S2 Ilmu Religi dan Budaya

Program Pasca Sarjana - Universitas Sanata Dharma

AKADEMIK

Penjabaran Mata Kuliah Wajib

Dasar-dasar Kajian Budaya: Semiotika, Marxisme, dan Psikoanalisa

Kajian Budaya pada awalnya lahir sebagai "pembelotan" kajian sastra yang tidak puas dengan cara budaya dikaji. Pada awalnya KB terutama bergandengan tangan dengan sosiologi (terutama interaksionalism simbolik). Dalam perjalanannya, KB meneliti ulang Marxisme, Semiotika, Psikoanalisa. Salah satu bentuk perkembangan mutakhir dari KB yang menarik khususnya untuk dikembangkan di Indonesia adalah keberhasilannya mensintesakan antara ketiganya menjadi satu sintesa yang dikenal dengan post-marxis.

Kajian Pascakolonial

Kajian pascakolonial (postcolonial studies) adalah bidang studi yang membicarakan efek kolonialisme terhadap budaya dan masyarakat. Kolonialisme yang dimaksud adalah terutama kolonialisme Eropa sejak abad ke-16, termasuk bentuk kolonialisme masa kini yang disebut neokolonialisme.Sebagai perspektif maupun field of study, perhatian utama pascakolonialisme adalah bagaimana subjek (manusia) dikonstruksi dan dinegosiasikan berdasarkan relasi kekuasaan global yang timpang. Dengan demikian, teori pascakolonial menawarkan perspektif dan cara pandang yang sangat relevan digunakan dalam menganalisis berbagai isu yang muncul dan berkembang dalam masyarakat-masyarakat pascakolonial, termasuk masyarakat Indonesia. Dengan bekal teori tersebut, peserta mata kuliah ini diharapkan akan bisa bersikap peka dan kritis dalam menilai dan memahami berbagai isu atau masalah di sekitarnya, dan secara khusus di Indonesia.

Kajian Budaya

Matakuliah ini merupakan kelanjutan dari Dasar-dasar Kajian Budaya dimana dibahas Marxisme, Semiotika, dan Psikoanalisa. Matakuliah ini merupakan bagian dari eksperimentasi ilmu-ilmu sosial-humaniora secara lintas-disipliner di Indonesia lewat Kajian Budaya. Untuk itu ada dua hal yang menjadi pertimbangan penting dalam matukuliah ini: pendekatan (baik konseptual maupun metodologis) dan isu-isu fundamental sesuai dengan keadaan di Indonesia. Berkaitan dengan pendekatan konseptual, matakuliah ini hampir sepenuhnya menggunakan apa yang sudah dipelajari dalam Dasar-dasar Kajian Budaya sebagai bahan eksperimentasinya. Adapun seluruh isu yang dipilih di sini pertama-tama dimaksudkan untuk membangkitkan hasrat para mahasiswa untuk menjadi intelektual publik sesuai dengan konteks Indonesia dengan seluruh tantangannya. Isu-isu yang dipilih di sini masih bersifat umum dan diharapkan bisa mendorong mahasiswa untuk mencari isu-isu yang lebih spesifik untuk penelitian tesis. Apa artinya menjadi warga masyarakat jaman sekarang? Bagaimana media (seperti televisi dan film), moda konsumsi, ruang kota (juga desa yang sedang dibentuk seperti kota) menginterpelasi kita menjadi subjek? Bagaimana kita mengedukasi diri (misalnya lewat perspektif feminis, paskakolonial, pendidikan kritis) supaya tidak hanya menjadi warga yang secara pasif ditentukan (diinterpelasi) oleh ideologi-ideologi media, ruang kota dan sebagainya.

Matakuliah ini dimaksudkan agar mahasiswa: 1) mempunyai informasi dasar tentang skop dan pendekatan Kajian Budaya, 2) mengenal isu-isu dasar yang relevan untuk konteks Indonesia secara umum, 3) mengenal sejumlah pendekatan lintas-disipliner yang bisa dipertimbangkan untuk penelitian tesis, dan 4) mempunyai ketrampilan dalam penulisan akademik lewat tugas-tugas.

Matakuliah ini mencakup: 1) Marxisme, semiotika, dan psikoanalisa dalam Kajian Budaya; 2) Teori Kewargaan; 3) Kajian media; 4) Teori konsumsi dan ruang kota; dan 5) Gerakan sosial dan intelektual publik.

