www.usd.ac.id
www.usd.ac.id
  Cerdas & Humanis
English Version  English Version
Loading
HOME TENTANG USD PENERIMAAN MAHASISWA BARU AKADEMIK
  Mail USD      Kontak
:: Berita Kegiatan
Membangun Republik: Refleksi atas Kehidupan Masyarakat Indonesia Modern
USD | 13 July 2017 | 16:45 WIB
  
Membangun Republik: Refleksi atas Kehidupan Masyarakat Indonesia Modern :: usd.ac.id

Jumat (7/7) bertempat di Ruang Kadarman Universitas Sanata Dharma (USD) diselenggarakan diskusi dan peluncuran buku “Membangun Republik: Bercakap tentang Sejarah Indonesia Bersama” dengan pembicara Dr. Amrih Widodo (Australian National University), Dharma Setiawan (Wakil Ketua DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta), Dr. Baskara T. Wardaya, SJ (Universitas Sanata Dharma) dan penanggap Romo Mudji Sutrisno, SJ. Diskusi digelar oleh Pusat Kajian Demokrasi dan Hak-hak Asasi Manusia (PUSDEMA) USD.

Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum. dalam sambutannya mewakili Pusdema mengemukakan bahwa bentuk negara republik telah diungkapkan secara eksplisit dalam undang-undang dasar negara tetapi pemahamannya hari ini tentu berbeda-beda. Diskusi ini diharapkannya mampu merefleksikan kembali makna dari republik tadi.

Diskusi dibuka oleh Johanes Eka Priyatma, M.Sc. Ph.D., Rektor USD, yang ditandai dengan serah terima buku ke pihak universitas. Dalam sambutannya, Johanes Eka Priyatma menyampaikan betapa persoalan radikalisme sudah selayaknya menjadi perhatian di kalangan akademisi sebagaimana ditekankan oleh Sultan Hamengku Buwono X dalam pertemuan dengan para rektor. “Persoalan radikalisme bukan semata-mata persoalan politik tetapi bagaimana kita menghidupi dan merawat cara hidup ilmiah.” jelas Johanes Eka Priyatma lebih lanjut. Ia memandang bahwa persoalan membangun republik sebaiknya dilihat sebagai cara bagaimana membangun pondasi yang lebih kokoh dan mendalam supaya negara semakin kuat, bukan malah sebaliknya. “Buku ini relevan, kontekstual, dan penting, saya kira akan membantu kita semua untuk memahami diri kita lewat sejarah dan kekinian kita.” imbuhnya terkait peluncuran buku Membangun Republik yang dieditori oleh Dr. Baskara T. Wardaya, SJ dan diterbitkan atas kerja sama Pusdema dengan Penerbit Galang Press dan Sanata Dharma University Press.

Buku tersebut menghadirkan perbincangan beberapa peneliti di antaranya: Sartono Kartodirdjo, Takashi Shiraishi, Benedict Anderson, George Kahin, Clifford Geertz, Daniel Lev, Goenawan Mohammad dan Bill Liddle. Buku yang pernah diterbitkan pada tahun 1999 tersebut digagas oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam jaringan Mengembangkan Wawasan (MW)yang beranggotakan beberapa mahasiswa Indonesia yang tengah melanjutkan studi di Amerika Serikat dan Kanada pada tahun 1990-an.

Dalam pemaparannya, Romo Baskara mengungkapkan bahwa buku tersebut intinya menceritakan upaya membangun republik Indonesia, tentang dinamika perjuangan bersama, yang dampaknya diharapkan mampu menggerakkan pembacanya agar mempelajari sejarah Indonesia kembali untuk menegakkan lagi republik.

Dharma Setiawan mengungkapkan hal-hal yang disampaikan di buku tersebut yang sampai hari ini menurutnya masih relevan dan menjadi masalah mendasar. Secara spesifik ia menggarisbawahi bahwa pemuda sebagaimana disebut Ben Anderson sebagai tokoh penggerak revolusi kemerdekaan nyaris hal itu disinggung juga oleh tokoh-tokoh lain dalam buku tersebut kecuali Bill Liddle. “Merekalah the characters yang mendobrak establishment dan mencita-citakan kemerdekaan.” ungkapnya.

