Loading

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Sanata Dharma

BERITA KEGIATAN

Di Kawasan Dieng Kami Belajar dan Bergembira
S2 Pendidikan Matematika | 06 November 2017
Mahasiswa Magister Pendidikan Matematika melaksanakan kegiatan Field Trip dengan tema Math in Nature and Culture pada Sabtu (28/10) sampai Minggu (29/10). Field Trip  edisi perdana di Prodi ini dilaksanakan di Sapuran dan Dieng, Kab. Wonosobo dan BanjarnegaraKegiatan ini dilaksanakan agar mahasiswa dapat menerapkan materi-materi yang telah didapatkan di kelas, seperti Etnomatematika, Pemodelan Matematika, Optimisasi Matematis, Pendidikan Matematika Realistik, dll. Lokasi Dieng dipilih karena banyaknya objek yang berada pada 1 lokasi yang dapat dieksplor untuk kepentingan pembelajaran matematika.
Terdapat 30 peserta dalam kegiatan ini termasuk didalamnya adalah Pak Andy Rudhito (Kaprodi Magister Pendidikan Matematika) , Pak Yoseph (Dosen S1 Pendidikan Matematika USD) yang mendampingi dan membimbing peserta untuk mengeksplor objek. Peserta berangkat pukul 09.00 dari kampus USD Paingan dan pukul 12.00 peserta sampai di Kebun Teh Tanjungsari, Sapuran, Wonosobo. Kelompok yang beranggotakan Dian, Olive K, Wike, Auxy, dan Archa langsung mengeksplor aspek matematika dan pembelajaran matematika yang ada di Kebun Teh. Peserta yang berasal dari luar Jawa mengungkapkan kegembiraannya saat melihat Kebun Teh karena ada peserta yang belum pernah melihat daun teh.




Perjalanan dilanjutkan ke Kawasan Candi Arjuna Dieng, di sini perubahan suhu mulai terasa, hawa dingin sungguh menusuk tulang dan membuat peserta seperti berada di dalam freezer namun tak mematahkan kelompok Widodo, Surya, Yukema, dan Yuliana untuk tetap mengeksplor aspek matematika di Candi Arjuna. Beberapa peserta mencoba menganalisis struktur candi yang kuat meski tanpa adanya perekat seperti semen. Sebagian peserta berswafoto tiada henti karena peserta begitu terpesona dengan pemandangan di kawasan Candi Arjuna yang begitu indahnya. Hanya gelap yang memaksa mereka untuk menuju hotel tempat menginap yang tidak jauh dari kawasan candi.




Keesokan harinya pada pukul 03.00 peserta sudah bangun dan langsung bersiap-siap untuk mendaki puncak Sikunir. Di sini perjalanan yang penuh tantangan dimulai. Medan yang menanjak dengan anak tangga yang licin serta medan yang masih berupa tanah liat membuat pendakian semakin menantang dan membuat deg-degan namun peserta dan panitia tak begitu saja menyerah dengan situasi. Udara subuh yang amat dingin sama sekali tak membuat peserta gentar untuk menaklukan gunung Sikunir. Semua usaha dikerahkan untuk melihat indahnya sunrise dari Puncak Sikunir. Perjalanan selama 30 menit telah dilalui dan akhirnya semua peserta telah sampai di Puncak Sikunir meski melalui berbagai drama. Peserta istirahat sambil menunggu munculnya sang mentari. Menit demi menit berlalu namun sang mentari malu-malu dan tak kunjung pancarkan sinarnya. Sayang sekali peserta kurang maksimal menikmati indahnya matahari terbit di Puncak Sikunir dikarenakan langit yang sedikit mendung dan berkabut, namun panorama yang menakjubkan masih dapat dinikmati. Peserta juga mengikrarkan Sumpah Pemuda di Puncak Sikunir. Keberagaman peserta yang berasal dari sabang sampai merauke dengan berbagai bahasa menggambarkan keberagaman pemuda Indonesia. Di sini peserta kembali mengikrarkan kembali Sumpah Pemuda Indonesia yang telah diikrarkan 89 tahun yang lalu, namun semangat dan gelora itu masih sangat terasa.




Pada pukul 10.00 peserta melanjutkan perjalanan ke Telaga Warna, setelah sejenak mandi dan sarapan di hotel. Meskipun dirundung kelelahan setelah mendaki gunung, kelompok yang beranggotakan Ningsi, Riana, Retna, dan Osni tetap semangat dalam mengeksplor aspek matematika di Telaga Warna. Mereka berjalan dari ujung ke ujung agar tak ada objek yang terlewat untuk dieksplor.
Selanjutnya peserta melanjutkan perjalanan ke Kawah Sikidang. Di sini peserta sekaligus berbelanja oleh-oleh dikarenakan di lokasi tersebut juga terdapat pasar. Peserta berbelanja kentang, wortel, carica, teh, dan lain-lain. Kelompok Olif, Olan, Messi, Xaver tak menghiraukan hingar bingar pasar, mereka tetap bersemangat untuk naik ke kawah dan mengeksplor aspek matematika di kawah yang dapat digunakan untuk merebus telur ini. Selanjutnya pada pukul 16.30 peserta kembali ke Jogjakarta.
Beberapa evaluasi dari peserta mengatakan bahwa field trip ini adalah kegiatan yang baik dan peserta bahwa kegiatan semacam ini baik untuk dilaksanakan kembali, selain untuk menerapkan ilmu kuliah di lapangan, kegiatan ini ternyata juga mengakrabkan peserta dan sekaligus sebagai refreshing di tengah kepenatan kuliah. Video-video eksplorasi dapat dilihat di YouTube S2 Pendidikan Matematika. Jangan lupa like, share dan subscribe. (yay)
lihat berita S2 Pendidikan Matematika lainnya>>
hal. 1  2  3  4  5  ...  55
 
© 2017 - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan - Universitas Sanata Dharma Yogyakarta  |  Kontak Kami  | 8 user(s) online