Metodologi Penelitian Kajian Budaya

Penelitian merupakan bagian yang penting dan tidak terpisahkan dari perkembangan ilmu pengetahuan. Melalui penelitian, teori dibangun, direvisi dan dikembangkan untuk menjelaskan aneka ragam kehidupan manusia dan dinamika sosio-kulturalnya. Mata kuliah ini, diharapkan bisa membekali mahasiswa/i pengetahuan, kepekaan dan ketrampilan dalam melakukan penelitian. Pendekatan yang ditawarkan dalam mata kuliah ini disesuaikan dengan kajian budaya yang dikembangkan di IRB. 

Dalam perkuliahan akan dipelajari dan didiskusikan desain penelitian yang meliputi penyusunan proposal, strategi, teknik dan instrumen penelitian. Perkuliahan diharapkan bisa memberi pemahaman logika dan asumsi-asumsi dasar kerja penelitian dan penguasaan metode-metode pengumpulan data. Di samping itu, kuliah ini juga diharapkan bisa mendorong mahasiswa untuk mengembangkan minat dan menguasai teknik-teknik penelitian. Pada akhir kuliah, mahasiswa diharapkan bisa menghasilkan proposal penelitian.

Bacaan wajib yang menjadi bahan rujukan dalam setiap pertemuan di kelas disediakan di sekretariat IRB (beberapa di antaranya tersedia dalam versi elektronik/ digital). Berkenaan dengan praktik penelitian, setiap mahasiswa/i diwajibkan memilih salah satu topik sesuai dengan minatnya. Pemilihan topik ini penting dilakukan semenjak awal karena akan menjadi bahan yang terus menerus dikaji dalam setiap pertemuan di kelas (untuk pembuatan proposal hingga instrumen penelitian individual). Penilaian didasarkan pada tugas-tugas yang diberikan di dalam kelas (mingguan), mid-semester dan paper akhir. Tugas tengah semester: membuat rumusan topik, masalah, tujuan penelitian, kerangka teori (30%). Tugas akhir semester: proposal penelitian (70%)

Dasar-dasar Kajian Religi

Matakuliah Kajian Religi ini menyajikan pelbagai pendekatan dan pembahasan akademis kontemporer mengenai fenomen agama, dimana hubungan kompleks antara “religi” (agama) dan “budaya” diwacanakan dan dipersoalkan secara eksplisit, tidak dengan menggunakan teori-teori besar tradisional dalam studi agama (Durkheim, Weber, Tylor, Eliade etc), melainkan dengan bantuan teori-teori kontempoer, seringkali dalam bingkai pendekatan trans-disipliner (sejarah, linguistik, psikoanalisis, cultural studies, teologi, antrop0logi, filsafat dsb).  

Penulisan Proposal Tesis

Matakuliah ini dimaksudkan agar mahasiswa: (1) menemukan topik penelitian yang relevan dengan masyarakat jaman sekarang serta sesuai dengan minat dan kemampuannya; (2) mampu menjabarkan topik penelitian ke dalam sejumlah rumusan masalah yang operasional; (3) menemukan dan membaca literatur pendukung; dan (4) mempunyai kompetensi dan ketrampilan dalam menulis sebuah proposal penelitian ilmiah. Keempat tujuan tersebut harus dicapai selama Seminar Penulisan Proposal Tesis. Selain itu, mahasiswa paling tidak juga bisa menentukan teori dan metode yang akan dipakai. Adapun teori dan metode ini akan didalami lewat matakuliah lain secara terpisah. Mata kuliah ini tidak ditawarkan untuk mahasiswa non reguler/pendengar.

Pendalaman Teori Pendukung Proposal Tesis

Sebuah penelitian membutuhkan seperangkat konseptual akurat dan illuminating yang diderivasi dari sebuah teori sesuai dengan topik penelitian. Seperangkat konseptual dan kerangka teori semacam ini biasanya belum didapatkan oleh mahasiswa ketika mempelajari landasan teori kajian budaya maupun bidang-bidang kajian budaya. Kedua jenis matakuliah yang disebut terakhir ini biasanya baru bisa memberikan orientasi umum teori-teori kajian budaya dan orientasi umum pada bidang-bidang kajian budaya. Menurut pengalaman, mahasiswa masih membutuhkan pendampingan khusus supaya konsep-konsep dan/atau teori-teori umum itu bisa disesuaikan dan kalau perlu dielaborasi sesuai dengan topik penelitiannya. Matakulah ini pada dasarnya dimasudkan untuk menjawab kebutuhan tersebut. Perkuliahan matakuliah ini akan dibagi ke dalam paling tidak dua kelas yang masing-masing diampu oleh seorang dosen. Pembagian kelas ini dimaksudkan supaya setiap kelas bisa terfokus membahas teori-teori yang dipakai oleh mahasiswa dalam kelas tersebut. Mata kuliah ini tidak ditawarkan untuk mahasiswa non reguler/pendengar.

