Mahasiswa Profesi Apoteker USD Sukseskan "Gema Cermat" di Puskesmas Minggir

09/09/2022

Selasa, (30 /8), lima orang mahasiswa Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma terlibat dalam kegiatan Gema Cermat (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat) di Puskesmas Minggir, Kabupaten Sleman. Gema Cermat adalah salah satu program unggulan Kementerian Kesehatan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penggunaan obat secara benar serta meningkatkan kemandirian dan perubahan perilaku masyarakat dalam penggunaan obat.

Keberhasilan program Gema Cermat ini tentunya tidak lepas dari peran Apoteker sebagai Agent of Change (AoC) Gema Cermat. AoC merupakan penggerak dalam Gema Cermat. Kegiatan Gema cermat di Puskesmas Minggur tersebut melibatkan apt. Edawati Lasmadita, S.Farm., selaku Master Agent of Change (AOC), apt. Vya Hayati, S.Farm., dan apt. Tunggul Wardani, S.Farm., yang juga merupakan alumni Fakultas Farmasi USD. 

Kegiatan Gema Cepat ini dihadiri oleh para kader PKK yang berada di sekitar wilayah Puskesmas Minggir. Melalui Gema Cermat, para ibu penggerak tersebut dilatih sebagai kader yang sadar dan bijak dalam penggunaan obat. Materi yang disampaikan antara lain adalah tanda-tanda di kemasan obat atau biasa dikenal dengan istilah 5 O; gerakan bijak menggunakan antibiotik; serta gerakan cek legalitas produk.

Mahasiswa profesi apoteker Fakultas Farmasi USD banyak terlibat khususnya pada penyampaian materi tentang legalitas produk. Pada materi ini para kader PKK diedukasi untuk mencari informasi terkait nomor ijin edar produk dari BPOM (Badan Pemeriksan Obat dan Makanan) dan nomor sertifikasi halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia). 

Menurut apt. Michael Raharja Gani, M.Farm, dosen pendamping dari Prodi Profesi Apoteker, acara ini sangat sangat baik dan bermanfaat karena dapat menumbuhkan kesadaran serta kepedulian masyarakat. “Bagi para mahasiswa calon apoteker, kedepannya diharapkan mereka dapat pula menjadi Agent of Change di bidang kesehatan, khususnya dalam mengedukasi masyarakat tentang penggunaan obat yang bijak”, sambung Michael.

(c-MGH)

 kembali