Universitas Sanata Dharma

Fakultas Ekonomi

Loading
HomeProfileBeritaAgendaFasilitasKontakPengumuman

BERITA KEGIATAN

Green Entrepreneurship Training (GET) Angkatan XII (Hari Pertama)
Magister Manajemen | 20 February 2020
Green Entrepreneurship Training (GET) Angkatan XII (Hari Pertama)  :: Fakultas Ekonomi USD Yogyakarta

Green Entrepreneurship Training (GET) Se-Kevikepan DIY kembali diadakan untuk angkatan ke-Dua belas. GET ke-12 ini diselenggarakan oleh SBED (Socail Business and Entrepreneurship Development) yaitu Pusat Studi Magister Manajemen USD, pada Rabu 19 Februari 2020 - Minggu 23 Februari 2020 dengan tempat di Kampus Magister Manajemen Universitas Sanata Dharma (MM USD). Peserta untuk GET 12 kali ini berasal dari DIY dan Jawa Tengah saja seperti Semarang, Gunung Kidul, Bantul dan Sleman. Selain daerah yang berbeda latar belakang dan bentuk bisnis juga beragam menambah dinamika proses dalam pelatihan kali ini, dengan jumlah peserta sekitar 31 orang.

Pertemuan hari ini di awali dengan sambutan dan pengantar singkat dari Dr. Titus Odong Kusumajati, MA. Beliau mengajak para peserta supaya menjadi pribadi yang baik. Melalui pelatihan ini peserta diharapkan bisa menjadi yang terbaik dengan tiga hal yaitu pengembangan talenta, cara berpikir dan budaya transformasi.  Dengan pelatihan, para peserta diharapkan membangun kompetensi, kepercayaan diri dan komitmen diri sendiri.  Seorang entrepreneur harus mau berubah untuk mencapai kesuksesan dan hal itu membutuhkan komitmen serta keinginan untuk mengeksplorasi berbagai pengetahuan, cara dan pemahaman baru. Pelatihan ini mengharapkan para peserta jangan pernah berhenti untuk belajar, harus selalu mengembangkan bakat yang dimiliki. Dalam membangun bisnis sosial diperlukan cara yaitu kompetensi, kepercayaan diri, komitmen. Seorang entrepreneur apabila ingin membangun sebuah usaha harus mempunyai keberanian untuk memulai sesuatu dengan cara membangun kompetensi keahlian yang dimiliki. Suatu bisnis yang baik itu adalah bisnis yang ramah terhadap lingkungan dan juga manusia itu sendiri dan melalui pelatihan ini peserta diharapkan memiliki komitmen untuk kesejahteraan bersama.

Setelah sesi sambutan, semua peserta dan panita mengikuti misa pembukaan pelatihan yang dipimpin oleh Rm. Krismanto Pr. Romo Kris mengatakan dari pengalaman kita dapat belajar suatu hal. Kita sebagai pribadi kadang kala mudah mengeluh padahal Tuhan sudah memberikan banyak kelebihan tinggal kita ingin mengembangkannya atau tidak. Harapannya lewat pelatihan ini ada yang di dapatkan, diperjuagan dan menginspirasi yang bukan untuk diri sendiri melainkan untuk orang lain juga. Sesi pertama dibawakan kembali oleh Pak Titus yang membawakan tema “Kewirausahaan Sosial”. Dalam sesi ini dijelaskan Kewirausahaan sosial dimaksudkan sebagai bisnis untuk kesejahteraan bersama. Organisasi itu sendiri terdiri dari 2 macam yaitu Lembaga pencari laba (profit oriented) tujuan diciptakannya usaha ini adalah untuk menghasilkan laba dari usaha yang dimiliki dan Lembaga nirlaba (non profit oriented) yang berfokus untuk ekonomi sosial dan melayani banyak orang, pendapatan usaha ini dihasilkan dari sumbangan luar negeri ke lembaga/usaha yang dimiliki.  Pada sesi ini juga dijelaskan pemahaman mengenai kewirausahaan vs wirausaha. Wirausaha (entrepreneur) adalah seseorang yang menciptakan nilai, juga seseorang yang memanfaatkan “peluang” untuk membuat “perusahaan” sedangkan kewirausahaan (entrepreneurship) adalah kegiatan bisnis yang dilakukan. Yang selanjutnya dijelaskan pula mengenai perbedaan wirausaha social dan kewirausahaan social. Untuk membuka sebuah usaha diperlukan adanya inovatif, nah bagaimana caranya kita bisa menjadi seorang yang inovatif dengan cara membiasakan diri untuk mendengarkan, memperhatikan hal-hal yang tidak biasa, merancang solusi yang nyata dan focus pada kualitas manusia

Pada sesi kedua dibawakan oleh Prof. Dr. M.F. Shellyana Junaedi, M. Si. Dengan topik “Perancangan Bisnis Model”. Dalam sesi ini beliau menjelaskan bahwa creativepreneur harus bisa melihat opportunity (peluang) dari prespektif yang berbeda dan tidak terikirkan oleh orang lain yang setelah itu diwujudkan menjadi value. Industry kreatif saat ini perlu dikembangkan karena memiliki iklim bisnis yang positif dan membangun citra dan identitas Bangsa.  Pada sesi ini, beliau juga menjelaskan pemahaman seputar model bisnis dan nine block atau model canvas yang biasa digunakan untuk menyusun model bisnis yaitu 1) customer segmentation (orientasi sasarannya) 2) value proposition apa yang ditawarkan) 3) channels (penjangkauan) 4) customer relationship (relasi) 5) revenue stream (pembayaran) 6) key resources (kunci) 7) key activities (aktivitas kunci) 8) cost structure.. Dia menegaskan bahwa entrepreneur adalah seorang yang  mengubah “kotoran” dan “rongsokan” menjadi “emas” (Ir. Ciputra). Seorang entrepreneur harus menerapkan 4M (Mengamati, Meniru, Menambah dan Memodifikasi). Pada sesi ini, para peserta dibagi dalam beberapa kelompok dan mencoba menerapkan model canvas tersebut dalam bisnis mereka masing-masing kemudian mempresentasikannya di depan para peserta yang lain sehingga menambah wawasan dan pengalaman baru bagi peserta pelatihan GET Angkatan 12.

Oleh Tanti Widyastuti

 

 

lihat berita Magister Manajemen lainnya>>
hal. 1  2  3  4  5  ...  27
 
© 2020 - Fakultas Ekonomi - Universitas Sanata Dharma Yogyakarta  |  Kontak Kami