Magister Manajemen

Fakultas Ekonomi - Universitas Sanata Dharma

<< WEB FAKULTAS

BERITA

Wawancara Peserta Green Entrepreneurship Training (GET) Angkatan VIII
05 November 2018
Wawancara Peserta Green Entrepreneurship Training (GET) Angkatan VIII :: Magister Manajemen
GET angkatan ke – 8 diikuti dari berbagai wilayah Indonesia dan berlatar belakang bisnis yang berbeda – beda, berikut petikan wawancara dengan para peserta GET 8
 
Bapak Doddy Irwanto (Chemical)
Doddy Irwanto berasal dari Paroki Banteng mempunyai bisnis Cemical dengan merek ROSE “Household & Laundry Supplies” yang beralamatkan di Jln. R.E. Martadinata No.15, Wirobrajan, Yogyakarta. Menjual produk parfum loundry, Softener pembersih lantai, dan Sabun cuci piring serta Shampo cuci mobil Beliau mulai merintis bisnis dari tahun 2009 dan sampai sekarang sudah memiliki 3 outlate toko yang tesebar di Yogyakarta. Mengeluti bisnis ini dengan alasan ramah lingkungan dan produk dari ROSE ini semuanya berbahan dasar alami, beliau menceritakan sekilas pengalaman dari pelangganya yang membuang limbah lundry ke kolam ikan, ikannya tidak mati sehinngga dapat disimpulkan bahwa produk dari ROSE ini bener-bener aman jika dgunakan. Bapak Doddy mendapatkan info get dari Mas Supri dan komunitas GET sebelumya. Beliau mengikuti kegiatan GET 8 ini dengan alasan agar nantinya dapat memberikan dampak positif untuk lingkungan dan banyak orang, untuk optimalisasi dan juga demi nama Tuhan.
Beliau menceritakan bahwa dalam bisnisnya beliau memiliki satu karyawan yang memiliki kekurangan dalam pendengaran, sehingga beliau berniat untuk kedepanya mempekerjakan orang-orang serupa dengan tujuan untuk merangkul, mengasihi, dan memberikan peluang terhadap mereka. Bapak Doddy juga memberi saran untuk kegiatan GET berikutnya agar ikut serta dalam memaksimalkan komunitas GET dari angkatan 1-8 dengan cara memaintence semua angota GET dengan baik, dan memiliki kegiatan yang mengikat seperti koperasi, yayasan, sehingga dapat memntoring dan memiliki dampak keberlangsungan yang lebih baik untuk anggota dan banyak orang kedepanya.

Veronika Desi Indriadewi (natural body care “hand made”)
Ibu. Desi adalah salah satu peserta GRT 8 yang bergerak dalam jenis usaha natural body care “hand made”, berawal dari keluarga banyak yang sakit, sehingga harus kedokter dan minum obat sehingga lama-kelamaan menimbulkan kekawatiran karena terlalalu sering mengkonsumsi obat akan menimbulkan efek negatif bagi kesehatan tubuh, sehingga mencari tau obat yang alami seperti jamu dll, akhirnya menimbulkan ketertarikan dengan bahan alam/organik kemudian mencari tahu tentang komunitas organik yang mengeluarkan barang daganganya salah satunya sabun, sehingga menimbulkan minat bagi Ibu. Desi untuk mengeluti bisnis dengan bahan dasar organik salah satunya sabun, sehingga sampai sekarang sudah expansi ke produk-produk organik lainya seperi sunblock, cream jerawat, dll.
Ibu. Desi mengetahui informasi tentang kegiatan GET dari kakak iparnya sendiri yaitu bapak Titus Odong, alasan ketertarikan untuk mengikuti kegiatan GET adalah untuk semakin mematangkan bisnis yang dimiliki, mengetahui posisi bisnis saat ini, dan memperluas relasi, sehingga dapat menentukan langkah evaluasi untuk mengembangkan bisnis kedepanya.
Setelah mengikuti proses kegiatan GET selama 5 hari Ibu Desi mulai mengetahui kejelasan dari bisnis yang dijalankan, yang awalnya hanya berpikir untuk mengembangkan saja namun ternyata banyak pelajaran/hal-hal lain yang diperoleh ketika mengikuti kegiatan GET ini. Ibu Desi memberikan pesan untuk kegiatan GET berikutnya beliau menilai apabila kegiatan GET ini dilaksanakanya secara terus-menerus atau berkesinambungan akan memberikan dampak positif salah satunya adalah mengedukasi entrepreneur untuk mengetahui apakah bisnis yang dijalankan itu sudah benar jika belum apa langkah koreksi yang seharusnya dilakukan, GET dirasa sebagai pelatihan yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha agar tidak meraba-raba lagi. dan yang perlu ditingkatkan dalam kegiatan GET ini adalah panitia bisa lebih memperhatikan penataan jadwal speaker-speaker sehingga di jam-jam ngantuk speaker yang dijadwalkan bisa untuk mencarikan suasana kembali, hal lain yang diusulkan adalah kalau bisa minumanya jangan manis-manis, mungkin langkah koreksinya bisa menyediakan teh/kopi dengan gula terpisah.

