USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Kerjasama Universitas  

Universitas Kristen Maranatha, Bandung



USD Terima Kunjungan Universitas Kristen Maranatha
 

Universitas Sanata Dharma (USD) pada hari Senin 25 Maret 2019 menerima kunjungan study banding Universitas Maranatha Kristen, Bandung. Empat delegasi dari Universitas Maranatha Kristen Bandung yang dipimpin oleh Sulistyoningsih, S.E., M.Ak. selaku Kepala Bidang Pengembangan ini diterima langsung oleh Rektor USD Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. beserta jajarannya di Ruang Rapat Rektorat Kampus 2 USD.

Kedatangan delegasi dari Universitas Kristen Maranatha ini dimaksudkan sebagai ajang silaturahmi sekaligus belajar mengenai tata kelola organisasi Universitas Sanata Dharma. Acara berlangsung santai dengan berbagai macam pertanyaan oleh delegasi serta pemaparan-pemaparan yang disampaikan oleh jajaran Rektorat USD. Banyak hal yang dibahas dalam pertemuan ini. Mulai dari sistem informasi yang dipakai oleh USD, bagaimana tata kelola keuangan, lingkup perkuliahan, bagaimana mahasiswa di USD, rincian biaya tiap program studi, biro-biro apa saja di USD.

Di sela tanya jawab ini, Rektor USD menyampaikan bahwa USD telah melakukan transparansi keuangan kepada pihak-pihak dari USD. “dengan demikian tidak ada obrolan atau rumor-rumor yang tidak benar di dalam lingkungan kampus tentang keuangan” tutur Rektor. Selain itu Rektor USD juga mengatakan bahwa jarang sekali ada Lembaga atau Universitas yang mentransparansi keuangan sampai kepada mahasiswa.

Rektor USD beserta jajarannya juga mengatakan bahwa di USD tidak ada yang namanya pemaksaan bagi mahasiswa maupun dosen. “contoh kecil saja, di USD tidak pernah memaksakan mahasiswa untuk mengikuti wisuda. Mahasiswa mau wisuda silakan, tidak juga tidak masalah” tegasnya. Di penghujung pertemuan ini, USD melalui Wakil Rektor 4 mengatakan bahwa berencana melakukan kunjungan ke Universitas Kristen Maranatha pada tahun 2020 sebagai timbal balik yang diharapkan dari Universitas Kristen Maranatha.
 

Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta



USD Terima Kunjungan dari Unika Atma Jaya Jakarta

Selasa 7 Agustus 2018, Universitas Sanata Dharma (USD) menerima kunjungan 2 orang pejabat dari Yayasan Atma Jaya, Jakarta yaitu Dr. Maria Ratnaningsih, S.E., M.A. selaku Sekretaris Pengurus Yayasan Atma Jaya dan Dr.phil. Juliana Murniati, M.Si. selaku Wakil Rektor I Universitas Katolik Atma Jaya. Kunjungan yang berlangsung di Ruang Rapat Rektorat pada pukul 08:00 hingga 10:00 ini disambut oleh Rektor USD Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D.; Wakil Rektor I, Rohandi, Ph.D.; Kepala Campus Ministry, Antonius Febri Harsanto, S.Sos.; serta salah satu Pamong Asrama, Redemtus Tri Laksono Wibowo, S.Psi.

Pada awal pertemuan, dijelaskan oleh pihak Yayasan Atma Jaya bahwa Kampus Unika Atma Jaya yang berlokasi di BSD Tangerang telah digunakan, tahun 2018 ini memasuki tahun kedua, dari sisi jumlah mahasiswa juga meningkat. Untuk mengiringi perkembangan kampus tersebut, Yayasan Atma Jaya mempunyai rencana untuk membangun dormitory. Dalam kunjungan kerja ini Yayasan Atma Jaya ingin mendapatkan sharing pengalaman mengenai pembangunan dan pengelolaan dormitory di Universitas Sanata Dharma.

Pihak Universitas Sanata Dharma menanggapi, yang pertama sharing tentang pembangunan asrama, disampaikan bahwa saat asrama dibangun pada tahun 2008, USD mendapat bantuan dana pembangunan dari Pemerintah, dari bantuan dana ini pihak USD menambah dana untuk mengajukan permohonan tentang desain dan standar kualitas bangunan.

Kemudian tentang pengelolaan asrama, Universitas Sanata Dharma berbagi pengalaman mengenai penghuni asrama, pada awalnya mahasiswa yang ingin tinggal di asrama USD harus melalui pendaftaran dan seleksi berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Hingga perkembangan terakhir bahwa saat ini penghuni asrama USD adalah para mahasiswa kerjasama (USD kerjasama dengan beberapa pemerintah daerah, yaitu Nias Barat, Mentawai, Sorong, Asmat, Ketapang, dan lain-lain). Disampaikan pula sharing tentang berbagai program pendampingan bagi seluruh penghuni asrama, ada 4 pamong asrama yang bertugas selama 24 jam secara bergantian.

