Universitas Sanata Dharma

Fakultas Farmasi

Loading
HomeProfileBeritaAgendaFasilitasDownloadLowongan KerjaKontakPengumuman

BERITA KEGIATAN

Fakultas Farmasi USD Kembali Raih Juara 1 Olimpiade Farmasi Indonesia
F.FAR | 15 November 2018
Fakultas Farmasi USD Kembali Raih Juara 1 Olimpiade Farmasi Indonesia ::

Setelah tahun lalu (2017) Erica Kusuma Rahayu Sudarsono seorang mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma (FF USD) yang berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Olimpiade Farmasi Indonesia (OFI), Tommy Aditya tahun ini berhasil mempertahankan prestasi FF USD tersebut dengan kembali meraih Juara 1 dalam ajang OFI 2018. Bertempat di Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, OFI 2018 dilaksanakan sejak tanggal 2 November hingga 4 November 2018. Total peserta OFI tahun ini sebanyak 55 orang mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas yang ada di Indonesia. USD mendelegasikan 2 orang mahasiswa dari FF USD untuk mengikuti OFI bidang Farmakologi dan Farmasi Klinis (Farmasi Klinik dan Komunitas) atas nama Tommy Aditya dan Fransiska, serta 1 orang mahasiswa di bidang Farmasetika (Farmasi Sains dan Teknologi) atas nama Yohanes Krisna Wisnumurti.

Tahun ini merupakan kali pertama bagi Tommy untuk mengikuti ajang OFI. Tommy mengaku, alasannya mengikuti OFI 2018 semata-mata karena ia suka dengan farmasi bidang klinis dan memiliki keinginan untuk dapat membawa nama baik FF USD di tingkat nasional. Dengan banyaknya dukungan yang ia dapatkan dari dosen dan teman-temannya, membuat Tommy menjadi semakin yakin untuk mengikuti ajang tersebut.

Persiapan untuk mengikuti OFI 2018 sudah Tommy lakukan sejak bulan Juli dengan bantuan dari pihak Badan Eksekutif Mahasiswa Farmasi (BEMF) USD dan Erica Kusuma Rahayu Sudarsono yang merupakan juara 1 OFI bidang Farmakologi dan Farmasi Klinis 2017. Tommy juga mendapatkan bimbingan dari dosen-dosen FF USD antara lain Christianus Heru Setiawan, M.Sc., Apt., Dr. Rita Suhadi, M.Si., Apt., Dina Christin Ayuning Putri, M.Sc., Apt., Putu Dyana Christasani, M.Sc., Apt. dan Dr. Yosef Wijoyo, M.Si., Apt., serta dosen-dosen lainnya yang selalu memberikan pembelajaran sewaktu jam kuliah. “Aku sangat bersyukur diberi bimbingan khusus dari 5 dosen ini sehingga aku menjadi lebih siap untuk menghadapi OFI 2018.” ujar Tommy.

Sistem perlombaan OFI bidang Farmakologi dan Farmasi Klinis melalui tiga babak, yaitu babak penyisihan, semifinal, dan final. Di babak penyisihan, terdapat enam tipe materi yang harus dikuasai yaitu Farmasi Praktis, Farmakokinetika, Pengetahuan Umum, Farmakoterapi Infeksi, Farmakoterapi I dan II. Penilaiannya menggunakan sistem ranking, jadi peserta harus mempunyai nilai yang lebih tinggi dari peserta lain agar mendapatkan poin. Dari keenam materi tersebut akan diakumulasikan dan diambil sepuluh besar. Selanjutnya babak semifinal, dibagi menjadi dua tipe, yaitu yang pertama menjawab soal tentang pernyataan benar atau salah dan tipe yang kedua yaitu soal esai terkait dengan kasus-kasus farmakoterapi. Lima orang dengan poin tertinggi akan masuk menjadi finalis 5 besar. Terakhir di babak final dibagi menjadi 3 tahap yaitu, tahap pertama adalah sesi skrining resep, pembuatan copy resep dan melakukan dispensing serta konseling pasien, selanjutnya pada tahap kedua, bedah kasus tentang rasionalitas terapi pengobatan dan pada tahap ketiga presentasi jurnal internasional di depan juri. Setelah melalui tahap final, maka dipilihlah juara satu, dua, dan tiga dari akumulasi poin tiap babak (penyisihan, semifinal, dan final) tersebut.

Tidak pernah terpikirkan olehnya akan mendapatkan juara 1 di OFI 2018. Tommy merasa sangat senang dan bersyukur karena bisa mempertahankan USD menempati juara 1 selama 2 tahun berturut-turut di ajang sekelas OFI. Tommy berkata, “Dengan ikut OFI, aku jadi belajar lebih banyak tentang dunia farmasi khususnya bidang Farmasi Klinis dan banyak pula mendapatkan pengetahuan baru ketika mengikuti OFI ini”. “Pesanku buat adik tingkat atau teman-teman yang ingin ikut OFI atau lomba lainnya, jangan pernah takut untuk memulai. Kalau pun gagal di satu event lomba, jangan menyerah dan harus dicoba terus. Kegagalan yang dialami akan membuat kita menjadi lebih siap untuk hasil yang lebih besar. Kalau memberikan usaha terbaik dan selalu mengandalkan Tuhan, pada akhirnya akan mendapatkan hasil yang terbaik.” tambahnya.

(c-J & ADT)

hal. 1  2  3  4  5  ...  10
© 2019 - Fakultas Farmasi - Universitas Sanata Dharma Yogyakarta  |  Kontak Kami