Fakultas Ekonomi

Fakultas Ekonomi - Universitas Sanata Dharma

 
<< WEB USD

BERITA KEGIATAN

PENDAMPINGAN SDM DAN KELEMBAGAAN WISATA DESA MANDIRI BUDAYA PAGERHARJO, SAMIGALUH, KULON PROGO
F.EKO | 0 03 January 2021
PENDAMPINGAN SDM DAN KELEMBAGAAN WISATA DESA MANDIRI BUDAYA PAGERHARJO, SAMIGALUH, KULON PROGO ::

FE NEWS, pada 24 -25 November 2020 lalu, Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma bekerja sama dengan Dinas PariwisataProvinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan acara pendampingan SDM dan kelembagaan wisata dalam kerangka Desa Mandiri Budaya Pagerharjo, Samigaluh, Kulon Progo. Konsep Desa Mandiri Budaya ini sendiri masih terbilang baru di Indonesia dan akan mengarah pada salah satu bentuk keistimewaan Yogyakarta. Pada prinsipnya, pengelolaan konsep desa Mandiri Budaya ini merupakan integrasi kerjasama antar pilar utama dari Desa Budaya (dari Dinas Kebudayaan), Desa Wisata (dari Dinas Pariwisata), Desa Preneur (dari Dinas Koperasi dan UMKM) dan Desa Prima (dari Dinas Sosial) yang bersinergi dalam ranah Paniradya Kaistimewan khusus untuk wilayah DIY.



Ditengah Pandemi Covid – 19, acara ini tetap dapat diselenggarakan dengan memperhatikan protocol Kesehatan serta pembatasan jumlah peserta. Setidaknya 25 peserta yang berasal dari berbagai macam lembaga pengurus masyarakat desa, mengikuti acara ini dari awal hingga akhir. Acara diawali dengan pembukaan dari Dinas Pariwisata Provinsi DIY dan kelurahan lalu dilanjutkan sesi mengenai manajemen pengelolaan. Hari pertama, terdapat 3 sesi yang bersifat ceramah. Topik pertama yaitu tentang Konsep Desa Mandiri Budaya yang disampaikan oleh Ibu Lucia Kurniawati, S.Pd., M.S.M. dan Bapak Drs. Rubiyatno, M.M. Penjelasan yang beliau sampaikan membuat peserta merasa lebih terarah dalam menghidupi konsep Desa Mandiri Budaya yang bersinergi membawa seluruh kepentingan Desa Pagerharjo berikut potensi-potensinya.  Topik berikutnya mengenai peran kolaborasi dan growth mindset juga menjadi salah satu fokus solusi dalam manajemen pengelolaan yang memampukan seseorang untuk selalu berusaha mengembangkan aspek dalam diri mereka. Pada sesi terakhir, peserta diajak oleh Ibu Maria Angela Diva Vilaningrum Wadyatenti, M.Sc. untuk melakukan analisis SWOT desa Pagerharjo melalui focus group disscussion. Hasilnya, keseluruhan peserta sepakat bahwa potensi wisata dan budaya sangat besar di desa Pagerharjo ini. Kelemahannya, belum banyak masyarakat desa secara umum yang mau dengan sukarela berperan aktif dalam kegiatan desa dan kurang ada rasa kewirausahaan sosial dalam menyediakan produk tertentu. Peluang besar yang dimiliki oleh desa Pagerharjo adalah lokasi desa ini masuk dalam Kawasan Badan Otorita Pariwisata Borobudur (BOB) yang menjadikan Desa Pagerharjo mendapatkan prioritas dalam perencanaan akses cepat dari bandara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) di Kulonprogo ke kawasan Candi Borobudur. Ancamannya adalah mulai banyaknya anak muda desa yang pergi ke kota untuk mencari rejeki. Oleh karena itu, untuk mendapatkan peluang melalui kekuatan yang dimiliki desa Pagerharjo, salah satu aspek yang perlu diperkuat selain manajemen pengelolaan adalah manajemen pemasarannya.
 


Hari kedua pendampingan fokus pada topik manajemen pemasaran. Ibu Fransisca Desiana Pranatasari, S.E., M.M mengajak peserta untuk menggali lagi potensi paling unik dari desa Pagerharjo sehingga hal tersebut dapat digunakan sebagai Unique Selling Point (USP) nantinya. Unique Selling Point (USP) ini penting untuk diidentifikasi sebelum melangkah ke pengembangan produk dan paket wisata sehingga ke depan, Desa Mandiri Budaya di Yogyakarta ini berkembang sesuai dengan USP masing-masing bukan malah perang harga di kota sendiri. Produk kesenian budaya yang dianggap paling unik di desa Pagerharjo  yaitu Lengger Tapeng dan Gatho Loco. Produk kuliner yang dirasa cukup unik adalah wedhang rempah Lengger Tapeng. Untuk potensi wisata alam, terdapat wisata kebun teh namun sebagian wilayahnya masuk ke provinsi Jawa Tengah. Potensi wisata alam yang juga dapat berkaitan erat dengan budaya masyarakat desa Pagerharjo adalah potensi pohon aren. Pohon aren ini sendiri memiliki filosofi yang tinggi berkaitan dengan budaya masyarakat desa Pagerharjo dimana produk gula aren ini memang salah satu keunggulan dari desa Pagerharjo. Setelah menemukan USP, peserta diajak untuk merancang strategi pemasaran dan branding yang cocok dengan citra desa mereka. Peserta juga diajak untuk membuat rancangan pengembangan produk wisata kreatif inovatif dan memiliki standar kualitas yang memenuhi syarat sehingga akan menghasilkan pengalaman berharga bagi wisatawan yang menikmati wisata di Desa Mandiri Budaya Pagerharjo. Ke depan, tetap perlu adanya pendampingan kapasitas masyarakat terkait perumusan strategi pemasaran dan penggunaan media komunikasi pemasaran (digital marketing). Aspek lain yaitu bahwa pendampingan ini menemukan beberapa orang yang dianggap mampu menjadi SDM penggerak (local champion) sehingga diharapkan dapat menjadi sukarelawan penggerak Desa Mandiri Budaya Pagerharjo di masa yang akan datang.


hal. 1  2  3  
Sekretariat FE USD
Jl. Affandi, Mrican, Sleman, Yogyakarta 55281
Telp: (0274) 513301 ex 51309
Email : fe@usd.ac.id
WA: 087739640111
Media Sosial

        
© 2021 - Fakultas Ekonomi - Universitas Sanata Dharma - Universitas Sanata Dharma Yogyakarta