Setelah sharing dan diskusi, acara selanjutnya, pihak Yayasan Atma Jaya diajak menyaksikan secara langsung situasi dan kondisi asrama mahasiswa, yang berlokasi dekat dengan Kampus 3 USD di Paingan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta.

Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Yogyakarta


USD dan UST Resmi Jalin Kerja Sama

Bertempat di Ruang Seminar LPPM Universitas Sanata Dharma (USD), pada 13 Februari 2017 telah diadakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara USD dengan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB itu dihadiri oleh para petinggi universitas dan jajarannya, seperti Rektorat, Dosen, juga Staf oleh pihak USD maupun UST.

Acara yang dimoderatori oleh Wakil Rektor 4 USD, F.X. Ouda Teda Ena, M.Pd., Ed.D. ini dilanjutkan dengan sesi tanya jawab atau diskusi. Pihak USD maupun UST saling bertukar pikiran dan pendapat tentang studi banding, akreditasi, PPG, dan perihal kerja sama. Kemudian acara diakhiri dengan foto bersama.

University of Deusto, Spanyol

USD Berpartisipasi pada TUNING TASE Fifth General Meeting di Vietnam



TUNING TASE adalah sebuah proyek peningkatan kapasitas perguruan tinggi yang dikoordinir oleh Universitas Deusto Spanyol. Proyek ini melibatkan 6 universitas di Eropa dan 22 universitas dari 10 negara di Asia Tenggara dengan dana dari Erasmus +. Proyek ini berlangsung selama 4 tahun dan tahun 2019 ini adalah merupakan tahun terakhir di mana sebagian besar kegiatan telah terlaksana dengan baik. Universitas Sanata Dharma adalah salah satu universitas yang menjadi implementing university bersama empat universitas lainnya di Asia Tenggara.

Pertemuan yang berlangsung selama lima hari mulai tanggal 24 sampai dengan 28 Februari 2019 di Ho Chi Minh City ini dibuka dengan plenary session oleh Prof. Diep Tuan Tran, rektor University of Medecine and Pharmacy, Ho Chi Minh dan Dr. Jose Maria Guibert SJ, rektor Deusto University. Acara dilanjutkan dengan consultation round table di mana rektor USD, Johanes Eka Priyatma, Ph.D. menjadi salah satu narasumber bersama rektor-rektor dari 5 universitas lainnya. Dalam paparannya rektor USD menyampaikan gagasan tentang internasionalisasi perguruan tinggi dalam konteks global. Menurutnya internasionalisasi perguruan tinggi adalah sarana, bukan tujuan. Hal ini adalah sarana untuk semakin meningkatkan mutu lulusan dan meningkatkan mutu penelitian dan publikasi perguruan tinggi. Sesi berbagi pengalaman institusi ini dimoderatori oleh Dr. Choltis Dhirathiti, direktur Asian University Network.

Pemaparan berikutnya adalah tentang rancangan dan implementasi program pemberdayaan perguruan tinggi di Asia Tenggara oleh Pablo Benitone, direktur Tuning Academy. Kemudian diikuti oleh pemaparan tujuan dan hasil dari pertemuan kelima di Vietnam oleh Dr. Ivan Dyukarev sebagai project manager dari kegiatan ini. Sesudah jeda, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi pada tiga kelompok bidang ilmu yang meliputi pendidikan guru, teknik sipil, dan kedokteran.

Tiga peneliti USD yang tergabung dalam bidang ilmu pendidikan guru adalah Fx. Ouda Teda Ena, Ed.D.; Paulus Kuswandono, Ph.D.; dan Fx. Mukarto, Ph.D. Mereka melaporkan hasil peningkatan kapasitas perguruan tinggi melalui revaitalisasi kurikulum yang diterapkan di Program studi Pendidikan Bahasa Inggris, USD. Manfaat dari menerima hibah internasional ini antara lain adalah adanya revitalisasi kurikulum, terjadinya perbaikan kualitas yang berkelanjutan, dan terjadinya penyesuaian dan kesepakatan kompetensi umum dan khusus bagi lulusan di Asia Tenggara. Hasil kajian ini akan diterbitkan menjadi buku oleh Tuning Academy, Universtas Deusto Spanyol sehingga praktek baik ini juga bisa dipelajari oleh  perguruan tinggi lainnya.

