www.usd.ac.id
www.usd.ac.id
  Cerdas & Humanis
English Version  English Version
Loading
HOME TENTANG USD PENERIMAAN MAHASISWA BARU AKADEMIK
  Mail USD      Kontak
:: Berita Kegiatan
Kajian Psikoanalisis: Teori dan Aplikasinya dalam Penelitian Sastra
USD | 08 June 2018 | 15:06 WIB
  
Kajian Psikoanalisis: Teori dan Aplikasinya dalam Penelitian Sastra :: usd.ac.id

Dewasa ini stres maupun despresi merupakan hal yang lazim bagi kehidupan sekitar terutama pada kota-kota besar. Hal-hal yang dapat melahirkan stres tak hanya dipengaruhi oleh satu maupun dua permasalahan. Permasalahan yang dihadapi dalam pekerjaan, rumah tangga, pertemanan, maupun permasalahan lainnya dapat datang secara bersamaan sehingga stres datang menyerang. Dalam menangani kesetresan atau kedepresian ini dapat menggunakan metode psikoanalisis. Namun, psikoanalisis juga tak hanya melulu tentang menangani masalah-masalah yang dihadapi manusia. Psikoanalisis juga berperan dalam bidang kesusastraan.

Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat Universitas Sanata Dharma (USD) pada Rabu (6/6) mengadakan Seminar Kajian Psikoanalisis: Teori dan Aplikasinya dalam Penelitian Sastra. Dalam acara ini membicarakan bagaimana ilmu psikologi dan sastra saling berkesinambungan. Pada umumnya, psikoanalisis sastra ini melakukan kajian terhadap kondisi kejiwaan dari penulis, tokoh maupun pembaca hasil karya sastra. Acara yang diselenggarakan di Ruang Kadarman Kampus 2 USD ini diisi oleh seorang pembicara yang bernama Manneke Budiman, Ph.D. dengan membawakan materi psikoanalisis yang dibagi menjadi tiga sesi. Manneke Budiman, Ph.D. merupakan dosen senior Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia yang berpengalaman dalam bidang kajian Psikoanalisis. Kajian Psikoloanalisis dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB dan dibuka dengan sambutan oleh Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum. Beliau berharap semoga Pelatihan Kajian Psikoanalisis ini memotivasi dan menggairahkan perkembangan Kajian Psikoanalisis di kampus-kampus di Indonesia.

Kajian psikoanalisis yang diikuti oleh dosen, mahasiswa, maupun masyarakat umum ini diawali dengan sesi pertama, yaitu Psikoanalisis dan Teori; kemudian dilanjutkan dengan sesi kedua, yaitu Aplikasi Psikoanalisis; sesi ketiga, yaitu refleksi dan latihan; dan sesi keempat, yaitu diskusi dan presentasi. Dalam presentasinya, pembicara menyebutkan bahwa psikoanalisis terbentuk karena adanya dua pertanyaan dasar, yakni bagaimana kesadaran bisa dikendali, diamati, dan disimpulkan keberadaannya dan kesenangan/kenikmatan seperti apa yang hanya bisa diekspresikan melalui kesakitan. Dua pertanyaan itulah yang membuat para pakar menciptakan teori psikoanalisis. Pada metode fase awal dilakukan hipnosis oleh Freud dan Breuer, kemudian berkembang dalam kasus Anna O. pada histeria dan literalisasi metafor yang merupakan tahap pengungkapan; saat psikis tidak bisa menyelesaikan pikirannya, maka akan lari ke fisik. Metode ketiga adalah kriptografi dalam kasus Manusia Serigala oleh Abraham dan Torok, dia memakai kata-kata dari berbagai bahasa untuk menelaah psikoanalisis. Yang terakhir, metode teori seksual yang merupakan sumbangan utama psikoanalisis.

Terdapat tiga agensi yang sangat mempengaruhi teori psikoanalisis dalam dinamika relasinya, yaitu Id, Ego, dan Superego. Id adalah sumber utama energi psikis (libido). Konflik hampir selalu berupa benturan antara Id dan Superego. Fungsi Ego adalah sebagai perantara: melayani Id sembari mencegah Superego. Ego yang tidak matang bisa dilumpuhkan oleh kegagalannya menjembatani benturan kepentingan Id dan Superego. Maka dari itu, peran sentral terletak pada Ego. “Terkadang atas nama moral atau Tuhan, ego bisa melakukan sesuatu. Superego tidak dihilangkan karena adanya Id, yang tidak bisa dilakukan oleh ego.” ujar pembicara. “Sumbangan psikoanalisis adalah menunjukkan bagaimana ketidaksadaran itu bekerja, sebagaimana dalam sastra yang bebas.” lanjutnya. Psikoanalisis adalah sebuah metode membaca karya sastra, yang di mana karya sastra itu sendiri bekerja seperti kerja mimpi atau figuratif. Fokus kajian bisa pada penokohan, alur, latar, strategi naratif, makna tersembunyi, ataupun hubungan antara karya dan pengarangnya. Tugas analis adalah mengenali berbagai bentuk mekanisme pertahanan diri dan strategi ekspresi (teknik) yang bekerja dalam sebuah karya.

Setelah sesi pembicara selesai, peserta melakukan latihan, diskusi, dan presentasi. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok, membaca karya sastra yang sudah disiapkan bersama-sama, kemudian mendiskusikan bagaimana kajian psikoanalisis dalam karya sastra tersebut dalam kelompok. Di akhir seminar, mereka mempresentasikan hasil diskusi ke forum seminar.

 (ATP & AMDA)

<< kembali

FAKULTAS

Fakultas Ekonomi
Fakultas Farmasi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Fakultas Psikologi
Fakultas Sains dan Teknologi
Fakultas Sastra
Fakultas Teologi
Program Pasca Sarjana

BIRO

Biro Administrasi Akademik
Biro Kerjasama dan Hubungan Internasional
Biro Layanan Umum
Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi
Biro Keuangan
Biro Personalia
Biro Sarana dan Prasarana
Biro Hubungan Masyarakat

LEMBAGA

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Lembaga Bahasa
Lembaga Penjaminan Mutu dan Audit Internal

PROGRAM KURSUS BERSERTIFIKAT

English Extension Course
Pel. Kom. Interaktif Bhs Inggris P 60 Jam
Indonesian Language & Culture Intensive Course

LINK

Lembaga Studi Realino
ExeLSa
MonEvIn
Oriental Scholar
Politeknik Mekatronika Sanata Dharma
 

KONTAK

humas@usd.ac.id

USD WEB BADGE

WebBadge USD

JEJARING SOSIAL

Facebook Sanata Dharma Twitter Sanata Dharma Instagram Sanata Dharma
© 2018 - Universitas Sanata Dharma Yogyakarta  |  54.80.93.19: - 4203 ms  |   69 user(s) online