Pendalaman Metode Pendukung Penelitian Tesis

Matakuliah ini fungsinya kurang lebih sama dengan Pendalaman Teori Pendukung Penulisan Tesis, yaitu untuk membantu mahasiswa mempersiapkan proposal penelitian tesis dan penelitian. Dalam matakuliah yang akan dibagi ke dalam paling tidak dua kelas ini, akan dibahas metode-metode penelitian yang akan dipakai oleh mahasiswa yang bersangkutan. Matakuliah ini secara tidak langsung merupakan kongkretisasi dari matakuliah Metode Penelitian Kajian Budaya yang sudah diberikan dalam semester sebelumnya. Karena metode yang dipakai dalam Kajian Budaya biasanya lebih dari satu metode, matakuliah ini juga diharapkan bisa membantu mahasiswa merumuskan sendiri secara sintetik metode (-metode) yang akan dipakai. Mata kuliah ini tidak ditawarkan untuk mahasiswa non reguler/pendengar.

Penelitian dan Laporan Penelitian

Seminar ini dimaksudkan untuk mempersiapkan segala hal yang diperlukan untuk penelitian lapangan maupun segala hal yang diperlukan untuk laporan penelitian. Supaya bidang dan tempat penelitian bisa ditentukan secara tepat (feasible), mahasiswa perlu memperbincangkannya bersama-sama dengan mahasiswa lain dengan pendampingan dosen guna mendapatkan masukan-masukan yang perlu dipertimbangkan. Selain itu mahasiswa juga perlu membuat rencana penelitian yang matang sesuai dengan metode yang dipilih supaya apa yang disebut “penelitian” benar-benar terjadi. Hanya mahasiswa yang sudah melakukan penelitian bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya, yaitu penulisan tesis. Mata kuliah ini tidak ditawarkan untuk mahasiswa non reguler/pendengar.

Seminar Penulisan Tesis

Tujuan mata kuliah ini memfasilitasi mahasiswa untuk menyelesaikan tesis pada waktunya dan sesuai dengan standar IRB. Menyediakan forum bagi mahasiswa untuk saling belajar dalam penulisan tesis. Menyediakan forum bagi mahasiswa untuk mengadakan presentasi tesis secara komprehensif sebelum maju ke ujian tesis.Pokok bahasan dalam mata kuliah ini yang pertama adalah Metode penelitian. Tema ini meliputi pembahasan tentang ketepatan mahasiswa memilih metode dan ketrampilan menggunakannya dalam proses penulisan tesis. Yang kedua adalah “Logika”. Tema ini meliputi struktur logis dari seluruh tesis sehingga seluruh tesis mencerminkan sebuah tulisan ilmiah yang koheran (tidak meloncat-loncat). Yang ketiga adalah Teknik penulisan tesis. Tema ini meliputi hal-hal teknis penulisan tesis sesuai dengan “tatakrama” penulisan ilmiah. Mata Kuliah Wajib untuk mahasiswa semester 4 dan ditawarkan sebagai mata kuliah pilihan bagi yang sudah mengambil mata kuliah Seminar Proposal Tesis. Mata kuliah ini tidak ditawarkan untuk mahasiswa non reguler/pendengar.

Penulisan Artikel Ilmiah

Semester keempat dimaksudkan untuk penyelesaian penulisan tesis dan artikel ilmiah. Untuk itu disediakan pertemuan berupa Seminar Penulisan Tesis yang dimaksudkan untuk mendampingi mahasiswa menulis tesis berdasarkan data yang sudah didapatkan dari penelitian serta kerangka teori dan metode yang sudah didapatkan dari semester sebelumnya. Pada semester ini juga disediakan pertemuan rutin berupa Penulisan Artikel Ilmiah untuk mendampingi mahasiswa menghasilkan sebuah artikel yang layak diterbitkan dalam sebuah jurnal ilmiah.  Mata kuliah ini tidak ditawarkan untuk mahasiswa non reguler/pendengar.

Tesis

hal. 1  
© 2017 - S2 Ilmu Religi dan Budaya - Program Pasca Sarjana - Universitas Sanata Dharma Yogyakarta