HAN University, Belanda


Tiga Mahasiswa HAN University Belanda Mengikuti Orientasi di USD

Setelah menginjakkan kaki di Kota Yogyakarta pada hari Selasa 5 Februari 2019, tiga mahasiswa dari HAN University mengikuti orientasi di Universitas Sanata Dharma (USD) yang dilaksanakan pada hari Rabu 6 Februari 2019 di Ruang Rapat Wakil Rektor IV, Kampus 2 USD. Orientasi tersebut dipimpin oleh F.X. Ouda Teda Ena M.Pd., Ed.D. selaku Wakil Rektor IV USD dan dihadiri oleh Kepala Biro Kerjasama dan Hubungan Internasional beserta staf.

Dalam orientasi tersebut, Bapak Ouda menyampaikan hal-hal seputar norma masyarakat kota Jogja, tata cara berlalu lintas, cara berpakaian, cuaca, dan pengalaman pertukaran mahasiswa yang pernah terjadi sebelumnya. Tak lupa disampaikan pula hal mengenai imigrasi dan perkuliahan di USD.

Dibantu oleh beberapa mahasiswa dari USD, ketiga mahasiswa tersebut memilih mata kuliah yang akan mereka ikuti di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Sastra Inggris selama satu semester. Selain memilih mata kuliah, mereka diajak untuk mencicipi makanan lokal di sekitar kampus yang dilanjutkan dengan berkeliling  Kampus I USD untuk mengenal lingkungan kampus dan sekitarnya. Tidak hanya mengikuti perkuliahan di USD, mereka juga akan mengikuti Magang di Yogyakarta Independent School (YIS) dan NTC De Taaltuin Yogyakarta.
 University.

Sogang University, Korea Selatan


Kerjasama USD dengan Sogang University:
Peresmian Dimulainya Pembangunan Laboratorium Kimia dan Biologi

Universitas Sanata Dharma (USD) melaksanakan acara “Peresmian Dimulainya Pembangunan Laboratorium Kimia dan Biologi” pada Selasa, 18 Desember 2018. Acara ini dihadiri oleh Rektorat USD, kolega dari Sogang University (SU), serta tim Monitoring dan Evaluasi dari pemerintah Korea Selatan. Acara berlangsung di lokasi pembangunan gedung Laboratorium Kimia dan Biologi Kampus 3 USD.

Acara ini diawali oleh sambutan dari Johanes Eka Priyatma, M. Sc., PhD selaku Rektor Universitas Sanata Dharma. Dalam sambutannya beliau mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada tim anggota Monitoring dan Evaluasi yang terdiri dari Ms. Jinhee Choi selaku perwakilan dari Ministry of Education, Mr. Hoseok Joen selaku dari National Research Foundation, Ms. Soyoung Park selaku perwakilan dari Sookmyong Women University, Mr. Hunho Kim selaku perwakilan dari Gongju University, dan Mr. Jaeyoung Han selaku perwakilan dari Chungbuk University. Selain itu, ucapan syukur atas kerjasama yang telah terjalin selama 4 tahun dengan Pemerintah Korea Selatan yang difasilitasi oleh Sogang University.

“Kami sangat bersyukur atas tercapainya beberapa target seperti disetujuinya Program Studi (Prodi) Pendidikan Kimia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia meskipun harus melalui tahap-tahap yang sulit. Kedua, tercapainya jumlah mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia yang memenuhi syarat sehingga saat ini sudah memiliki dua angkatan 2017 dan 2018. Ketiga, empat dosen Kimia, Farmasi, dan Matematika sedang menjalani studi S3 di Korea Selatan. Keempat, ada 159 guru dari berbagai wilayah di Yogyakarta dan Sumba yang berpartisipasi dalam workshop guru yang difasilitasi oleh USD dan SU. Selain itu, suatu kehormatan, USD menerima 6 profesor dari Sogang University untuk mengajar di USD. Yang terakhir, hari ini sangat penting dengan simbolis peletakan batu pertama dalam pembangunan gedung laboratorium ini.” tegas Rektor USD dalam sambutannya.

Sesi selanjutnya, dalam sambutan Prof. Won Koo Lee sebagai perwakilan dari Sogang University menyampaikan terimakasih kepada pihak USD, Yayasan Jesuit, dan berbagai pihak yang mendukung kerjasama antara USD dengan Sogang University. “Sejak dimulainya kerjasama dengan USD, kami telah menciptakan banyak hal dan gedung Laboratorium Sains yang sedang dibangun ini akan menjadi tempat bagi mahasiswa belajar dan mengembangkan ilmu, talenta, dan semangat penelitian mereka.” sambung Prof. Lee.

