Universitas Sanata Dharma

Fakultas Ekonomi

Loading
HomeProfileBeritaAgendaFasilitasKontakPengumuman

BERITA KEGIATAN

Green Entrepreneurship Training (GET) Angkatan XII (Hari Keempat)
Magister Manajemen | 02 March 2020
Green Entrepreneurship Training (GET) Angkatan XII (Hari Keempat)  :: Fakultas Ekonomi USD Yogyakarta
Green Entrepreneurship Training (GET) Se-Kevikepan DIY kembali diadakan untuk angkatan ke-dua belas. GET ke-12 ini diselenggarakan oleh SBED (Social Business and Entrepreneurship Development) yaitu Pusat Studi Magister Manajemen USD,pada Rabu 19 Februari 2020 - Minggu 23 Februari 2020 dengan tempat di Kampus MagisterManajemen Universitas Sanata Dharma (MM USD). Peserta untuk GET 12 kali ini tidakhanya berasal dari DIY dan Jawa Tengah saja, salah satu peserta ada yang berasal dari Flores
dan kota lain selain di Pulau Jawa. Selain daerah dan latar belakang yang berbeda, bentuk bisnis yang dimiliki oleh para peserta juga beragam sehingga menambah dinamika proses dalam pelatihan kali ini, dengan jumlah peserta sekitar 38 orang.

Pertemuan hari keempat ini diawali sesi pertama yang di isi oleh pembicara T. Handono Eka Prabowo, MBA., Ph.D. Beliau merupakan kepala prodi Magister Manajemen Universitas Sanata Dharma. Bapak Handono dikenal dengan panggilan akrap Pak Han, beliau dalam sesi kali ini mengajak peserta untuk berimimpi, karena mimpi tidak dapat dibatasi selain diri kita sendiri yang mampu membatasinya, begitupun dengan berusaha atau berbisnis jika tidak ada mimpi makan usaha tidak akan maju dan berkembang. Pak Han menutup sesi dengan menjelaskan disrupsi berarti seed of study dengan artian telah memasuki era yang lebih tinggi. Oleh karena itu pengusaha harus siap dengan perubahan, salah satunya dengan
pandai meramalkan dan mempunyai kreativitas. Seperti ketika memilih tim harus mencari orang yang bisa diajak bekerja sama, dan harus ada sinerginya.

Selanjutnya, pada sesi kedua GET 12 peserta dikenalkan materi visi, misi dan motivasi yang dibawakan oleh pembicara Bapak Dr. Herry Maridjo,M. Si. Beliau disesi awal menegaskan bahwa dalam usaha pasti ada visi, misi, tujuan, strategi, dan program. Pak Herry mencoba mengajak peserta untuk mendalam masih-masing hal yang harus dipersiapkan dalam usaha. Beliau menjelaskan dengan rinci. Hal awal yang dibahas adalah Visi yang merupakan suatu cita-cita yang ingin dicapai (to become). Selain itu, visi harus mampu memotivasi pemilik dan karyawanya. Hal kedua Misi merupakan suatu hal yang harus dilakukan untuk mendukung adanya visi (to do). Motto dalam hal ini diperlukan sebagai penyemangat untuk melalukan effort. Tujuan merupakan cara singkat untuk memotong visi atau dalam hal ini tujuan dapat mewakili hal yang akan dilakukan dalam jangka waktu panjang ataupun pendek. Pada akhirnya jika tujuan dapat sukses, maka visi dapat tercapai dengan baik. Selanjutan adalah strategi merupakan cara untuk mencapai visi, misi, tujuan dan program. Pak Herry menutup sesi dengan menyimpulkan idealnya sebagai pengusaha harus memiliki beberapa hal diatas.

Pada sesi ketiga diisi dengan materi Etika Bisnis Dr. Fransisca Reni Retno Anggraini, Akt. Bu Reni, panggilan akrab beliau, diawal sesinya beliau mempertegas bahawa bisnis berbeda dengan etika, sehingga keduanya tidak dapat dicampur adukkan. Bisnis adalah hal yang dilakukan untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya, dalam berbisnis yang dicari adalah memenangkan persaingan. Selain itu bisnis juga memiliki reputasi dan bisnis sangat dekat dengan masyarakat, maka pembisnis perlu mengikuti norma. Sedangkan etika adalah suatu bagaian pemikiran yang menyatakan apa yang benar apa yang salah. Bu Reni menutup sesi dengan menyampaikan, etos bisnis perlu adanya pemahaman visi, misi, untuk menciptakan budaya budaya yang etis dalam perusahaan, dengan prinsip ultilitarianisme menfaat terbesar bagi sebanyak mungkin orang.

Sesi ke empat, atau sesi akhir dari pertemuan GET 12 untuk hari ini diisi dengan Laudato Si yang dibawakan oleh Rm. Eko Budi Santoso, SJ. Pada sesi ini Rm Eko lebih banyak menampilkan video-video situasi lingkungan yang ada di dunia ini. Video mengenai sampah yang menjadi  permasalahan lingkungan di bumi, air yang tercemar dan lautan yang dipenuhi sampah diberbagai belahan dunia. Sesi selanjutnya Rm. Eko mencoba megkaitkan permasalahan yang ditampilkan pada video ke dalam pesan Laudato Si. Hal yang berbeda dari Laudatosi ini adalah pesan ini disampaikan kepada semua orang tanpa mempedulikan latar belakang, ras, suku, agama maupun imannya. Laudatosi ditunjukan kepada semua orang di dunia ini yang ingin melakukan kehendak baik terutama pada lingkungan. Rm Eko mencoba mengajak peserta untuk terlibat mengerakan hati mereka dengan membangun habbit/kebiasaan untuk mengurangi sampah plastik dalam keseharian maupun dalam bisnis atau usahanya. Rm Eko menutup pesan dengan menyampaikan sebagai wirausaha yang
menjunjung citra Allah yang beretika ekonomi, sosial dan lingkungan. Pertobatan yang kita bawakan dengan cara mengurangi kenyamanan sedikit untuk berbuat sesuatu bagi alam.
lihat berita Magister Manajemen lainnya>>
hal. 1  2  3  4  5  ...  27
 
© 2020 - Fakultas Ekonomi - Universitas Sanata Dharma Yogyakarta  |  Kontak Kami