Abraham Novian Oliver (Paroki Bandung)
Usaha awal : es dawet sama temen2 sistemnya pre-order trus udah ga jalan karena sama2 sibuk, trus sekarang bantu orang tua jual  abon (abonnya belum online dan belum produksi sendiri, masih ngejualin barang orang)
Dapet informasi dari Jason (dapet dari peserta taun lalu) Abam sama Jason 1 komunitas bisnis di UGM (umum semua agama, jadi pas dapet yang bisnis syariah ga sesuai sama dia)
Harapannya ikut get : biar ada komunitas bisnis yang katolik, emang sengaja nyari komunitas yang katolik, punya temen sesama wirausaha yg katolik, belajar lebih banyak, soalnya sesuai sama jurusan kuliah / teknologi pangan)
Harapan untuk GET kedepan : lebih diperluas lagi informasinya ke mahasiswa yang punya usaha bisnis

Yoseph Novi Christianto (Paroki Baciro)
Usaha : titik temu (jasa kreativitas)
Dapet informasi dari Bu Lusi sesama paroki baciro (Bu Lusi dapet informasi dari kevikepan)
Awal usaha : awalnya dari kuliah, dapet tugas. Trus niat bikin sama temen-temen, berlanjut sampek sekarang. Dulu Cuma berempat, sekarang jadi bertujuh. Udah 3x pindah tempat produksi (2006)
Harapannya ikut get : awalnya tidak tertarik karena 5 hari. Trus baca TORnya, kemudian tertarik. Emang lagi butuh asupan ilmu untuk mengembangkan bisnisnya, apa yang didapat di GET bisa di share di paguyuban pengusaha di Baciro
Harapan untuk GET kedepan : jangan berhenti GETnya, dikembangkan materinya, harus cari permasalahan pengusaha dari tahun ke tahun.

Brigita Venny (Paroki Pringwulung)
Usaha : konsultan (fasilitator/ngajar orang muda yang mau buka usaha bisnis dengan sistem outbond)
Dapet informasi dari satu tim di perusahaan konsultan, Pak Agung (Pak Agung pemateri di GET 8). Pertamanya kerja jadi HR di perusahaan furniture manufakturnya pak Agung, trus diajak ikut buka konsultan bisnis, trus disarankan Pak Agung untuk ikut GET
Harapannya ikut get : biar bisa berpikir kreatif sama kritis ketika buka usaha, secara ga langsung udah jadi kerjaan dia di kantor konsultan terkait bisnis
Harapan untuk GET kedepan :  udah “well banget sih” karena lebih banyak sharing sesama pengusaha daripada Cuma denger teori, materinya dikembangin lagi

 
Penulis : Tim Notulensi GET VIII

hal. 1  2  3  4  5  ...  19
© 2019 - Magister Manajemen - Fakultas Ekonomi - Universitas Sanata Dharma - Universitas Sanata Dharma Yogyakarta