Di depan tim Monitoring dan Evaluasi Korea Selatan, Romo Andreas Soegijapranoto, selaku Ketua proyek pembangunan laboratorium, memaparkan presentasi desain gedung laboratorium yang akan dibangun setinggi 4 lantai tersebut. Proyek pembangunan dengan standar internasional ini dimulai 3 Desember 2018 dan ditarget akan rampung pada 30 Juli 2019. Laboratorium Biologi lama yang awalnya hanya satu lantai akan dibangun menjadi Laboratorium Kimia dan Biologi sehingga pembangunan tidak mengurangi lahan hijau. Lantai satu dipusatkan sebagai Pusat Matematika dan Sains, lantai kedua dipusatkan sebagai ruang Laboratorium Biologi, lantai ketiga sebagai ruang pembelajaran seperti Laboratorium Micro Teaching, dan lantai keempat sebagai pusat Laboratorium Kimia.

Pada puncak acara, yaitu peresmian dimulainya pembangunan gedung Laboratorium Kimia dan Biologi yang diresmikan oleh Rektor USD dan perwakilan dari Sogang University. Kemudian, dilanjutkan dengan secara simbolis peletakan batu pertama oleh Rektor USD dan segenap perwakilan dari tim Monitoring dan Evaluasi Korea Selatan. Acara ditutup dengan sesi makan siang bersama.

Guangdong University, China


Kerjasama dalam Bidang Tridharma Perguruan Tinggi

Rektor USD Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. berkesempatan mengikuti pertemuan tahunan AUPF 2018. AUPF adalah Asian University Presidents Forum yang sudah berdiri sejak 2001. Pertemuan ke-17 yang diselenggarakan pada tanggal 6-8 November 2018 di Surabaya dengan Universitas Kristen Petra sebagai tuan rumah tersebut mengambil tema “Disruption at the Crossroads: Innovative Engagement and Future Challenges for Higher Education.” Pertemuan dihadiri oleh 34 perguruan tinggi luar negeri dan 31 dari dalam negeri. Perwakilan perguruan tinggi cukup merata karena ada peserta dari hampir semua negara di Asia mulai dari paling barat Lithuania sampai dengan paling timur Jepang.

Pada hari terakhir dalam pertemuan AUPF tersebut, USD membuat nota kesepahaman (MoU) dalam bidang tridharma dengan 4 perguruan tinggi luar negeri. Salah satu perguruan tinggi tersebut adalah Guangdong University dari China.

Dongseo University, Korea Selatan


Kerjasama dalam Bidang Tridharma Perguruan Tinggi

Rektor USD Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. berkesempatan mengikuti pertemuan tahunan AUPF 2018. AUPF adalah Asian University Presidents Forum yang sudah berdiri sejak 2001. Pertemuan ke-17 yang diselenggarakan pada tanggal 6-8 November 2018 di Surabaya dengan Universitas Kristen Petra sebagai tuan rumah tersebut mengambil tema “Disruption at the Crossroads: Innovative Engagement and Future Challenges for Higher Education.” Pertemuan dihadiri oleh 34 perguruan tinggi luar negeri dan 31 dari dalam negeri. Perwakilan perguruan tinggi cukup merata karena ada peserta dari hampir semua negara di Asia mulai dari paling barat Lithuania sampai dengan paling timur Jepang.

Pada hari terakhir dalam pertemuan AUPF tersebut, USD membuat nota kesepahaman (MoU) dalam bidang tridharma dengan 4 perguruan tinggi luar negeri. Salah satu perguruan tinggi tersebut adalah Dongseo University dari Korea Selatan.

Daffodil International University, Bangladesh


Kerjasama dalam Bidang Tridharma Perguruan Tinggi

Rektor USD Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. berkesempatan mengikuti pertemuan tahunan AUPF 2018. AUPF adalah Asian University Presidents Forum yang sudah berdiri sejak 2001. Pertemuan ke-17 yang diselenggarakan pada tanggal 6-8 November 2018 di Surabaya dengan Universitas Kristen Petra sebagai tuan rumah tersebut mengambil tema “Disruption at the Crossroads: Innovative Engagement and Future Challenges for Higher Education.” Pertemuan dihadiri oleh 34 perguruan tinggi luar negeri dan 31 dari dalam negeri. Perwakilan perguruan tinggi cukup merata karena ada peserta dari hampir semua negara di Asia mulai dari paling barat Lithuania sampai dengan paling timur Jepang.

Pada hari terakhir dalam pertemuan AUPF tersebut, USD membuat nota kesepahaman (MoU) dalam bidang tridharma dengan 4 perguruan tinggi luar negeri. Salah satu perguruan tinggi tersebut adalah Daffodil International University dari Bangladesh.

