJA akan memandang e-government sebagi sebuah jejaring dan cara pandang ini menjanjikan pemahaman lebih baik tentang esensi e-government. Diharapkan, dengan pemakaian TJA ini akhirnya dapat ditemukan sebuah strategi kontekstual (sesuai dengan keadaan sekitarnya) pengembangan e-government di DIY. Dengan penemuan ini, pengembangan e-government dapat diperbaiki untuk wilayah-wilayah yang mempunyai situasi dan kondisi yang mirip dengan di DIY.

Selama tahun pertama, dilakukan dua hal pokok yakni pemetaan pengembangan e-government di DIY dan pengembangan kerangka teori yang akan digunakan untuk menganalisis data di tahun kedua. Pemetaan tekah dilakukan dengan mengunjungi serta mengadakan diskusi terfokus dengan sebagian besar pihak yang terlibat langsung dalam pengembangan e-government di lima kabupaten/kota DIY. Sedang pengembangan kerangka teori dilakukan dengan mengkaji kaitan Teori Jejaring Aktor dengan konsep strategi. Kerangka teori telah dirumuskan ke dalam makalah dan telah diterima untuk dipresentasikan di seminar.

Selama tahun kedua, analisis mendalam telah dilakukan terhadao temuan dari kabupaten Sleman dan hasilnya dituangkan dalam sebuah artikel jurnal. Artikel tersebut telah diterbitkan oleh Journal on Actor Network Theory and Technological  Innovation (IJANTTI), No. 7, Vol. 4, October-Desember 2015 dengan judul  "Strategizing E-government Development Using an Actor Network Theory Perspective." Selain menerbitkan artiker dij jurnal internasional yang merupakan salah satu output terpenting di penelitian ini, selama tahun kedua juga telah dilakukan kajian mendalam terhadap dinamika pengembangan e-government di Kota Yogyakarta dan di Kabupaten Bantul.

Tahun Ketiga akan diisi dengan kegiatan penulisan artikel untuk kasus Kota dan Kabupaten Bantul serta analisis mendalam untuk Kabupaten Kulonprogo dan Wonosari. Diharapkan dalam tahun ketiga hasil analisis tersebut dapat dipresentasikan ke dalam seminar internasional dan kemudian diterbitkan kedalam jurnal internasional atau terakreditasi nasional.

Kata kunci: E-government; strategu pengembangan e-government; Teori jejaring Aktor

<< back
 
© 2019 - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - Universitas Sanata Dharma Yogyakarta  |  Kontak Kami   |  1 user(s) online