Universitas Sanata Dharma

Program Pasca Sarjana

Loading
HomeProfileBeritaAgendaFasilitasKontakPengumuman

BERITA KEGIATAN

Diskusi Terbatas Program S3 Kajian Budaya: "Adorno dan Estetika Modern"
S3 Program Doktor Kajian Budaya (Kajian Seni dan Masyarakat) | 04 April 2018
Diskusi Terbatas Program S3 Kajian Budaya: "Adorno dan Estetika Modern" :: Fakultas Pasca Sarjana USD Yogyakarta

Dalam pembukaannya, St. Sunardi, selaku Kaprodi dari Program Doktor, menjelaskan mengapa Adorno menjadi penting untuk dibicarakan dalam koteks masyarakat kali ini. Baagaimana Seni bisa menanggapi dan menjadi penyelamat dari adanya wacana modernitas, komodifikasi, dan  birokratisasi dalam masyarakat. Dikatakan bahwa walaupun fenomena yang dihadapi oleh seni modern itu sama sejak zaman Adorno di masa perang dunia kedua, tetapi cara menanggapinya pasti sudah berbeda, dan bagaimana seni bisa memberikan alternatif dari berbagai permasalahan tersebut.

Diskusi ini sendiri yang pada dasarnya merupakan hasil dari pembelajaran selama mata kuliah Estetika Sosial, menghadirkan para mahasiswa dari Program Doktor Kajian Seni dan Masyarakat sebagai pembicaranya. Dibuka oleh Stanislaus Yangni yang bebicara mengenai “Seni Sebagai Bentuk Dialektika Negatif, Adorno dan Paradigma Estetika Modern” dan Grace Samboh yang berbicara mengenai karya seni rupa dari pelukis Handiwirman Saputra yang berjudul “Melihat Kaki, Membuat Lingkaran.”

Diskusi yang berlangsung selama hampir tiga jam ini berlangsung dengan cukup hangat di mana banyak peserta yang ikut terlibat dalam diskusi. Baik dengan mengajukan berbagai pertanyaan, maupun berbagi tentang pengalaman yang dialami oleh para seniman itu dalam berkarya. Sebagaimana juga yang dibagikan oleh para mahasiswa yang juga memiliki pengalaman berkarya yaitu ‘Lephen’ Purwanto dan Koni Herawati, mengenai bagaimana mereka sebagai seniman, menanggapi materi berupa pengalaman, lingkungan, dan benda-benda di sekitar mereka dengan teknik berkarya yang sudah mereka miliki.

Diskusi ini kemudian kembali ditutup oleh Bapak St. Sunardi dengan menggarisbawahi tiga hal penting dalam diskusi kali ini, yaitu bagaimana berkesenian itu merupakan hasil dari kegelisahan masing-masing individu, praktik kesenian sebagai sebuah main-main biar eling atau membawa kita pada kesadaran diri, dan bagaimana seseorang dapat merumuskan tujuan dari hidupnya sendiri. (AN)

lihat berita S3 Program Doktor Kajian Budaya (Kajian Seni dan Masyarakat) lainnya>>
hal. 1  2  3  4  5  ...  7
 
© 2019 - Program Pasca Sarjana - Universitas Sanata Dharma Yogyakarta  |  Kontak Kami