Western College, Filipina


Kerjasama dalam Bidang Tridharma Perguruan Tinggi

Rektor USD Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. berkesempatan mengikuti pertemuan tahunan AUPF 2018. AUPF adalah Asian University Presidents Forum yang sudah berdiri sejak 2001. Pertemuan ke-17 yang diselenggarakan pada tanggal 6-8 November 2018 di Surabaya dengan Universitas Kristen Petra sebagai tuan rumah tersebut mengambil tema “Disruption at the Crossroads: Innovative Engagement and Future Challenges for Higher Education.” Pertemuan dihadiri oleh 34 perguruan tinggi luar negeri dan 31 dari dalam negeri. Perwakilan perguruan tinggi cukup merata karena ada peserta dari hampir semua negara di Asia mulai dari paling barat Lithuania sampai dengan paling timur Jepang.

Pada hari terakhir dalam pertemuan AUPF tersebut, USD membuat nota kesepahaman (MoU) dalam bidang tridharma dengan 4 perguruan tinggi luar negeri. Salah satu perguruan tinggi tersebut adalah Western College dari Filipina.

Kyoto Sangyo University, Jepang


Mahasiswa KSU Ikuti Program Pengalaman Lapangan di USD


Kyoto Sangyo University Teaching Practice adalah program kerja sama antara Universitas Sanata Dharma (USD) dan Universitas Kyoto Sangyo (KSU). Dalam program ini para mahasiswa mengikuti Program Pengalaman Lapangan (PPL) yang memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengajarkan bahasa Jepang kepada mahasiswa Universitas Sanata Dharma atau murid-murid di salah satu sekolah di Yogyakarta.

Program ini dimulai pada tanggal 1 September 2018 dan berlangsung selama 15 hari. Pada tahun 2018 Universitas Sanata Dharma kedatangan tiga mahasiswa yang mengikuti program KSU Teaching Practice. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Kawai Manaka, Sakanishi Koichi, dan Tsubota Hiroki. Tiga mahasiswa tersebut mengajar di Universitas Sanata Dharma dan SMA Stella Duce 1. Selama program berlangsung para mahasiswa didampingi oleh salah satu guru bahasa Jepang dari Lembaga Bahasa Universitas Sanata Dharma yakni Georgius Benardi Darumukti.

Tidak hanya mengajar bahasa saja tetapi mereka juga berkesempatan untuk mengajarkan budaya Jepang di Lembaga Bahasa Universitas Sanata Dharma. Dalam program ini para mahasiswa juga berkesempatan untuk menikmati suasana kota Yogyakarta dengan mengunjungi beberapa tempat wisata.

Para peserta yang mengikuti program ini merasa puas dengan pelaksanaan kegiatan yang telah berlangsung. Salah satu peserta dari KSU Teaching Practice mengaku senang karena program ini menambahkan pengalaman baru serta menjadi tempat baginya untuk memperkenalkan budaya Jepang. Mereka bahkan berharap untuk bisa mengajar lebih banyak kelas.

Dengan hadirnya program ini, diharapkan kerja sama yang terjalin antara kedua universitas semakin erat dan menumbuhkan kerja sama baru untuk memberikan kesempatan bagi para mahasiswa.

Swinburne University, Sarawak Malaysia


Kunjungan Pemantapan Kerjasama USD dan SUTS

Setelah kunjungan dari Swinburne University of Technology  (SUTS) Sarawak Campus di Universitas Sanata Dharma (USD) pada Desember lalu, beberapa pihak dari USD pun membalas kunjungan SUTS pada tanggal 08 Februari hingga 09 Februari 2017. Dalam kunjungan yang dilaksanakan selama dua hari tersebut dari pihak USD hadir Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D. selaku Wakil Rektor I;  FX. Ouda Teda Ena, M.Pd., Ed.D. selaku Wakil Rektor 4; Sudi Mungkasi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi; Dr. Anastasia Rita Widiarti, M.Kom. selaku Kaprodi Teknik Informatika; Dr. Lukas Purwoto selaku Kaprodi Manajemen; dan Tiberius Handono Eko Prabowo, M.B.A., Ph.D. selaku Kaprodi Magister Manajemen. Seperti halnya pada kunjungan ke Universitas Sanata Dharma Desember lalu, beberapa pihak dari Swinburne University of Technology yang kampusnya berada di Kuching Sarawak tersebut menyambut kedatangan pihak USD yang diwakilkan oleh Janet Gregory selaku Deputy Vice-Chancellor and Chief Executive, Professor Wallace Wang selaku Director, Research, Consultancy and Future Project dan Patrick Then selaku Associate Dean.

