Universitas Sanata Dharma

Fakultas Sastra

Loading
HomeProfileBeritaAgendaFasilitasKontakPengumuman

BERITA KEGIATAN

Kita adalah Ahli Waris Sekaligus Pewaris Pancasila
Sastra Indonesia | 01 June 2021
Kita adalah Ahli Waris Sekaligus Pewaris Pancasila :: Fakultas Sastra USD Yogyakarta

Sering kali ditemukan kasus kesalahan penggunakan kata yang diturunkan dari leksem waris. Misalnya, kata pewaris, mewariskan, mewarisi, dan ahli waris. Tidak sedikit yang mengartikan pewaris sebagai ‘orang yang menerima warisan’.

Kamus Besar Bahasa Indonesia menjelaskan pewaris sebagai ‘orang yang mewariskan’. Sementara itu, kata mewariskan memiliki makna ‘memberikan harta warisan kepada’ dan ‘menjadikan orang lain menjadi waris’.

Dengan demikian tidaklah tepat jika kata pewaris dimaknai sebagai ‘orang yang menerima warisan’. Kata yang tepat adalah ahli waris.

Sang pewaris berhak melakukan verba mewariskan, sedangkan si ahli waris pertama kali harus mewarisi terlebih dahulu sebelum pada masa berikutnya mewariskan hartanya. Kata mewariskan sendiri memiliki arti ‘memperoleh warisan dari’.

Oleh karena itu, contoh penggunaan yang tepat adalah sebagai berikut.

Pak Sugiharto mewariskan seluruh aset perusahaan PT Jaya Perkasa kepada putra semata wayangnya, Budi.

Dengan demikian, Pak Sugiharto adalah pewaris.

Budi mewarisi seluruh aset perusahaan PT Jaya Perkasa dari sang ayah, Pak Sugiharto.

Dengan demikian, Budi adalah ahli waris.

Baru kemudian, kelak ketika Budi sudah memiliki keturunan, dia akan mewariskan seluruh aset perusahaannya kepada anak cucunya. Budi pun menjadi pewaris asalkan dia bisa menjaga atau bahkan mengembangkan aset-aset yang diterimanya dari sang ayah.

Dalam rangka memperingati Hari Kelahiran Pancasila, kita perlu menyadari siapa kita sesungguhnya di depan Pancasila. Bagaikan sebuah warisan, Pancasila adalah harta paling berharga yang diwariskan Para Bapak Bangsa. Kita pun berhak menjadi ahli waris Pancasila.

Tugas kita berikutnya adalah merawat, menghidupi, dan mengamalkan Pancasila dalam setiap langkah hidup kita berbangsa dan bernegara. Dengan setia kepada Pancasila, kita pun ikut serta menjaga NKRI yang dibangun di atas pondasi Pancasila.

Harapannya, kita kelak berhak menjadi pewaris Pancasila bagi anak cucu kita sebagaimana Budi bisa mewariskan aset-aset perusahaan PT Jaya Perkasa kepada keturunannya.

Jadi, siapakah kita, bangsa Indonesia, di hadapan Pancasila? Kita sekarang adalah ahli waris Pancasila dan pada kemudian hari, semoga kitalah yang menjadi pewarisnya bagi generasi berikutnya.

Selamat Hari Lahir Pancasila.

(scs)

lihat berita Sastra Indonesia lainnya>>
hal. 1  2  3  4  5  ...  15
 
© 2021 - Fakultas Sastra - Universitas Sanata Dharma Yogyakarta  |  Kontak Kami