Universitas Sanata Dharma

Fakultas Ekonomi

Loading
HomeProfileBeritaAgendaFasilitasKontakPengumuman

BERITA KEGIATAN

Green Entrepreneurship Training (GET) Se-Kevikepan DIY - Angkatan X (Hari Kelima)
Magister Manajemen | 01 July 2019
Green Entrepreneurship Training (GET) Se-Kevikepan DIY - Angkatan X (Hari Kelima)  :: Fakultas Ekonomi USD Yogyakarta

Minggu, 30 Juni 2019 adalah hari ke-5 untuk pelatihan Green Entrepreneurship Training angkatan 10.  Hari ke-5 merupakan puncak dari rangkaian kegiatan GET angkatan 10. Dalam kegiatan hari ke-5 ini merupakan upaaya dalam memahami seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung selama lima hari. Sesi pertama hari ini adalah pembahasan materi oleh Bapak  jati Kuswardono, S. E., tentang Internalisasi dan Rencana Tindak Lanjut (RTL).  Sebelumya beliau memutarkan video Powers of Ten (1977). Melalui video tersebut pemateri meminta pandangan kepada peserta. Pak Robby berpendapat bahwa kegiatan manusia saat ini cenderung merusak lingkungan dan tidak dapat menyeimbangkan alam semesta. Sedangkan Ibu Imelda berpendapat mengenai alam semesta yang tercipta dari beberapa komponen. Struktur susunan manusia dalam kaitannya dengan manusia yang menempatkan dirinya sebagai pusat dari semuanya. Lalu pembicara mengatakan bahwa kita sudah melakukan semuanya, tetapi memerlukan evaluasi terhadapat kegiatan yang telah dilakukan. Melihat lebih dalam lagi apakah hanya sebagian saja perbuatan itu dilakukan. Manusia adalah proses dari alam semesta dan memposisikan diri dalam alam semseta itu tanpa memperdulikan aspek sosial.  Ada tiga gugus struktur yang dibicarakan, yaitu: Signifikansi, dominasi dan otorisasi. Pembicara juga menegaskan untuk merubah struktur, tetapi perlu mengetahui terlebih dahulu struktur apa saja yang hendak diubah. Dalam merubah struktur perlu untuk mengetahui sifatnya terlebihdahulu. Ada dua sifat struktur yaitu dualitas dan interaksi secara bersamaan. Pemateri juga menjelaskan dalam merubah struktur diperlukannya cara berpikir yang berbeda dalam memecahkan masalah. Salah satu cara yang digunakan untuk merubah struktur adalah dengan melakukan refleksi. Refleksi adalah salah satu unsur yang sangat penting untuk membuat hidup lebih baik. Melalui RTL diharapkan pengusaha tidak hanya mengejar materi yang ada, tetapi juga mengejar sisi dari spiritual terutama dalam pandangan katolik.





Sesi selanjutnya adalah sharing testimoni dari alumni GET. Pertama dari Bapak Markus Aris Rahmadi dari Alumni GET angkatan 2. Usaha beliau adalah membuat alat kebersihan sabut kelapa. Pengelolaannya dapat menjadi sapu, keset lantai dan sapu lidi dengan merek nama Mitra Sbut Cempol. Usaha beliau ini pernah diliput oleh beberapat media televisi.  Usaha beliau ini tentunya memiliki jaringan yang luas. Beliau juga pernah mengadakan pelatihan di luar pulau Jawa, seperti Kalimantan dan Sumatera. Melalui pelatihan ini belaiu juga dapat membantu orang lain dalam melakukan bisnis usaha sabut kelapa. Beliau menguatkan peserta dalam mengikuti GET ini yaitubahwa mengikuti GET bukan menjadi jaminan untuk sukses, melainkan dapat membangun jaringan lebih luas dengan berlandaskan iman Katolik satu dengan yang lain. Kedua dari Pak Bernard yang berbicara mengenai bisnis yang dipasarkan melalui iklan online yang berdampak pada berkali limpatnya omzet yang didapatkan. Beliau menggunakan iklan melalui website dan iklan google dan iklan facebook yang lebih relevan digunakan dan segmen pasarnya lebih banyak.





Sesi terakhir adalah perutusan dan penegasan rohani dilanjutkan dengan misa penutup yang dipimpin langsung oleh Romo Jonathan Billy Cahyo Adi, Pr. Romo bersyukur atas partisipasi peserta GET yang antusias dalam mengikuti GET sampai dengan hari terakhir. Romo menegaskan dalam berbisnis harus ditopang dengan iman katolik. Karena dengan iman pula bisnis dapat menumbuhkan kreatifitas. Romo juga menegaskan bahwa setelah berakhirnya kegiatan GET ini setiap peserta harus mengaplikasikas sesuatu yang telah didapatkan dalam GET lima hari ini. Dalam homili misa penutup, Romo mengatakan bahwa balam beriman katolik tidak bisa ditawar layaknya konsep tawar menawar dalam pasar.  Orang katolik yang berbisnis harus tidak ada tawar menawar dalam mengikuti Kristus. Dan tentunya orang katolik yangharus menjadi berkat bagi banyak orang. Mengusahakan semuannya menjadi lebih baik. Romo juga mewanti-wanti peserta GET untuk tidak saling menggigit, menelan apalagi menghancurkan. Romo mensyaratkan orang katolik untuk berjalan bersama dan berkembang bersama dengan saling melengkapi dan mendukung satu sama lain terutama dalam jaringan GET angakatan 10 ini.

 





Panitia
 Green Entrepreneurship Training angkatan 10. Universitas Sanata Dharma.

 

 

lihat berita Magister Manajemen lainnya>>
hal. 1  2  3  4  5  ...  26
 
© 2019 - Fakultas Ekonomi - Universitas Sanata Dharma Yogyakarta  |  Kontak Kami