Dalam kunjungan tersebut terjadi diskusi mengenai perencanaan kerja untuk program petukaran dosen dan mahasiswa, percepatan kuliah, serta double degree. Untuk program pertukaran mahasiswa, poin yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah biaya dan akomodasi mahasiswa yang akan mengikuti program. Diputuskan, dalam diskusi tersebut, bahwa biaya yang dikeluarkan tidak akan lebih dari 45 juta rupiah per tahun. Dari segi akomodasi, akomodasi on-campus tersedia bagi mahasiswa baru,  namun jika banyak peminat pihak SUTS akan membantu dalam pencarian akomodasi terpisah. Selanjutnya adalah skema double degree. Skema double degree yang dibahas antara lain 3+1 di mana pada skema ini mahasiswa pertukaran akan menjalani 3 tahun perkuliahan di universitas asal dan 1 tahun di universitas tujuan pertukaran yang kemudian akan mendapatkan double degree dan program fast track yaitu 3,5+1 di mana mahasiswa pertukaran akan menjalani perkuliahan selama 3,5 tahun di universitas asal dan 1 tahun program magister di universitas yang menjadi tujuan pertukaran. Tidak hanya program itu saja, namun skema 3,5+1,5 juga dibahas dalam pertemuan tersebut. Dengan skema tersebut mahasiswa dapat menyelesaikan S1 di universitas asal selama 3,5 tahun dan kemudian melanjutkan kuliah di program magister di universitas tujuan. Program ini diharapkan bisa dimulai pada tahun akademik 2017/2018.

Untuk program yang pertama adalah diperuntukkan bagi program Teknik Informatika (S1) dan fast trrack (S2) Teknik Informatika. Selain itu, terdapat pula program lain yang merupakan kerjasama USD dengan SUTS. Program tersebut adalah seminar internasional bersama dengan program studi Magister Manajemen yang akan dilaksanakan bulan November 2017. Selain itu, saat ini sedang dilakukan penjajakan kerjasama untuk program fast track yang diperuntukkan bagi mahasiswa master of Teaching English to Speakers of Other Languages (TESOL)dengan program studi yang juga menjadi beberapa program studi dengan akreditasi sangat baik yaitu Pendidikan Bahasa Inggris dan Sastra Inggris di Universitas Sanata Dharma. Program tersebut berupa percepatan kuliah untuk program magister dengan pengakuan mata kuliah-mata kuliah yang relevan dengan Universitas Sanata Dharma.

Kunjungan ini menjadi pilar utama bagi keberlangsungan kerjasama dari kedua belah pihak. Diharapkan dengan terjalinnya kerjasama ini kedua belah pihak dapat merasakan pengalaman internasional yang dapat memperkaya diri baik dari segi psikologis maupun akademis agar dapat menjadi pribadi yang utuh yang cerdas dan humanis.

St. Paul University Philippines, Cagayan Filipina


USD dan Universitas Saint Paul Filipina Jalin Kerjasama

Universitas Sanata Dharma (USD) dan Universitas Saint Paul Philippines pada Jumat, 27 Januari 2017 menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang kerjasama untuk lima tahun ke depan.

Perjanjian kerjasama antara kedua universitas ini meliputi kerjasama dalam pertukaran pelajar, peningkatan mutu dan kualitas kurikulum pendidikan, penelitian, serta projek-projek internasional. Ruang lingkup dari kerjasama tersebut meliputi beberapa program studi di Universitas Sanata Dharma yakni Teknik Informatika,  Pendidikan Agama, Farmasi, dan Psikologi.

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan di Kampus 2 USD, oleh Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D selaku Rektor Universitas Sanata Dharma disaksikan Wakil Rektor 4 USD, FX. Ouda Teda Ena, M.Pd., Ed.D. dan perwakilan dari Universitas Saint Paul Philippines, Sr. Mercedita O. Ang, SPC, PhD selaku pimpinan universitas disaksikan Dr. MA. Elizabeth C. BAUA.

Nationwide University Network in Indonesia




Tujuh Universitas Anggota NUNI Jalin Kerjasama tentang EPACI


Pada hari Sabtu 23 Maret 2019 diadakan penandatanganan kerjasama anggota konsorsium yang tergabung dalam English Performing Arts Consortium in Indonesia (EPACI). EPACI dibentuk untuk mempersiapkan sumber daya manusia profesional dalam pementasan seni berbahasa Inggris tanpa meninggalkan akar budaya bangsa Indonesia. Ada tujuh universitas yang tegabung dalam EPACI; Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta; Universitas Petra, Surabaya; Universitas Udayana, Bali; Universitas Sebelas Maret, Surakarta; Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga; Universitas Kristen Maranatha, Bandung; dan Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang. Ketujuh universitas ini tergabung pula dalam Nationwide University Network in Indonesia (NUNI).

