Universitas Sanata Dharma : www.usd.ac.id  

Universitas Sanata Dharma

Lembaga Bahasa

  
HomeProfilePusat PusatInternational StudentsPendaftaran StaffMail USDKontak
 

BERITA KEGIATAN

Culture Fest 2014: “Bhinneka Warna, Satu Asa”

Adalah Culture Fest, sebuah acara tahunan yang mengkolaborasikan antara kebudayaan dalam negeri dan luar negeri. Culture Fest merupakan persembahan Lembaga Bahasa Universitas Sanata Dharma (LBUSD) dalam rangka Dies Natalis ke-59 Universitas Sanata Dharma. Ini merupakan kali ketujuh perhelatan tersebut diadakan. Culture Fest 2014 (CF 2014) ini mengusung tema “Bhinneka Warna, Satu Asa”. Tema ini merupakan refleksi dari tema besar Dies Natalis Universitas Sanata Dharma “Peran Perguruan Tinggi dalam Pendidikan Demokrasi Indonesia”. Demokrasi yang berasal dari bahasa Yunani demokratia - kekuasaan rakyat (Surawan, Martinus. Kamus Kata Serapan. 2001) berarti sistem pemerintahan yang segenap rakyat turut serta memerintah dengan perantaraan wakilnya atau pemerintahan rakyat (Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1994). Maka, berbicara tentang demokrasi berarti berbicara tentang perbedaan. Perbedaan yang dimaksudkan di sini bukanlah seuatu hal yang negatif, tetapi memuat artian bahwa setiap orang mengalami perjumpaan dengan orang lain dalam berbagai konteks yang berbeda. Atau, dalam hal ini, Levinas membahasakannya: perjumpaan dengan yang lain. Dalam konteks negara kita, Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, agama, adat-istiadat dan kebudayaan. Kebhinnekaan ini menjadi kekayaan tersendiri dalam proses demokrasi di Indonesia. Kebhinekaan atau keberagaman di Indonesia bukan merupakan sebuah penghalang dalam membentuk Indonesia yang maju dan berkembang, tetapi sebaliknya bahwa keberagaman itu merupakan kekuatan bangsa; kekayaan dalam membangun bangsa. Kata “warna” dalam tema CF 2014 di atas merupakan simbol dari kekayaan agama, suku dan budaya yang ada di Indonesia. Kebhinekaan warna itu menjadi keindahan tersendiri bagi bangsa Indonesia; baik warganya maupun warga dunia. Meskipun begitu, kebhinekaan warna itu tak terlepas dari satu tujuan, satu asa, yaitu menjadikan Indonesia maju dan beradab.

Refleksi akan tema ini dibungkus dengan apik oleh Ibu Henny Herawati dalam puisinya yang berjudul Pohon Pertiwiku yang kemudian diterjemahkan ke dalam 17 bahasa, yaitu Indonesia, Jawa, Mandarin, Filipino, Ukraina, Rusia, Korea, Polandia, Jepang, Spanyol, Thailand, Myanmar, Vietnam, Belanda, Swahili, Perancis dan Inggris. Di dalam puisi ini keberagaman disimbolkan dengan daun. Bahwa setiap daun itu mempunyai tangkainya sendiri yang memungkinkan mereka dapat bernafas ataupun bertutur cerita mengenai diri mereka sendiri dengan bebas. Meskipun begitu, mereka tetap berada dalam satu pohon dan menjadikan pohon itu menjadi lebih semarak dan indah dengan keberadaan mereka.

Puisi inilah yang menjadi puncak acara Culture Fest 2014 yang digelar pada tanggal 15 November 2014 di Kantin Realino, Kampus 2 Universitas Sanata Dharma. Acara yang dibuka pukul 16.15 WIB ini diawali dengan tarian Gencring Tamborin, sebuah tarian kreasi baru yang ditampilkan oleh Yanuar. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Harsono selaku ketua panitia CF 2014, Ibu Retno Muljani selaku Ketua Lembaga Bahasa USD dan Bapak Eka Priyatma selaku Rektor Universitas Sanata Dharma. Secara berturut-turut acara berlangsung sebagai berikut: paduan suara mahasiswa PBI, medley tarian daerah oleh para murid yang kursus bahasa Inggris di Lembaga Bahasa USD (LBUSD), nyanyian dan tarian murid LBUSD dari Thailand, tarian tradisional Myanmar Mann Taung Yait Ko oleh Thet Shwe Wah Khing, nyanyian dalam tujuh bahasa (Indonesia, Jawa, Filipina, Portugis, Inggris, Jerman dan Itali) oleh Foccolare, tradisional Vietnam oleh Bach Mai Trang Hanh dan Chau Huynh Hoang Yen, Korean Song oleh Intan yang merupakan finalis Korean Day 2014, tarian Saman oleh kelompok Samanea Saman dari Fakultas Pertanian UGM, Timon Kokoszka yang menyanyikan lagu Bengawan Solo dalam bahasa Polandia, Korean Dance, nyanyian dari Ukraina oleh Anastasia Pustylnyk dan Valeria Rumiantseva, Tari Udan Mas oleh Yanuar, tarian tradisional Di’ a de molas oleh Kopi Pahit dari NTT dan band akustik oleh Kina and Friends. Satu hal yang berbeda dari acara Culture Fest sebelumnya adalah adanya demo masak di tengah-tengah tampilan. Kurang lebih ada 3 termin demo yang disuguhkan oleh panitia. Termin pertama diisi demo dari Vietnam, Filipina, Jepang. Termin kedua diisi oleh Korea, Ukraina-Polandia dan Belanda. Sedangkan termin yang terakhir adalah Thailand dan Venezuela. Selain itu, mahasiswa dari luar negeri juga menjajakan jajanan yang berasal dari negara mereka sendiri. Dengan adanya demo masak dan parade budaya ini, acara Culture Fest 2014 kian semarak meski dihiasi dengan rintiknya hujan.

Di dalam rangkaian acara itu sendiri kebhinekaan begitu terasa. Kebudayaan Indonesia dikolaborasikan dengan kebudayaan luar negeri dan kebudayaan tradisional dikolaborasikan dengan kebudayaan modern. Kolaborasi itu menjadi semakin indah dan bermakna ketika puisi itu dibacakan dalam 17 bahasa. Meski berbeda bahasa tetapi kesemuanya ingin menyampaikan pesan yang sama bahwa perbedaan itu merupakan bagian dari sebuah keindahan; bahwa perbedaan itu menjadi bagian dari persatuan. Bhinneka Warna, Satu Asa.

                                                                                                                

Harsono

Ketua Panitia Culture Fest 2014

Program Kursus
Program Tes
Layanan Dokumen
Download
Video Kegiatan
Fasilitas
Galeri
 
 
 
PUSAT
Pusat Bahasa Asia
Pusat Bahasa Inggris untuk Komunikasi Internasional
Pusat Bahasa Inggris untuk Tujuan Khusus
Pusat Pengujian Bahasa
Pusat Penerjemahan
LINK TERKAIT
USD Official
ILCIC
CEIC
Testing Center
English Extension Course
 
KONTAK

Lembaga Bahasa
Universitas Sanata Dharma 
Jl. Affandi Mrican CT Depok Sleman Yogyakarta 55281. Telp./Fax: 0274-540739. Email:lbusd@usd.ac.id; web.lbusd@gmail.com. Website: www.usd.ac.id/lb. Chatting YM: weblbusd@yahoo.com; Acct No. CIMB NIAGA: 287.01.00277.00.5

Total Jumlah Kunjungan : 240615
User(s) Online : 2