Sementara Dr. Amrih Widodo menyinggung persoalan interpretasi sejarah pada masa Orde Baru yang tidak bisa dilepaskan dari kondisi politik pada masa itu, salah satu yang menyolok adalah karya-karya Nugroho Notosusanto yang kental dengan ideologi Indonesiasentris. Di sisi lain, muncul aktivisme di kalangan akademisi seperti Sartono Kartodirdjo yang memilih untuk menulis sejarah kritis dengan pemilihan actor dan metodologi yang berbeda dari pendekatan nasionalis Indonesiasentris yang cenderung mementingkan aktor-aktor politik. Sartono menggunakan pendekatan sosial di luar ilmu sejarah untuk menggambarkan aktor-aktor kecil. Di samping itu ada persoalan dalam pemilihan bahan keterbatasan penulisan sejarah yang mengandalkan pada dokumen tertulis belaka.  

“Semangat aktivisme ini yang mendorong pemilihan pendekatan dan tokoh dengan kesadaran bahwa kelompok atau tokoh tersebut terpinggirkan dan dianggap tidak layak ditulis.” papar Amrih Widodo. Penulis sejarah aktivis akademis ini di antara yang disebutkannya adalah Sartono Kartodirdjo dan Ben Anderson.

Lalu Romo Mudji Sutrisno, SJ. sebagai penanggap mengkritik metode ilmu yang kita miliki saat ini yang dianggapnya terlalu deduktif. “Padahal nusantara itu induktif.” ungkapnya. “Mengalami bermacam-macam dulu. Soekarno sebagai no body­ merumuskan itu menjadi kemanusiaan yang adil dan beradab. Romo Mudji juga menekankan medium radio sebagai bentuk digitalisasi baru pada masa itu yang digunakan oleh pemuda seperti halnya Bung Tomo dan Soekarno untuk mengenalkan ide-idenya ke seluruh nusantara, di samping menulis. Spirit itu penting untuk digarisbawahi mengingat pergeseran media yang terus berkembang hari ini.

“Hanya manusia Indonesia yang cerdas budinya dan nuraninya jernih yang bisa dipercaya membuat sistem yang lebih baik untuk kebaikan bersama. Harus dilakoni!” tekan Romo Mudji.

Acara yang dimoderatori oleh Dr. Tri Subagya, dosen Ilmu Religi dan Budaya Universitas Sanata Dharma ini dihadiri oleh peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, penyintas, aktivis HAM serta masyarakat umum itu berlangsung dengan baik dan hangat.

(PUSDEMA)

<< kembali

FAKULTAS

Fakultas Ekonomi
Fakultas Farmasi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Fakultas Psikologi
Fakultas Sains dan Teknologi
Fakultas Sastra
Fakultas Teologi
Program Pasca Sarjana

BIRO

Biro Administrasi Akademik
Biro Kerjasama dan Hubungan Internasional
Biro Layanan Umum
Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi
Biro Keuangan
Biro Personalia
Biro Sarana dan Prasarana
Biro Hubungan Masyarakat

LEMBAGA

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Lembaga Bahasa
Lembaga Penjaminan Mutu

PROGRAM KURSUS BERSERTIFIKAT

English Extension Course
Pel. Kom. Interaktif Bhs Inggris P 60 Jam
Indonesian Language & Culture Intensive Course

LINK

Lembaga Studi Realino
ExeLSa
MonEvIn
Oriental Scholar
Politeknik Mekatronika Sanata Dharma
 

KONTAK

humas@usd.ac.id

USD WEB BADGE

WebBadge USD

JEJARING SOSIAL

Facebook Sanata Dharma Twitter Sanata Dharma Instagram Sanata Dharma
© 2017 - Universitas Sanata Dharma Yogyakarta  |  54.166.203.76: - 1944.6 ms  |   36 user(s) online