Perhimpunan Tionghoa Indonesia, DIY




Fakultas Farmasi USD Tandatangan Kerjasama dengan Perhimpunan INTI DIY


Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma (FF USD) semakin menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat Yogyakarta dengan melakukan penandatanganan kerjasama (MoU) dengan organisasi kemasyarakatan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Setelah melakukan kolaborasi dengan berbagai komunitas dan organisasi sosial, kini FF USD menjalin kerjasama dengan Perhimpunan Tionghoa Indonesia (INTI) DIY. Perhimpunan INTI merupakan organisasi sosial bersifat kebangsaan, bebas, mandiri, nirlaba, dan non-partisan yang bergerak di bidang kemasyarakatan.

Dekan FF USD, Dr. Yustina Sri Hartini, M.Si., Apt. pada tanggal 4 Oktober 2018 diundang oleh Perhimpunan INTI DIY dalam acara penandatangan kerjasama, bertempat di Ballroom, Hotel Royal Ambarrukmo. Mengawali kegiatan tersebut, Perhimpunan INTI DIY melakukan pelantikan kepengurusan daerah pada masa bakti 2018-2022 dan menggelar acara Talkshow Nasional Kewirausahaan. Perhimpunan INTI DIY yang diwakili oleh Antonius Simon sebagai Ketua Pengurus Daerah INTI DIY melakukan penandatanganan kerjasama dengan dua institusi yakni FF USD dan Fakultas Bisnis Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) yang diwakili oleh Dekan dari masing-masing institusi. Pada acara yang sama, INTI memberikan santunan kepada 12 orang mahasiswa-mahasiswi korban bencana gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah. Dari 12 orang mahasiswa-mahasiswi asal Palu yang mendapat santunan, 8 orang berasal dari Universitas Sanata Dharma dan penyerahan santunan secara simbolik diwakili oleh mahasiswi USD asal Palu yaitu Clara Dian Ayu.

Perjanjian kerjasama yang berlaku selama 4 tahun ini bertujuan untuk menjadi forum komunikasi antara masyarakat yakni Perhimpunan INTI dengan Fakultas Farmasi USD, dan mengupayakan kegiatan bersama khususnya pengabdian kepada masyarakat dan pelayanan kefarmasian. Melalui perjanjian kerjasama ini, FF USD memiliki kesempatan untuk menugaskan para dosen, apoteker, dan mahasiswa-mahasiswi farmasi dalam berbagai kegiatan pengabdian masyarakat yang bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di wilayah DIY.

AJCU-AP


Rektor USD Hadir dalam Rapat Rutin Pengurus IAJU di Roma Italia

Sebagai bagian dari tugasnya menjadi Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Yesuit se-Asia Pasifik (AJCU-AP: Association of Jesuit Colleges and Universities - Asia Pacific) yang otomatis menjadi salah satu anggota pengurus International Association of Jesuit University (IAJU), Rektor Universitas Sanata Dharma (USD) Johanes Eka Priyatma, Ph.D. menghadiri pertemuan tahunan di Roma Italia. Pertemuan berlangsung dari tanggal 18 sampai dengan 20 Februari 2019 di Kantor Pusat (Curia) Serikat Yesus yang berada tepat di samping basilika Santo Petrus Vatican.

Pertemuan yang dipimpin oleh Ketua IAJU Romo Michael Garanzini, S.J. diikuti oleh 12 delegasi yang berasal dari 6 asosiasi regional Universitas Yesuit yakni regio Asia Pasifik, Asia Selatan, Eropa, Amerika Latin, Amerika Utara, dan Afrika. Masing-masing wilayah diwakili oleh 2 utusan. Utusan untuk Asosiasi regional Asia Pasifik (AJCU-AP) adalah Rektor USD dan Rektor Ateneo de Manila, Romo Jett Villarin, S.J.

Selain dihadiri 12 delegasi regional, pertemuan juga melibatkan beberapa pihak di beberapa sesi tertentu. Pater Jendral Arturo Sosa, S.J. menyempatkan diri hadir selama 1 jam untuk menyampaikan “Jesuit Apostolic Preferences 2019-2029.” Dua belas anggota task force yang dibentuk sejak sebelum pertemuan IAJU di Bilbao Spanyol, Juli 2018 beserta koordinator umumnya yakni Romo David Mc. Callum, S.J. mempresentasikan rancangan 6 program yang telah disusun.

Beberapa pihak lain juga hadir masing-masing sekitar 1 jam yakni Romo John Dardis, S.J. selaku asisten jendral untuk kantor “Discerment and Planning.” Beliau menyampaikan tugas yang sedang dikerjakan yakni mengembangkan program kepemimpinan Ignasian baik untuk awam maupun rohaniwan. Ibu Corrine Mellul mewakili IFCU (International Federation of Catholic University) selama 1 jam memaparkan visi dan misi IFCU sekaligus berharap dapat menjalin kerjasama dengan IAJU. Pembicara lain yang hadir adalah Romo John Guiney, S.J. sebagai direktur dari kantor baru yang membantu Serikat Yesus beserta institusinya untuk membangun budaya yang mampu melindungi mereka yang rentan terhadap pelanggaran susila.

