Fakultas Ekonomi

Fakultas Ekonomi - Universitas Sanata Dharma

 
<< WEB USD

BERITA KEGIATAN

FE USD TERLIBAT DALAM PENDAMPINGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENGELOLA DESA MANDIRI BUDAYA DI DIY
F.EKO | 0 03 January 2021
FE USD TERLIBAT DALAM PENDAMPINGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENGELOLA DESA MANDIRI BUDAYA DI DIY ::
Di era otonomi dewasa ini, masing-masing daerah berupaya untuk memajukan daerahnya masing-masing. Dalam hal ini, perencanaan pembangunan daerah secara terpadu menjadi sangat penting untuk mendukung tercapainya pembangunan nasional.
Pemerintah telah menetapkan kebijakan pembangunan kawasan pedesaan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional. Hal ini mengingat bahwa sebagian besar wilayah Indonesia merupakan kawasan pedesaan dengan segala keanekaragaman sumber dayanya. Kawasan pedesaan juga memiliki peran penting terutama sebagai salah satu indikator kuat lemahnya perekonomian suatu wilayah.
Namun demikian, dalam pelaksanaannya masih sering terjadi ego sektoral baik yang justru menghambat pencapaian tujuan pembangunan daerah tersebut. Sinkronisai kegiatan dan upaya membangun sinergi antar sektor merupakan kunci keberhasilan pembangunan baik nasional maupun daerah.
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menjawab fenomena tersebut dengan meluncurkan Desa Mandiri Budaya (DMB). DMB merupakan  desa otonom yang mampu memenuhi kebutuhannya sendiri melalui sumber daya internal dan eksternal dalam rangka mengembangkan dan mengkonservasi kekayaan potensi budaya melalui pelibatan secara aktif para warganya. DMB merupakan integrasi dari 4 sektor yaitu pariwisata, perekonomian, kebudayaan dan peranan wanita. Dari sisi pemerintah, 4 sektor tersebut menunjukkan keterlibatan 4 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yaitu Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan, Dinas Perdagangan dan Koperasi serta Dinas Pemberdayaan Wanita, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk.
Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma mendapat kepercayaan untuk menjadi mitra dari Dinas Pariwisata Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk memberi pendampingan terhadap perwakilan masyarakat dari 4 sektor yang dilingkupi oleh Desa Mandiri Budaya tersebut. Tujuan dari pendampingan ini adalah membuka dan memberi pemahaman yang lebih mendalam mengenai tata kelola Desa Mandiri Budaya yang sarat dengan semangat sinergi dan kolaborasi. Untuk tahun 2020, ada lima Desa Mandiri Budaya yang mendapat prioritas pendampingan salah satunya  adalah Desa Putat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Pendampingan ini merupakan kegiatan serial untuk lima Desa Mandiri Budaya yaitu Desa Putat dan Bejiharjo, Kabupaten Gunungkidul, Desa Bangunkerto, Kabupaten Sleman, Desa Pagerharjo, Kabupaten Kulon Progo serta Desa Sabdodadi, Kabupaten Bantul.
Potensi yang paling dikenal dari Desa Putat adalah kerajinan topeng kayu dan berbagai ornamen dan alat rumah tangga dari kayu yang di-finishing dengan motif batik. Namun seiring dengan berjalannya waktu, potensi-potensi lain dari Desa Putat mulai bermunculan misalnya potensi kuliner berupa Ingkung Berkat Dalem yang pernah menjadi juara I dalam lomba memasak ingkung se Daerah Istimewa Yogyakarta juga berbagai macam keripik dan camilan. Potensi lain adalah kesenian tari topeng, dimana terdapat beberapa kelompok di Desa Putat. Perkebunan jambu kristal yang terdapat di Dusun Kepil merupakan potensi berikutnya dari Desa Putat. Dan yang terakhir adalah terdapatnya infrastruktur pariwisata Joglo Batur yang diharapkan akan menjadi etalase bagi seluruh potensi di Desa Putat tersebut.



Pendampingan  di Desa Putat berlangsung tanggal 5 hingga 7 November 2020. Tim pendamping  dari Universitas Sanata Dharma adalah Fransisca Desiana Pranatasari, S.E., M.M.,  Maria Angela Diva Vilaningrum Wadyatenti, M.Sc. dan  Lucia Kurniawati, S.Pd., M.S.M. Topik-topik yang disampaikan dalam pendampingan pengelola Desa Mandiri Budaya di Desa Putat adalah Pemahaman Dasar mengenai Desa Mandiri Budaya, Kelembagaan Desa Mandiri Budaya, Identifikasi Unique Selling Points dan Segmen Pasar, Komunikasi Pemasaran  dan Branding. Materi disampaikan secara interaktif agar meningkatkan keterlibatan peserta dalam berkontribusi khususnya dalam hal gagasan-gagasan pengembangan Desa Mandiri Budaya Putat. Peserta menunjukkan antusiasme yang cukup baik dalam mengikuti pendampingan, bahkan pada saat topik Identifikasi Unique Selling Points, keterlibatan peserta sangat tinggi dan dinamika diskusi berlangsung sangat hidup. Walaupun di akhir diskusi, forum telah menyepakati bahwa Unique Selling Points Desa Putat adalah Kerajinan Topeng Kayu, namun dinamika lebih lanjut masih diperlukan agar masyarat lebih memahami bahwa hal ini bukan berarti bahwa potensi-potensi yang lain tidak diperhatikan. Disinilah, tim pendamping menekankan pentingnya dukungan pemerintah Desa Putat dalam memberi pemahaman kepada seluruh warga masyarakat.


hal. 1  2  3  
Sekretariat FE USD
Jl. Affandi, Mrican, Sleman, Yogyakarta 55281
Telp: (0274) 513301 ex 51309
Email : fe@usd.ac.id
WA: 087739640111
Media Sosial

        
© 2021 - Fakultas Ekonomi - Universitas Sanata Dharma - Universitas Sanata Dharma Yogyakarta