Universitas Sanata Dharma

Fakultas Ekonomi

Loading
HomeProfileBeritaAgendaFasilitasKontakPengumuman

BERITA KEGIATAN

Green Entrepreneurship Training (GET) Angkatan XII (Hari Kedua)
Magister Manajemen | 22 February 2020
Green Entrepreneurship Training (GET) Angkatan XII (Hari Kedua)  :: Fakultas Ekonomi USD Yogyakarta

Green Entrepreneurship Training (GET) Se-Kevikepan DIY kembali diadakan untuk angkatan ke-dua belas. GET ke-12 ini diselenggarakan oleh SBED (Social Business and Entrepreneurship Development) yaitu Pusat Studi Magister Manajemen USD, pada Rabu 19 Februari 2020 - Minggu 23 Februari 2020 dengan tempat di Kampus Magister Manajemen Universitas Sanata Dharma (MM USD). Peserta untuk GET 12 kali ini tidak hanya berasal dari DIY dan Jawa Tengah saja, salah satu peserta ada yang berasal dari Flores dan kota lain selain di Pulau Jawa. Selain daerah dan latar belakang yang berbeda, bentuk bisnis yang dimiliki oleh para peserta juga beragam sehingga menambah dinamika proses dalam pelatihan kali ini, dengan jumlah peserta sekitar 38 orang.

Pertemuan hari kedua ini diawali dengan sesi pertama yang di isi oleh pembicara Dra. Maria Selastingsih. Akt. Beliau merupakan wanita pebisnis yang juga bekerja sebagai seorang konsultan. Sebagai awalan beliau mengajak para peserta untuk memikirkan apa yang menjadi mimpi dan tujuan para peserta dalam menjadi seorang entrepreneur. Para peserta diajak memikirkan apa yang sebenarnya ingin dicapai dalam setaun kedepan dalam usahanya. Ibu Ningsih biasa disebut Bu Nining juga mengatakan bila dalam dunia ini semua terukur dan berhubungan dengan uang. Dengan pelatihan ini peserta sebagai pebisnis diminta untuk selalu fokus tentang apa yang dikerjakan. Dalam bisnis pekerjaan sebagai distributor, marketing, dan produsen sangatlah dekat dan sukar untuk dikerjakan sekaligus. Maka dari itu, pebisnis harus mampu memilih dan fokus pada salah satu pekerjaan saja. Memang, jika masih menjadi pebisnis awal atau baru harus merasakan menjadi pekerja di ketiga bidang tersebut, namun jika ingin menjajaki langkah yang lebih tinggi pebisnis harus fokus pada satu bidang saja.

Selain itu, beliau juga mengajarkan beberapa hal tentang apa yang harus dipikirkan seorang pebisnis dalam usahanya namun dengan perumpamaan. Hal pertama adalah “dimana anda berlayar”, maksudnya adalah dimana bisnis atau perusahaan anda berada. Apakah di samudera biru yang artinya tidak banyak persaingan atau berada pada samudera merah yang artinya banyak pesaing. Hal tersebut tentu harus dipikirkan saat ingin memulai bisnis, karena akan menentukan kebertahanan bisnis nantinya. Jika sudah merasa ada pada samudera merah tentu pebisnis harus memikirkan keunikan dari produknya yang berbeda dengan pesaing lainnya. Kemudian seorang enterprenuer harus mampu membedakan tentang marketing, branding dan selling. Ketiganya harus dilihat dari objective, manfaat, goal, apa yang diperoleh dan omset. Masing-masing aspek yang dilihat akan memunculkan perbedaan dari ketiga hal tadi. Dan yang terakhir pada pelatihan ini, beliau mengajak peserta untuk membangun kerjasama yang baik dengan anak muda dalam menjalankan usahanya. Millenial sekarang sudah membawa pengaruh besar pada zaman apalagi dengan dengan pengaruh sosial media yang juga bisa membantu seorang bisnis untuk promotion.

Selanjutnya, pada sesi kedua GET 12 diisi oleh pembicara Bapak Ferry Jusuf,beliau merupakan pebisnis yang mendirikan usaha “Sang Mentor”. Sebagai awalan, pembicara bertanya pada peserta tentang apa bisnis yang dijalani dan seperti apa uang bagi mereka kemudian di sharingkan satu sama lain. Beliau melatih para peserta untuk dapat menjadi entrepreneur yang mampu melihat dan mengamati pasar, apakah pasar itu sesuai dan mendukung usaha. Kemudian, ia juga mengajarkan kunci menjadi pebisnis yang sukses adalah menjadi orang yang derma atau suka menyumbang dengan terus bersukur untuk apa yang Tuhan berikan. Bisnis juga akan berkembang saat pelakunya mempunya relasi yang luas dan baik serta menjadi membangun dan motivator. Dengan pelatihan ini peserta diharapkan dapat menganggap bahwa bisnis itu perihal kepekaan menangkap peluang, jika pola pikir buruk menjadikan kita takut untuk memulai bisnis.

Tak lupa Bapak Ferry juga mengajarkan peserta yang sebagai pebisnis diberi kesempatan oleh Tuhan untuk mengabarkan kabar gembira. Berbisnis itu banyak musuhnya oleh karena itu kita harus dapat menjaga iman dan roh kita lebih kuat dan lebih besar dari roh lainya kalau biasa dilatih. Menurut beliau juga membuka bisnis harus dilihat dari beberapa nilai atau aspek, ada 4 aspek penting yakni strategi, proses, orang, dan terakhir nilai. Di penghujung peserta banyak menanyakan banyak hal kepada narasumber dan merasa ilmu yang telah disampaikan sudah mengobah pola piker mereka.

lihat berita Magister Manajemen lainnya>>
hal. 1  2  3  4  5  ...  27
 
© 2020 - Fakultas Ekonomi - Universitas Sanata Dharma Yogyakarta  |  Kontak Kami