Pertemuan yang berlangsung 3 hari tersebut diawali dengan laporan perkembangan setiap asosiasi regional, dilanjutkan dengan presentasi dan diskusi program kerja dari 6 task force sebagai tindak lanjut pertemuan IAJU tahun 2018, presentasi dari beberapa pihak terkait sebagaimana tersebut di atas, serta penentuan berbagai keputusan organisatoris IAJU seperti rapat berikutnya, pengelolaan website, dan persiapan pertemuan IAJU 2021. Rapat pengurus IAJU selama tiga hari yang berlangsung dari jam 9.00 pagi sampai jam 18.00 sore memang terasa padat dengan berbagai pergulatan pengembangan Universitas Yesuit sedunia tetapi membawa banyak tambahan wawasan, semangat, serta kebersamaan yang penuh persaudaraan dan pengertian.

ASEACCU


The 25th ASEACCU Conference 2017

Sebagai salah satu anggota dari The Association of Southeast and East Asian Catholic Colleges and Universities (ASEACCU), pada tahun 2017 Universitas Sanata Dharma mengirimkan 10 orang delegasi untuk mengikuti the 25th ASEACCU Conference 2017 di Universitas Assumption, Kampus  Suvarnabhumi, Thailand. Adapun 10 delegasi tersebut terdiri dari 8 mahasiswa, 1 dosen, dan 1 campus minister. Kedelapan mahasiswa tersebut adalah Ajeng Bisana (PBI), Bernadetha Wahyu (PBI), Gustav Viko (PBI), Elisabeth Suryani  (PBI), Hedwig Tiara (PBI), Maria Natalia (PBI), Voni Novita (PBI), dan Layung Rahmawati (PGSD). Bersama dengan delegasi-delegasi dari negara-negara lain, para mahasiswa Sanata Dharma mengikuti Student Camp pada tanggal 21-27 Agustus 2017. Selain Student Camp, terdapat pula program lain yang tergabung dalam rangkaian acara ASEACCU Conference 2017, yaitu Campus Ministers Workshop (22-24 Agustus) dihadiri oleh Kepala Campus Ministry Universitas Sanata Dharma, Antonius Febri Harsanto, dan Faculty and Staff Conference (24-27 Agustus) yang dihadiri olehWakil Rektor III, Romo Robertus In Nugroho. The 25th ASEACCU Conference 2017 mengangkat tema “Catholic Universities and Inclusive Education: Transforming Spaces, Promoting Practices, Changing Minds”.

Acara pembukaan ASEACCU Conference 2017 diawali dengan perayaan ekaristi di Chapel of Annunciation Assumption University, dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Fr. H. Dagahoy dan Rektor Magnificus Rev. Bro. Bancha Saenghiran.  Dalam konferensi ini, terdapat serangkaian agenda kegiatan; social exposure trip, workshop, campus tour, group discussion, cultural performance, dan cultural tour. Pada ASEACCU Conference 2017 ini, para delegasi diharapkan dapat membuka wawasan dan sudut pandang mereka tentang realita penyelenggaraan sistem pendidikan inklusif saat ini di berbagai negara. Para delegasi dibekali tentang bagaimana metode penyelenggaraan sistem pendidikan inklusif yang layak demi menciptakan kehidupan yang baik tanpa diskriminasi.

Bersama dengan para delegasi Indonesia dari universitas lain, para delegasi dari Universitas Sanata Dharma juga berkesempatan untuk mempersembahkan sebuah cultural performance. Para delegasi membawakan lagu daerah Yamko Rambe Yamko dan Gundul-Gundul Pacul, serta lagu nasional Indonesia Pusaka yang diiringi dengan iringan jimbe, gitar, dan saxophone. The 25th ASEACCU Conference diakhiri dengan cultural tour ke beberapa tempat bersejarah di Thailand; Ananta Samagom Throne Hall, Dusit Palace, dan Siam Niramit di Phuket Bangkok. Kegiatan ASEACCU Conference 2017 selanjutnya resmi ditutup dengan sebuah gala dinner. Tahun ini, terdapat 8 negara yang turut berpartisipasi dalam konferensi, yaitu Indonesia, Filipina, Jepang, Taiwan, Korea, Australia, Kamboja, dan Thailand.

ACUCA


Universitas Sanata Dharma menjadi salah satu anggota
Association of Christian Universities and Colleges in Asia (ACUCA)